Connect with us

Nasional

Seminar Rajut Nusantara, Mukhlis Basri Gandeng Ketua PWI Lampung

Published

on

Foto: Seminar Merajut Nusantara saat dilakukan via zoom meeting

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Kemajuan dunia internet selain memberikan manfaat bagi masyarakat luas tetapi  juga memiliki resiko besar seperti rentannya terhadap kebocoran data pribadi pengguna internet.

Untuk mengantsipasi ini hadir Webinar merajut Nusantara yang bertemakan “Pemanfaatan Internet untuk Melindungi Data Pribadi dan Rekak Jejak Digital”, Senin (7/3/2022).

Acara  ini menghadirikan Pembicara dintaranya Anggota Komisi I DPR RI Mukhlis Basri, Akademisi Universitas Indonesia Prof Kalamullah Ramli dan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah.

Dalam pemaparannya, Muklhis Basri menjelaskan perlindungan data dan perkembangan teknologi saat ini tertuang dalam Rancangan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) dimana terdapat 32 UU yang menyinggun pengaturan data pribadi warga negara.

Kemudian,  salah satunya UU informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dimana UU ITE ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 tahun Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi di dalam Sistem Elektronik.

“Jenis data -data yang dilindungi pribadi bersifat umum dan spesifik,” tandasnya.

Ia juga memberikan cara lain untuk melindungi data pribadi. Diantaranya, berhati-hati saat menggunakan jaringan wifi di tempat umum.

Kedua, menghindari Acsess Point yang berpotensi meminta username, password, dan informasi pribadinya lainya.

Ketiga, gunakan password dan kata sandi yang sulit ditebak.

“Jangan lupa untuk mengganti password dan kata sandi secara berkala,” saran dia.

Sementara, Prof Dr Kalamullah Ramli memaparkan dua sisi dalam penggunaan internet. Yakni sisi manfaat dan resiko.

Ia mengutip Vincent Cerf yang disebut sebagai “Bapak Internet”, yang mana internet dapat menghubungan semua orang yang menakjubkan sekaligus mengerikan.

“Semua orang yang baik dan jahat menjadi satu di dalam internet sama halnya didunia nyata pasti ada orang baik dan orang jahat,” ungkap Prof Kalamullah.

Ia manjelasakan, manfaat dunia internet bisa belajar, partisipasi kreatif dan parsiipasi sosial,  relasi sosial,  hiburan serta manfaat komersial dan pribadi.

Namun, sebaliknya dunia internet juga memiliko resiko yang dapat dimanfaatkan untuk kejahatan.

“Era Big Data khususnya di Indonesia rentan sekali kebocoran data yang hal ini dimanfaatkan orang jahat dalam menjalankan kejahatanya,” kata dia.

Ia mencontohkan beberapa kasus. Salah satunya data BPJS Kesehatan yang bocor dan sekitar 279 juta data diperjualbelikan.

“Data penduduk Indonesia rawan disalahgunakan tetapi hingga saat ini belum ada regulasi yang tegas terhadap perlindungan data pribadi,” ujar dia

Ia membandingkan dengan kasus di negara-negara eropa yang sangat konsen terhadap masalah ini.

Bahkan, menurut dia, negara-negara di Eropa bahkan bisa memberikan sanksi sampai mempailitkan suatu perusahaan yang tidak bisa mengelola data pribadinya penggunanya.

Dalam kesempatan ini,  ia juga memberikan tips melindungi data pribadi di dunia internet.

Yakni,  pertama gunakan password yang sulit ditebak. Lakukan setting privasi di setiap akun media sosial.  Kemudian,  jangan memberikan data pribadi terlalu banyak di media sosial.

Perhatikan alamat URL situs yang dikunjungi.  Jangan menggunakan wifi dalam setiap transaksi banking, dan hargai privasi orang lain.

“Ada beberap aplikasi dan situs yang dapat digunakan untuk mengecek kebocoran data seperti Avast,  Dehashed dan Firefox Monitor, ” ujar dia.

Dalam sambutanyan penutupanya,  ia meminta pengguna internet semakin awas, mawas dan cerdas di era supaya tidak menjadi korban kejahatan dunia siber.

Kemudian, narasumber selanjut Ketua PWI Lampung,  Wirahadikusumah, memaparkan cara aman dalam menjadi warga digital yang postif dan aman.

Yakni Smart,  pilah informasi yang akan disebar apakah berdampak baik atau tidak. Jangab menyebarjqb informasi sensistif seoertu nomor telepon,  KTP,  Password dan alamat rumah.

Kedua, Strong, gunakan password yang sulit dan tidak mudah ditebak dengan mengkombinasikan angka huruf besar dan kecil.

Ketiga, Alert, yakni jangan mudah percaya dengan berita yang tidak masuk akal. Jauhi phising dengan tidak menklik sembarangan.

Selanjutnya,  Kind, tinggalkan jejak digital yang positif. Dan jangan mudah terpancing dengan negatif dan menyebarkannya.

Terkahir, Talk yakni konsultasikan setiap informasi yang didapat. Jangan tergesa-gesa dalam setiap informasi yang diterima.

Dalam kesempatan ini Wira – sapaan akrabnya juga memberikan tipa merawat jejak digital.

Yakni, cari tahubtelebih dahulu jejak digital. Atur privasi diperangkat pribadi, segera block cookies yang tidak dikenal dan membahayakan.

Kemudian, gunakan kombinasi yang kuat dalam membuat kata sandi. Hapus aplikasi yang tidak digunakan. Posting hal-hal yang positif.

Selanjutnya, gunakan akun berbeda dalam setiap kegiatan seperti untuk pekerjaa, pendidikan, keluarga, dan berbelanja. Dan terkahir, selalu update sistem operasi dan antivirus.

“Kita harus bijak dalam berselancar secara digital dan lindungi data pribadi agar tidak menjadi korban digital. Intinya saring sebelum sharing dalam dunia digital,” tandasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

I Ketut Suwendra: HPN-Porwanas 2027 di Lampung Bakal Menghasilkan Multiplier Effect

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Jakarta-
Anggota Komisi IV DPR, I Ketut Suwendra, mendukung penuh penunjukan Lampung menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan dihelat pada 5-12 April 2027 mendatang.

Dukungan itu disampaikannya saat menerima audensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di ruang kerjanya, di Gedung Nusantara 1 lantai 8, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Menurut Ketut, pelaksanaan HPN dan Porwanas di Lampung memiliki multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat Lampung, terutama untuk warga Bandar Lampung.

“Prinsipnya, saya mendukung PWI Lampung menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas tahun depan. Saya akan memberikan dukungan baik moril dan spiritual agar pelaksanaan HPN dan Porwanas sukses di Lampung,” katanya.
Ketut pun memberikan apresiasi kepada PWI Lampung yang menyambangi sejumlah legislator dan senator di Senayan.

“Saya apresiasi PWI Lampung yang jauh-jauh datang ke sini (Senayan) untuk menemui saya. Seharusnya, saya yang mendatangi PWI Lampung. Saya minta maaf belum sempat ke PWI Lampung,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Ketut, pihaknya akan berkolaborasi dengan PWI Lampung untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur legislatif.

“Terutama aspirasi yang sesuai dengan Komisi IV bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Ke depan kita harus bersama-sama mengawal kebijakan pemerintah untuk petani Lampung,” tambah lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Selain mendukung HPN dan Porwanas tahun depan, Ketut juga menyatakan supportnya untuk kick-off HPN dan Porwanas yang akan digelar pada 29 November 2026 nanti.

“Saya akan support pelaksanaan kick-off HPN dan Porwanas di tanggal 29 November nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengapresiasi sambutan legislator PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.
“Terima kasih Pak Ketut atas sambutan dan dukungan terhadap PWI Lampung untuk menyukseskan kick-off HPN dan Porwanas sekaligus pelaksanaan dua hajatan besar tahun depan,” ujarnya. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading