DPRD
Srikandi PDI-Perjuangan Serap Aspirasi Konstituen
Alteripost.co, Bandarlampung-
Jalan rusak dan banjir menjadi keluhan utama warga Kelurahan Kedaton. Hal ini diketahui saat Anggota DPRD Lampung Dapil Bandarlampung Kostiana melangsungkan giat reses menyerap aspirasi masyarakat Kelurahan setempat, Selasa (31/5).
Seperti yang disampaikan Kepala lingkungan Zainudin, bahwa di beberapa ruas jalan lingkungan setempat masih mengalami jalan rusak. Hal ini dibenarkan Herwan, bahwa jalan rusak terdapat di beberapa ruas jalan, seperti Gang Abdullah 2, Abdullah 4 maupun 6.
“Ketiga jalan ini cukup rusak dan Alhamdulillah sampai sekarang belum pernah diaspal bu,” keluhan Herwan di hadapan Kostiana.
Tak hanya jalan rusak, warga setempat juga mengeluhkan minimnya drainase. Dimana saat hujan, kerap kali daerah mereka digenangi air alias banjir.
Seperti yang diutarakan Slamet Cahyono, Kepala RT 013. “Di RT 13 dan 14 selalu banjir bu saat hujan lebat. Untuk itu, kami sangat berharap pemerintah membuat parit atau drainase di RT tersebut,” ucap Slamet.
Selain drainase, Slamet juga mengeluhkan bantuan tunai dari pemerintah yang menurutnya tidak tepat sasaran. “Bantuan sosial dari pemerintah ini kadang tidak tepat sasaran, yang sudah meninggal masih dapat, begitu pun yang sudah pindah rumah masih dapat. Malahan, para janda di tempat kami tidak dapat bantuan,” ceritanya.
Menanggapi keluhan-keluhan ini, Kostiana yang merupakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Lampung meminta kepada warga melalui para RT membuat proposal untuk mengusulkan perbaikan jalan rusak.
“Soal bantuan tidak tepat sasaran, rasanya bukan hanya di lingkungan sini saja, tetapi semua daerah sepertinya. Sebab, kemungkinan data penerima tidak diperbaharui,” jelasnya.
Untuk itu, dirinya meminta kepada para warga untuk mengawal langsung pendistribusian bantuan tersebut bersama dengan pendamping PKH agar tepat sasaran.
“Sedangkan soal drainase, sebelumnya sudah kita usulkan di dua titik, gang pertama dan jalan mawar. Insya Allah segera terealisasi. Sebab, ini sudah menjadi tugas kita sebagai wakil rakyat,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kostiana juga memberikan bantuan satu unit speaker kepada salah satu RT yang nantinya dipergunakan untuk majlis Taklim. (*)
DPRD
DPRD Lampung Minta Penggunaan Jebakan Tikus Berlistrik Dihentikan Setelah Makan Korban Jiwa
Alteeipost Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua warga Dusun Rejomulyo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, yang diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus di area persawahan.
Korban diketahui bernama Enok (63) dan anaknya, Darmi (35). Keduanya ditemukan meninggal dunia pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Berdasarkan informasi yang beredar, keduanya diduga tersengat aliran listrik yang dipasang sebagai jebakan tikus di sawah milik Edi Apriawan alias Juna (41).
Mikdar Ilyas menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus karena berisiko tinggi membahayakan keselamatan manusia.
“Atas nama Komisi II DPRD Provinsi Lampung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Mikdar, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, meskipun pemilik sawah mengetahui adanya aliran listrik yang dipasang, masyarakat atau orang lain yang melintas belum tentu mengetahui keberadaan jebakan tersebut sehingga berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Karena itu kami mengimbau seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus. Cara seperti ini sangat berbahaya dan berisiko memakan korban,” tegasnya.
Mikdar menjelaskan, pemerintah melalui Dinas Pertanian telah menyediakan alternatif pengendalian hama tikus berupa bantuan obat pembasmi tikus. Bantuan tersebut dapat diakses melalui Dinas Pertanian kabupaten dengan berkoordinasi bersama Dinas Pertanian Provinsi Lampung.
Ia mendorong para petani, terutama yang membutuhkan dan kurang mampu, agar memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga tidak lagi menggunakan metode yang membahayakan keselamatan.
“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Ada bantuan obat pembasmi tikus yang memang disiapkan pemerintah untuk membantu petani, terutama yang kurang mampu,” katanya.
Di sisi lain, Mikdar mengakui serangan hama tikus saat ini menjadi persoalan yang dikeluhkan petani di berbagai daerah di Lampung. Menurutnya, masalah tersebut akan menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Provinsi Lampung.
“Kami banyak menerima keluhan dari petani padi, jagung hingga singkong. Serangan tikus sudah sangat luar biasa dan ini akan kami bahas bersama dinas terkait, termasuk dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.
Ia juga memastikan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Fraksi Gerindra di DPR RI agar diteruskan kepada Kementerian Pertanian. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat program pengendalian hama tikus sehingga mampu mencegah gagal panen sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
“Masalah hama tikus ini tidak bisa dianggap sepele. Dampaknya besar terhadap hasil panen petani dan target ketahanan pangan. Karena itu perlu penanganan yang serius dari semua pihak,” pungkasnya.(*)

