Connect with us

Kota Metro

Wali Kota Wahdi: Peserta KPM IAIN Metro Diminta Tingkatkan Kolaborasi Dengan Masyarakat

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menerima penyerahan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Periode 1 Tahun 2022, di halaman kantor Pemkot Metro, Kamis (20/01/22).

Wali Kota Metro Wahdi dalam sambutannya, menyambut gembira pelaksanaan KPM di Kota Metro. Dirinya juga turut berpesan kepada peserta KPM, untuk memberi nilai suri tauladan di tengah masyarakat dan mempelajari tentang pembangunan di Kota Metro.

“Saya berharap mahasiswa dapat bersinergi, berkolaborasi dan berpatisipasi aktif dalam kegiatan secara holistik tentunya,” terangnya.

Menurut Wahdi, kegiatan pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) mahasiswa IAIN di Kota Metro dapat meningkatkan kepedulian dan empati atas permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat.

“Ilmu yang didapat di kampus bisa di implementasi kepada masyarakat untuk memberikan edukasi serta mentransfer ilmu yang telah dipelajari di kampus. Sehingga ilmu tersebut selama KPM berlangsung di bumi sai wawai ini dapat diterapkan,” pinta Wahdi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Metro Prof. Dr. Ida Umami menyampaikan, Terdapat 220 peserta KPM yang akan tersebar di 17 kelurahan yang ada di Kota Metro.

“Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) mahasiswa IAIN Metro ini akan berlangsung selama 40 hari penuh. Dan akan dilakukan penjemputan dan penarikan mahasiswa di masing-masing disetiap kelurahan,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi dan Bisnis

OJK dan Pemkot Metro Edukasi ASN soal Investasi Legal dan Bahaya Keuangan Digital

Published

on

Alteripost Metro – Dalam upaya memperluas edukasi keuangan kepada kelompok strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kota Metro melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Phintraco Sekuritas menggelar kegiatan Product Matching dan Edukasi Pasar Modal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Metro.

Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan pemahaman terhadap investasi legal sekaligus memperkuat perlindungan ASN dari risiko keuangan digital yang semakin kompleks.

Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai agen literasi keuangan, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat. Selain menerima materi edukatif, peserta juga mendapatkan kesempatan praktik langsung melalui pembukaan rekening efek sebagai bentuk implementasi inklusi keuangan di sektor pasar modal.

Materi dari OJK menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap produk keuangan ilegal seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga praktik judi online berkedok aplikasi. ASN dinilai sebagai kelompok yang cukup rentan terhadap modus-modus keuangan ilegal di tengah meningkatnya aktivitas digital.

Sementara itu, BEI dan Phintraco Sekuritas menyampaikan materi teknis mengenai investasi pasar modal, mulai dari pengenalan instrumen saham, mekanisme transaksi, pemanfaatan teknologi, hingga dasar-dasar manajemen risiko bagi investor pemula.

Sebagai wujud nyata inklusi keuangan, sejumlah ASN Pemkot Metro langsung membuka rekening efek yang difasilitasi oleh Phintraco Sekuritas. Ini menjadi tonggak awal dalam membudayakan investasi yang sehat dan legal di kalangan ASN.

Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Lampung, Nurwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi di sektor pasar modal, yang secara nasional masih tergolong rendah.

“Diharapkan ASN tidak hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga memahami penggunaannya secara cerdas, mengenali risikonya, dan memilih produk yang resmi serta diawasi,” ujar Nurwanto.

Apresiasi juga disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Metro, Ir. Yeri Ehwan, M.T., yang menilai kegiatan ini relevan untuk membangun kemandirian finansial ASN dan menumbuhkan budaya investasi yang sehat.

“Kegiatan ini memperkuat kapasitas ASN dalam memahami risiko keuangan digital serta mengenal investasi legal seperti saham. Ini bagian dari pembinaan agar ASN lebih cerdas dan tanggap terhadap isu ekonomi,” ungkap Yeri.

Melalui kolaborasi OJK, BEI, Phintraco Sekuritas, dan Pemkot Metro, kegiatan ini diharapkan menjadi model literasi keuangan yang efektif, menjadikan ASN sebagai motor perubahan dalam perilaku keuangan di lingkungan kerja dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, ASN diharapkan mampu terhindar dari jebakan investasi ilegal dan turut aktif dalam mendukung pengembangan pasar keuangan nasional yang inklusif.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading