Lampung Selatan
Diresmikan Bupati Nanang, Pasar Kuliner Podomoro Desa Candimas Resmi Digunakan
NATAR Alteripost.co – Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto meresmikan Pasar Kuliner Podomoro, yang terletak di Desa Candimas, Kecamatan Natar. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Lampung Selatan, Sabtu (14/5/2022).
Nampak hadir dalam peresmian, para pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Camat beserta Uspika, Kepala Desa beserta aparatur, Tokoh masyarakat dan warga masyarakat Desa Candimas acara tersebut berlokasi di Dusun Candimas IV, RT 011, RW 005 Desa Candimas, Kecamatan Natar.
Nanang Ermanto mengatakan, Pasar merupakan tempat transaksi antara pedagang dengan pembeli. Yang mana, interaksi antar keduanya akan berdampak pada perputaran ekonomi pada suatu wilayah.
Oleh karenanya, Nanang meminta agar para pedagang maupun pengelola pasar lebih memperhatikan fasilitas umum, guna meningkatkan kenyamanan para pengunjung pasar. Dengan begitu, pembeli akan meningkat serta perekonomian masyarakat pun akan terus berkembang.
“Berdirinya Pasar Kuliner ini juga harus memperhatikan sarana dan prasarananya, harus dipersiapkan secara matang fasilitas seperti toilet, tempat sampah dan tempat parkirnya. Hal kecil seperti ini jangan dianggap sepele, karena ini bisa mengurangi pengunjung ketika mereka tidak merasakan kenyamanan,” ujar Nanang.
Selaku Pemerintah Daerah, Nanang menyatakan siap mendukung secara penuh kegiatan desa dalam upaya menggali potensi-potensi yang ada, dengan tujuan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat di desa itu sendiri.
Menurutnya, dengan adanya inovasi Pasar Kuliner Podomoro Desa Candimas dapat dijadikan sebagai langkah strategis oleh masyarakat, dalam memanfaatkan peluang bisnis pada sektor perdagangan.
“Desa harus berkreasi dan berinovasi untuk meningkatkan pendapatan asli desa, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di desa tersebut,” ujarnya.
Dikesempatan itu, tak lupa Nanang juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Desa Candimas dan seluruh pihak, yang telah turut andil dalam menyukseskan pembuatan Pasar Kuliner Podomoro.
Ia berharap, Pasar Kuliner yang baru diresmikan ini dapat difungsikan sebagaimana mestinya, serta masyarakat juga bisa menjaga kebersihan lingkungan pasar. Sehingga, masyarakat desa setempat dan para pembeli dapat merasa nyaman dan bersih.
“Gunakan Pasar ini sesuai dengan fungsinya, jaga terus kebersihan. Kalau Pasar Kuliner ini bersih, masyarakat sekitar, penjual dan pembeli juga nyaman,” katanya.
Sementara, Kepala Desa Candimas Andre Suwaldi dalam laporan nya mengatakan, pembuatan Pasar Kuliner Podomoro yang terletak di Dusun Candimas IV, RT 011, RW 005 Desa Candimas, terletak diatas lahan milik Pemerintah Desa dan atas prakasa bersama antara masyarakat dengan pemerintah desa Candimas serta biaya yang digunakan pun merupakan swadaya murni para aparatur desa dan masyarakat.(*).
Lampung Selatan
Bersama Bima Arya, Bupati Egi Tekankan Pentingnya Kepemimpinan dan Penguatan SDM
Alteripost Kalianda – Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.
Seminar tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.
Turut hadir sebagai pengulas buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.
Kegiatan dimoderatori Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.
Menurut Egi, negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.
Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.
“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.
Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.
Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” kata Bima.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.
Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

