Connect with us

DPRD

Srikandi Gerindra Lampung Ajak Kaum Milenial Tangkal Paham Radikal dan Tingkatkan Kreativitas

Published

on

Foto: Wakil Ketua I DPRD Lampung Elly Wahyuni saat melangsungkan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

 

Alteripost.co, Metro-
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, daerah pilihan (Dapil) III Kota Metro, Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Pringsewu, Hj. Elly Wahyuni, SE, MM, menggelar sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, berlangsung di Aula Pesantren Wirausaha Payungi Kota Metro dan Aula Kelurahan Tejosari Metro Timur, Jum’at (17/6/2022) kemarin.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, Elly Wahyuni, SE, MM, menyampaikan giat tersebut digelar dengan tujuan, untuk meningkatkan kesadaran para kaum milenial ataupun masyarakat umum, tentang ideologi Pancasila dan wawasan terkait kebangsaan.

“Giat tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran kaum milenial tentang wawasan kebangsaan, dengan harapan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan,” ungkapnya.

Srikandi dari Gerindra Lampung itu juga menambahkan, seiring semakin majunya era digital saat ini, maka pihaknya juga menegaskan untuk tidak melupakan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, sehingga masyarakat dapat terdorong dalam kehidupan rukun dan sejahtera.

Mengingat, zaman semakin maju di era digital seperti ini, maka jangan sampai pemahaman ideologi Pancasila dan wawasan soal kebangsaan malah pudar, bahkan terlupakan. Terutama generasi muda, yang saat ini telah mengalami degradasi.

“Karena semua nilai-nilai tersebut dapat diaplikasikan dalam masalah ekonomi, bergotong-royong, sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga, lalu dapat membentuk komunitas-komunitas yang sesuai potensinya masing-masing, bagi emak-emak dan apalagi kaum milenial di daerah Kota Metro ini,” kata Mami Elly sapaan akrabnya.

Dharma Setyawan, selaku Penggerak Payungi Kota Metro, menerangkan bahwa Pancasila tidak hanya untuk dihafalkan saja, tetapi juga harus diterapkan.

“Tidak hanya dihafalkan saja, tetapi juga dilaksanakan. Seperti contohnya di dalam payungi sendiri, saya mendorong tentang bagaimana para warga untuk bergerak di dalam bidang ekonomi, yakni UMKM. Bergotong-royong, bersama-sama membuka peluang untuk maju secara mandiri, semua itu tergerak karena diantaranya mengedepankan nilai-nilai dan makna dari Pancasila itu sendiri,” tuturnya.

Ia juga menceritakan secara singkat, sejarah terdirinya Payungi, yakni Pasar Yosomulyo Pelangi. Dengan sekuat tenaga, meyakinkan para warga untuk percaya diri bergerak dalam bidang ekonomi itu.

“Pada awalnya para warga itu sangat sulit sekali untuk diajak bergerak. Tetapi pada akhirnya, dengan keyakinan dan ketangguhan semangat yang sudah tertanam dari para warga, sehingga Alhamdulillah bersyukur sekali, selama kurang lebih tiga setengah tahun ini Payungi mencapai omsetnya di angka enam miliiaran. Karena itu, mari kita bersatu dan sama-sama untuk maju. Dengan mensatukan apapun kemampuan dan skill yang dimiliki dari para warga. Belakangan ini juga kami di Payungi, telah mendirikan Payungi University, Sekolah Desa, Sekolah Perempuan, Sekolah Seni Payungi, Sekolah Kampung Bahas Inggris, Sekolah Media Digital dll, dengan mengedepankan pelatihan skill yang ingin dikuasai,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Provinsi Lampung, Abdul Rohman Wahid. Dirinya mengajak, para milenial hingga para emak-emak untuk dapat meningkatkan rasa kebangsaan dan menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Ayo para milenial, bapak, emak-emak yang hadir ini untuk bersatu dalam membantu penerapan nilai-nilai pancasila di ruang keluarga hingga lingkungan sekitar. Contohnya mengingatkan anak-anaknya yang masih sekolah untuk hikmat saat upacara bendera, atau bisa juga bergotong-royong di bidang UMKM dengan warga sekitar, dan masih banyak lainnya,” tambah Wahid. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD

DPRD Lampung Minta Penggunaan Jebakan Tikus Berlistrik Dihentikan Setelah Makan Korban Jiwa

Published

on

Alteeipost Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua warga Dusun Rejomulyo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, yang diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus di area persawahan.

Korban diketahui bernama Enok (63) dan anaknya, Darmi (35). Keduanya ditemukan meninggal dunia pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Berdasarkan informasi yang beredar, keduanya diduga tersengat aliran listrik yang dipasang sebagai jebakan tikus di sawah milik Edi Apriawan alias Juna (41).

Mikdar Ilyas menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus karena berisiko tinggi membahayakan keselamatan manusia.

“Atas nama Komisi II DPRD Provinsi Lampung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Mikdar, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, meskipun pemilik sawah mengetahui adanya aliran listrik yang dipasang, masyarakat atau orang lain yang melintas belum tentu mengetahui keberadaan jebakan tersebut sehingga berpotensi menimbulkan korban jiwa.

“Karena itu kami mengimbau seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus. Cara seperti ini sangat berbahaya dan berisiko memakan korban,” tegasnya.

Mikdar menjelaskan, pemerintah melalui Dinas Pertanian telah menyediakan alternatif pengendalian hama tikus berupa bantuan obat pembasmi tikus. Bantuan tersebut dapat diakses melalui Dinas Pertanian kabupaten dengan berkoordinasi bersama Dinas Pertanian Provinsi Lampung.

Ia mendorong para petani, terutama yang membutuhkan dan kurang mampu, agar memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga tidak lagi menggunakan metode yang membahayakan keselamatan.

“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Ada bantuan obat pembasmi tikus yang memang disiapkan pemerintah untuk membantu petani, terutama yang kurang mampu,” katanya.

Di sisi lain, Mikdar mengakui serangan hama tikus saat ini menjadi persoalan yang dikeluhkan petani di berbagai daerah di Lampung. Menurutnya, masalah tersebut akan menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Provinsi Lampung.

“Kami banyak menerima keluhan dari petani padi, jagung hingga singkong. Serangan tikus sudah sangat luar biasa dan ini akan kami bahas bersama dinas terkait, termasuk dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.

Ia juga memastikan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Fraksi Gerindra di DPR RI agar diteruskan kepada Kementerian Pertanian. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat program pengendalian hama tikus sehingga mampu mencegah gagal panen sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

“Masalah hama tikus ini tidak bisa dianggap sepele. Dampaknya besar terhadap hasil panen petani dan target ketahanan pangan. Karena itu perlu penanganan yang serius dari semua pihak,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading