Bandar Lampung
Walikota Eva Dwiana Menghadiri Acara Peringatan HUT Dewa Zhi Gao Thay Pak Vihara Ciang Cin Miao
Alteripost.co Bandar Lampung – Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Zhi Gao Thay Pak di Kelenteng Senapati atau TITD Vihara Ciang Cin Miao Panjang. Senin (4/7/2022).
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung sudah menetapkan Kelenteng Senapati atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Vihara Ciang Cin Miao sebagai obyek wisata religius umat Buddha dalam Perda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2022-2025. Ungkap Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Walikota Bandar Lampung berpesan kepada pengurus dan umat, sebagai salah satu kelenteng tertua di Kota Bandar Lampung agar bisa terus menjaga kelestarian bangunan sejarahnya. Ujarnya.
Walikota Eva juga menambahkan, selain di Kelenteng Senapati dirinya juga akan menghadiri acara peringatan HUT Dewa Zhi Gao Thay Pak di sejumlah kelenteng di Kota Bandar Lampung. Tuturnya.
Hadir mendampingi Walikota Bandar Lampung, Plh. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Kesbangpol, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Camat Panjang. (*).
Bandar Lampung
Eva Dwiana Terima Penghargaan Creative Financing, Bandar Lampung Jadi Percontohan
Alteripost Sumatra Selatan – Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada Sabtu, 25 April 2026, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada Bandar Lampung sebagai juara pertama kategori creative financing tingkat kota.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Tito Karnavian kepada Wali Kota Eva Dwiana dalam sebuah seremoni yang digelar di wilayah Sumatra Selatan.
Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas kinerja Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan inovasi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penilaian dilakukan melalui berbagai indikator, mulai dari efektivitas program, transparansi pengelolaan anggaran, hingga keberhasilan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bandar Lampung dinilai mampu menunjukkan konsistensi dalam menjalankan program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung. Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus bekerja demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Eva Dwiana.
Dalam sambutannya, Eva Dwiana juga menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah dan dukungan masyarakat. Ia menyebut, inovasi pembiayaan yang dilakukan tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan, tetapi juga memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kami akan terus memperkuat inovasi, meningkatkan transparansi, serta memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran. Pembangunan yang kami lakukan harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk tidak berpuas diri atas penghargaan tersebut. Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin kompleks sehingga diperlukan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen yang kuat.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi awal untuk bekerja lebih baik lagi. Kami ingin Bandar Lampung menjadi kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Selain itu, keberhasilan ini juga tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai berhasil menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kemendagri berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Bandar Lampung pun menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan mempertahankan capaian positif yang telah diraih. Dengan penghargaan ini, Bandar Lampung semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah progresif yang mampu menjadi contoh dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.(*)

