Connect with us

Lampung

Alhamdulillah, Hak Para Atlet Berprestasi Segera Ditunaikan

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akhirnya telah mentransfer bonus atlet peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua ke rekening KONI Lampung yang akan dibagikan ke para atlet Rabu (20/4/2022).

Selasa (19/4/2022), Pemprov Lampung sudah mentransfer dana hibah sebesar Rp15,4 miliar kepada KONI Lampung. “Untuk teknisnya, KONI yang mengatur penyerahan kepada para atlet,” kata Sekdaprov Fahrizal Darminto.

Dilansir dari PoskotaLampung. Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, M. Yusuf Barusman membenarkan telah menerima dana hibah untuk bonus atlet peraih medali PON XX Papua. “Kami akan mulai berikan kepada atletnya besok lewat transfer, tidak tunai,” kata Yusuf.

Ia juga mengungkapkan tidak hanya atlet yang akan menerima bonus tapi juga para pelatih. “Bonus kami berikan kepada pelatih secara bertahap,” katanya. Dari perolehan medali, Lampung menempati posisi 10 besar.

Perlu diketahui, pada PON XX Papua, 2 hingga 15 Oktober 2021, Provinsi Lampung mengirimkan 26 cabang olahraga (cabor) dan 7 cabor eksebisi. Medali yang dibawa pulang sebanyak 36 medali yang terdiri dari 14 emas, 10 perak, dan 12 perunggu.

Bonus yang diberikan untuk perorangan peraih medali emas Rp250 juta, peraih medali perak Rp100 juta, perunggu Rp50 juta. Peraih emas berpasangan Rp375 juta, perunggu Rp75 juta, emas Rp1,125 miliar, perak beregu Rp480 juta.

Terhitung bonus ini dibayarkan sudah enam bulan sejak dijanjikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Oktober tahun lalu. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Gubernur Lampung Soroti Peran Strategis Sumbagsel dalam Peta Pembangunan Nasional

Published

on

Alteripost Palembang – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang digelar di Griya Agung, rumah dinas Gubernur Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Kehadiran Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempererat sinergi dan kolaborasi antardaerah di wilayah Sumbagsel.

Usai kegiatan, Mirza mengapresiasi terselenggaranya ajang silaturahmi yang mempertemukan perantau dari lima provinsi di kawasan tersebut. Ia menilai, banyak tokoh asal Sumbagsel kini telah menempati posisi strategis di tingkat nasional.

“Ke depan, kita berharap tokoh-tokoh tersebut dapat berkontribusi lebih dalam mengejar ketertinggalan Sumbagsel agar semakin maju dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kawasan Sumbagsel secara menyeluruh.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat ikatan kultural masyarakat Sumbagsel yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.

“Keakraban dan kekerabatan ini diharapkan semakin nyata dalam langkah bersama membangun daerah, tanpa mengesampingkan wilayah lain di Indonesia,” kata Herman Deru.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti perlunya percepatan pembangunan di kawasan Sumbagsel yang dinilai mulai tertinggal dibanding wilayah lain seperti Indonesia Timur dan Kalimantan.

“Dulu kita unggul, tetapi sekarang pertumbuhan di wilayah lain sangat pesat. Karena itu, kita perlu memetakan potensi Sumbagsel secara bersama-sama,” katanya.

Ia mendorong lima provinsi di Sumbagsel untuk menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan guna mengoptimalkan potensi daerah dan mempercepat kemajuan kawasan.

Senada, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa dorongan untuk membangun daerah asal bukanlah bentuk primordialisme, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk berkontribusi.

“Kita memerlukan kesolidan untuk memanfaatkan akses kuat terhadap kebijakan nasional. Dalam kurun 2027–2029, ada peluang percepatan program strategis seperti pembangunan Tol Trans Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya sinergi kolektif antara tokoh nasional dan kepala daerah di Sumbagsel. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menghidupkan kembali semangat kejayaan maritim Sriwijaya dalam konteks pembangunan modern.

Momentum ini dinilai menjadi titik awal penguatan sinergi lintas daerah di Sumatera Bagian Selatan untuk menyelaraskan visi pembangunan, mengoptimalkan potensi bersama, serta mendorong percepatan kemajuan kawasan yang berdaya saing di tingkat nasional.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading