Bandar Lampung
Eva Dwiana Meminta PMI Bandar Lampung Menyediakan Stok Darah Secara Mandiri
Alteripost.co BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meminta Palang Erah Indonesia (PMI) Bandar Lampung menyediakan stok darah secara mandiri. Hal itu disampaikan saat membuka Pendidikan dan Latihan Dasar (diklatsar) Korps Sukarela (KRS) PMI Bandar Lampung di Kantor PMI kota. Selasa (7/12/2021).
Eva Dwiana meminta Palang Erah Indonesia (PMI) Bandar Lampung menyediakan stok darah secara mandiri
Eva Dwiana secara khusus meminta kepada Ketua PMI Bandar Lampung Deddy Amarullah, agar memprioritaskan bantuan kepada masyarakat khususnya yang membutuhkan darah. “PMI Bandar Lampung dapat menyediakan stok darah mandiri, agar puskesmas dan rumah sakit tidak kesulitan mencari darah”. Terang Eva.
“Kita ada kantong darahnya agar puskesmas dan Rumah Sakit (RS) tidak kesulitan mencari darah”. Ujarnya.
Ketua PMI Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah mengungkapkan. selama ini pihaknya hanya bank darah dengan berdonasi ke UTD PMI Lampung, direncanakan dibangun UTD sendiri. “Nanti kita punya UTD Mandiri di RS A Dadi Tjokrodipo”.
“Pembangunan UTD di RS A Dadi Tjokrodipo merupakan tindak lanjut dari permintaan Wali Kota Bandar Lampung, yang menginginkan kemandirian stok darah. Kita juga upaya setiap event melakukan bakti sosial dengan donor darah”. Pungkasnya. (*).
Bandar Lampung
Tim Provinsi Nilai Gedong Air, Bunda Eva Bidik Prestasi Nasional 2026
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, mampu menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026. Jumat (26/6/3026).
Optimisme tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung di Kelurahan Gedong Air.
Eva Dwiana menjelaskan, lomba kelurahan merupakan agenda tahunan yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Desa dan Kelurahan. Kegiatan ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan partisipasi warga, serta pelestarian budaya gotong royong.
“Harapan Bunda kita bisa mendapat juara dalam perlombaan ini. Tadi kan sudah dinilai, kita punya beberapa keunggulan, semoga saja bisa menang,” ujarnya.
Menurut Eva, Kelurahan Gedong Air memiliki keunggulan dari sisi keberagaman masyarakat. Warga yang berasal dari berbagai suku, seperti Jawa, Lampung, Sunda, Tionghoa, dan etnis lainnya, hidup berdampingan dengan semangat toleransi serta gotong royong yang tetap terjaga.
Keberagaman tersebut juga diperkuat dengan pelestarian budaya melalui berbagai kelompok seni, mulai dari karawitan, kuda kepang, sanggar seni Lampung, hingga pencak silat tradisional.
Selain itu, Kelurahan Gedong Air dinilai memiliki potensi ekonomi yang kuat melalui keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai sektor.
“Di sini juga punya potensi ekonomi yang kuat, seperti pelaku UMKM yang bergerak di sejumlah sektor,” kata Eva.
Ia menambahkan, Kelurahan Gedong Air juga aktif mendukung berbagai program pemerintah, di antaranya penyediaan bahan baku untuk Program Makanan Bergizi Gratis serta pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.
Eva berharap, hasil penilaian tingkat provinsi dapat mengantarkan Kelurahan Gedong Air menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026.
“Harapan kita, Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung menetapkan Kelurahan Gedong Air sebagai wakil Provinsi Lampung untuk berkompetisi di tingkat nasional pada 2026,” tutupnya.(*)

