Connect with us

Bandar Lampung

Eva Dwiana Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Daarul Qur’an Taufiqurohman

Published

on

Alteripost.co BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung diawal pembangunan memberikan bantuan 200 Sak semen dan uang tunai sebesar lima juta. Dan Walikota Eva Dwiana meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Masjid Daarul Qur’an Taufiqurohman. Jumat (10/09/2021).

Sambutan pengurus masjid Daarul Qur’an Taufiqurohman Joko Mulyono mengatakan, “Terimakasih kepada Walikota yang telah hadir dan membantu pembangunan masjid ini, berharap adanya bantuan untuk berdiri pembangunan gedung masjid Daarul Qur’an Taufiqurohman, berupa bahan bahan bangunan untuk mendirikan masjid ini.

“Semoga banyaknya donatur di bandar lampung yang akan membantu berdirinya pembangunan masjid ini, dan insyaallah masjid ini akan dijadikan pondok pesantren”. Ungkapnya.

Dalam sambutan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, “terimakasih kepada pengurus masjid Daarul Qur’an Taufiqurohman, Semoga masjid ini bisa berdiri dan cepat pembangunannya, karna Pemkot Bandar Lampung untuk tempat beribadah selalu memberikan suport luarbiasa bagi masyarakat kota bandar Lampung”.

“Bunda bukan melarang bila masjid ini akan di jadikan pondok pesantren, tapi lebih baik nya di buat rumah Al quran buat anak anak dilingkungan sini, karna anak anak yang pulang sekolah yang sekolah nya pagi bisa belajar mengaji atau yang berangkat sekolahnya siang bisa terlebih dahulu belajar Al quran”. Ungkap Bunda Eva.

Lanjut Bunda Eva, “Pemkot akan selalu memantau masjid ini untuk warga kota bandar lampung, bunda berharap kita bisa membangun kota bandar lampung lebih baik dan meminta kepada warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan 5M jangan lengah bagi warga dan anak-anak, agar kota bandar bisa memasuki zona hijau”. Pungkas Eva. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Sidak Wamendagri, Bandar Lampung Siap Jadi Percontohan WFH ASN

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pemerintah Kota Bandar Lampung, Jumat (10/4), guna memantau pelaksanaan transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN), khususnya penerapan skema kerja fleksibel berbasis lokasi atau work from home (WFH).

Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri didampingi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Sidak ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800 tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Akhmad Wiyagus menegaskan, kepala daerah diminta menerapkan sistem kerja kombinasi antara work from office (WFO) dan WFH guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja ASN tanpa mengganggu pelayanan publik.

“Saya datang ke Lampung atas perintah Menteri Dalam Negeri untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait implementasi kebijakan ini,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menjaga kualitas layanan meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah.

“Di Mal Pelayanan Publik, seluruh loket tetap beroperasi normal. Tidak ada pengurangan layanan, masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.

Wiyagus juga memastikan sektor-sektor vital seperti layanan kesehatan, pemadam kebakaran, dan unit kedaruratan tetap beroperasi penuh dan tidak terdampak kebijakan WFH.

Menurutnya, kebijakan work from anywhere (WFA) bukan sekadar fleksibilitas kerja, melainkan bagian dari transformasi besar birokrasi. Tujuannya antara lain meningkatkan efisiensi kerja ASN, menjamin pelayanan publik tetap optimal, serta mempercepat digitalisasi pemerintahan melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). “Ini tidak bisa dihindari, harus kita percepat,” tegasnya.

Ke depan, kata dia, evaluasi berkala akan terus dilakukan, termasuk terkait potensi penghematan listrik, air, hingga penggunaan kendaraan dinas. Dengan hasil sidak yang positif, Bandar Lampung dinilai siap menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan sistem kerja fleksibel di lingkungan pemerintah daerah.

Sementara itu, Eva Dwiana mengaku kunjungan Wamendagri dilakukan secara mendadak dan menjadi momentum evaluasi bagi jajarannya.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Pak Wamen. Ini jadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ASN di Bandar Lampung,” ujarnya.

Saat ini, Pemkot Bandar Lampung baru menerapkan WFH sebesar 20 persen. Namun, ke depan angka tersebut akan ditingkatkan secara bertahap. “Insyaallah minggu depan akan kami evaluasi kembali. Targetnya bisa mencapai 50 persen sesuai arahan pemerintah pusat,” tandasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading