Lampung
Bak Petir di Siang Bolong, Usai Disemprot Pansus LKPj, Kadis PMDT Diisukan Jadi Pj
Alteripost.co, Bandarlampung-
Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Provinsi Lampung kembali menggelar rapat pendapat dengan beberapa OPD terkait.
Dalam rapat yang tengah berlangsung, Rabu (18/04) Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Zaidirina beserta rombongan dikritik Ketua Pansus LKPj Noverisman Subing, tentang sedikit sekali ruang informasi di Dinas PMDT.
Ketua Pansus LKPj pun Nover menyebut, Dinas PMDT dengan istilah pelit informasi terhadap kegiatan yang telah dan sedang berjalan di Dinas tersebut.
“Tentang bagaimana perkembangan, pembangunan, serta kegiatan yang telah dan sedang berjalan di Dinas PMDT. Saya dapat informasi dari rekan-rekan media bahwa keran informasi di Dinas PMDT sangat tertutup,” celetuk Wakil Ketua Komisi III DPRD Lampung tersebut.
Bak Petir di Siang Bolong, kira-kira seperti itu lah perumpamaan yang tepat menggambarkan dinamika sosok yang bakal menjadi Pj Bupati, khususnya di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Usai disemprot Pansus LKPj, dalam rapat yang tengah berlangsung tersebut, Kadis PMDT Zaidirina diisukan bakal menjadi Pj Bupati Tubaba, menggantikan nama beken yang telah berkembang yakni Budi Darmawan.
Tentunya terkait dinamika yang ada, Gubernur Lampung disarankan perlu kembali melakukan evaluasi kepada Sosok-sosok yang diisukan bakal menjadi Pj Bupati.
Gubernur harus menunjuk sosok yang tepat dalam memimpin suatu daerah. Mengingat Pj Bupati adalah posisi yang sangat strategis, sehingga dalam proses penunjukkannya mesti dilakukan pertimbangan yang matang. (Gus)
Lampung
Pemprov Lampung Klaim Penanganan Kebakaran Terkendali dan Berhasil Cegah Api Masuk TN Way Kambas
Alteripost.co, Lampung Timur-
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung penanganan kebakaran yang terjadi di Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (23/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur bersama Kepala Balai TN Way Kambas, Bupati Lampung Timur, unsur TNI-Polri, BPBD, Forkopimda, serta jajaran terkait memantau kondisi di lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman dan mitigasi terus dilakukan.
Kebakaran diketahui terjadi sejak Jumat (21/8). Satu titik api sebelumnya telah berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8) malam. Namun, pada Minggu kembali terpantau muncul titik api di area ladang alang-alang yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Gubernur Mirza mengatakan, saat ini seluruh unsur terkait bergerak bersama untuk memastikan titik api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas menuju kawasan hutan TN Way Kambas.
“Alhamdulillah, tadi malam satu titik sudah berhasil dipadamkan oleh rekan-rekan di lapangan. Namun tadi siang muncul satu titik baru di area ladang alang-alang. Kita sedang melakukan mitigasi agar tidak terbawa ke hutan secara meluas,” ujar Gubernur Mirza.
Menurut Gubernur Mirza, kondisi titik api yang berada di area alang-alang dan dekat dengan sumber air membuat proses mitigasi relatif lebih mudah dilakukan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.
Gubernur Mirza mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan kebakaran, mulai dari TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, pengelola TN Way Kambas hingga unsur terkait lainnya.
“Kita bersatu padu menanggulangi kebakaran ini. Yang paling penting sekarang adalah memastikan api tidak meluas dan kondisi segera terkendali,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Mirza memastikan kondisi satwa di TN Way Kambas juga terus dipantau. Sebelas kelompok gajah liar yang terpantau berada pada jarak terdekat sekitar 25 kilometer dari titik kebakaran, sementara gajah yang berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) dalam kondisi aman dan tidak terdampak.
“Gajah-gajah yang ada di TNWK terus dimonitor. Untuk kelompok gajah liar, jarak terdekat sekitar 25 kilometer dari titik ini, sementara yang ada di PLG insyaallah aman dan tidak terdampak,” ujar Gubernur Mirza.
Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga terus mendorong langkah mitigasi jangka panjang melalui perlindungan kawasan, penataan kawasan, dan konservasi TN Way Kambas secara masif. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko kebakaran yang terjadi setiap tahun.
Gubernur Mirza menegaskan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan memastikan penanganan kebakaran berjalan hingga kondisi benar-benar aman.
“Kita terus melakukan mitigasi. Kita berdoa dan bekerja bersama agar kebakaran ini tidak meluas,” pungkasnya. (Rls)

