Berita Utama
Peran Gubernur Arinal Ciptakan Iklim Persaingan Usaha yang Sehat Diganjar Penghargaan
Alteripost.co, Jakarta-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima penghargaan KPPU Award 2021. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (14/12/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meraih dua anugerah sekaligus yaitu KPPU Award 2021 Madya Kategori Persaingan Usaha Tingkat Daerah dan KPPU Award 2021 Pratama Kategori Kemitraan Tingkat Daerah.
Dalam siaran persnya, Gubernur Arinal menjelaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi dalam menciptakan nilai-nilai persaingan usaha yang sehat dengan banyaknya industri, sekaligus mengawal tumbuhkembangnya UMKM yang mulai tumbuh pesat.
Gubernur Arinal menjelaskan, untuk menciptakan iklim usaha sekaligus persaingan yang sehat, aman dan nyaman, dirinya banyak melakukan terobosan di bidang regulasi yang diwujudkan melalui Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur, dan Edaran Gubernur.
Terobosan yang dimaksud diantaranya, rumusan kebijakan Gubernur dalam upaya peningkatan pendapatan petani ubi kayu di Provinsi Lampung, Rumusan kebijakan Gubernur untuk kelancaran Ekspor, KUR dan Pajak.
Selain itu KPPU mencatat, sedikitnya terdapat 8 Peraturan Gubernur Lampung yang mendukung terwujudnya pola kemitraan yang sehat di Provinsi Lampung.
“Ini menunjukkan bahwa pengusaha, rakyat dan pemerintah bisa sukses bila bersatu dalam membangun,” tutur Gubernur.
Sementara itu, Wakil Ketua KPPU Guntur Syahputra Saragih mengucapkan selamat kepada seluruh penerima KPPU Award 2021 dan berharap melalui penghargaan ini, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah dapat melaksanakan kebijakan yang pro persaingan dan mampu menumbuhkembangkan UMKM.
“Semoga apresiasi ini mampu meningkatkan kinerja kita dalam membuat dan melaksanakan kebijakan yang pro persaingan dan memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat, serta mampu menumbuhkembangkan usaha mikro kecil dan menengah yang berdaya saing tinggi dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Wakil Ketua KPPU. (rls)
Berita Utama
Gaya Koboi Kadis PSDA Lampung Berpotensi Mengancam Kebebasan Pers
Alteripost.co, Bandarlampung-Menugungang kuda, bergerak tak takut apa pun dan menenteng sebuah pistol seperti seorang koboi di film-film Hollywood membuat diri setiap pemainnya merasa jumawa. Namun jika seorang pejabat publik bersikap dan berlagak seperti seorang koboi, apakah pantas?
Baru-baru ini, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Lampung Febrizal Levi Sukmawan mengeluarkan pernyataan bak seorang koboi di film Hollywood.
Dari rekaman suara yang beredar, bukannya membuat suasana semakin membaik, justru Kadis PSDA Lampung tersebut mengeluarkan nada ancaman disertai makian dan bakal mengebuk seorang jurnalis.
Dalam potongan percakapan suara yang beredar tersebut, tersebut Levi menyampaikan keberatannya terkait posisi wartawan yang disebutnya menghalangi pandangan saat forum berlangsung.
“Gua itu duduk di situ, gua ini kan tamu. Tapi kan dihalangi pandangan gua, di depan kan wartawan semua. Gua mau lihat itu,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Levi menjelaskan bahwa dirinya ingin melihat jalannya forum, termasuk timer yang digunakan untuk mengatur durasi pembicara.
“Pembicara itu Bunda Eva, Roy, itu kan mau lihat timer. Tapi nggak kelihatan karena dihalangi,” katanya.
Namun, pernyataan Levi tidak berhenti pada penjelasan tersebut. Dalam percakapan yang sama, ia juga menyebut nama salah satu jurnalis, Wildan Hanafi, dengan nada seperti koboi.
“Bukan Wildan saja, tapi ka*pang Wildan itu… gua gebuk bener Wildan, gua suruh cari Wildan, wartawan mana dia ha Kandidat” ucapnya.
Tak hanya itu, Levi juga mengaku akan mengerahkan orang-orangnya untuk mencari yang bersangkutan.
“Gua cari, nanti gua suruh Se*ta, gua gerakin orang-orang gua… malam ini gua cari dia, biar dia tahu,” lanjutnya.
Levi juga membantah bahwa dirinya yang secara langsung mengusir wartawan dari posisi tersebut.
“Yang ngusir juga bukan gua. Gua duduk di situ aja. Tapi pandangan gua tertutup,” katanya.
Meski demikian, pernyataan lanjutan Levi kembali menuai sorotan karena dinilai bernada ancaman.
“Suruh minta maaf sama gua, suruh buat klarifikasi. Kalau enggak, awas dia,” tegasnya.
Tentunya, dengan gaya koboi dari Kadis PSDA Lampung tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan jurnalis, terutama terkait keamanan dan berpotensi mengancam kebebasan pers dalam menjalankan tugas peliputan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak terkait mengenai maksud dan konteks pernyataan tersebut.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian, mengingat pentingnya menjaga hubungan profesional antara pejabat publik dan insan pers dalam menjamin keterbukaan informasi kepada masyarakat. (Gus/rls)

