Connect with us

Lampung Selatan

Bupati Nanang Ermanto Sambut Baik Hadirnya Road Show Bus KPK 2022

Published

on

Alteripost.co Kalianda – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto menghadiri pembukaan kegiatan Road Show Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2022 “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” di Kabupaten Lamsel. Selasa ( 27/09/2022).

Bertempat Aula Rajabasa, Setdakab Lamsel acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Guntur Kusmeiyano selaku Kepala Sekretariat Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat serta jajaran Kepala Perangkat Daerah dan Forkopimda di Kabupaten Lamsel.

Diketahui, Roadshow Bus KPK berlangsung di 9 Kabupaten/Kota di 3 Provinsi, yakni Lampung, Banten dan Sumatera Selatan dalam periode September-Oktober 2022. Dimana, Kabupaten Lamsel merupakan Kabupaten/Kota ke-6 dalam perjalananan Bus KPK dan akan berlangsung 27-28 September 2022.

Bupati Nanang Ermanto mengaku sangat mengapresiasi dan menyambut baik atas kehadiran Bus KPK dan seluruh rangkaian program kegiatannya di Kabupaten Lamsel. Selaku Pimpinan Daerah, saya menyampaikan dukungan atas terselenggaranya Road Show Bus KPK “Jelajah Negeri, Bangun Anti Korupsi” Tahun 2022, yang pada hari ini tiba di Kabupaten Lamsel.

Dirinya juga mengungkapkan, dengan hadir Road Show Bus KPK di Kabupaten Lampung Selatan akan menjadi salah satu strategi dan kampanye edukatif tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi sekaligus membangun budaya anti korupsi di Kabupaten Lampung Selatan.

“Saya berharap dengan kehadiran Bus KPK langsung ke tengah-tengah masyarakat, dapat memberikan edukasi antikorupsi dan nilai-nilai integritas dengan cara yang menarik dan menyenangkan,” ungkapnya.

Adapun dalam kegiatan Road Show Bus KPK ini, H. Nanang Ermanto juga berharap seluruh rangkaian kegiatan roadshow Bus KPK di Kabupaten Lampung Selatan dapat menumbuhkan kesadaran bagi seluruh ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah agar tidak terjebak di dalam perbuatan korupsi pada saat mengelola anggaran di Dinas instansinya masing-masing.

“Oleh karena itu, dengan adanya Roadshow Bus KPK Tahun 2022 ini, diharapkan akan membangun sinergitas dan kaloborasi dengan pemerintah Lampung Selatan dalam berbagai program-program KPK, sehingga isu-isu pemberantasan korupsi dapat benar-benar hadir secara nyata ditengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Guntur Kusmeiyano selaku Kepala Sekretariat Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat mengucapkan terimakasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah membantu mempersiapkan lancar kegiatan Road Show Bus KPK 2022 di Kabupaten Lampung Selatan.

Dirinya juga mengatakan, kegiatan Road Show Bus KPK ini merupakan upaya pemberantasan korupsi melalui bidang pendidikan dengan melakukan pendekatan menggunakan media edukasi. Dengan cara ini diharapkan dapat membuat seseorang yang ingin melakukan korupsi dapat teratasi.

“KPK sendiri menyebutnya Tri Sula atau 3 strategi pencegahan korupsi yakni melalui media pendidikan, pencegahan dan terakhir penindakan,” ucapnya.

Oleh karenanya, Guntur Kusmeiyano mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk bersama mendoktrin dalam membentuk generasi penerus di masa yang akan datang melalui dunia pendidikan di Indonesia untuk menjadi garda terdepan pembentukan karakter integritas tersebut.

“Pendidikan karakter, disiplin, kerja keras, jujur, dan berintegritas itu yang harus ditanamkan ke anak-anak kita. Saya yakin kalau itu terjadi, maka kita bisa keluar dari negara yang tingkat korupsinya tinggi. Kita ingin masyarakat kita cerdas dan kesejahteraan meningkat,” ajaknya.

Untuk itu, Sekretariat Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat tersebut berharap dengan seluruh rangkaian kegiatan Roadshow Bus KPK selama 2 hari di Kabupaten Lampung Selatan dapat memberikan keberlanjutan edukasi antikorupsi untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.

“Saya titipkan kepada Pak Bupati dan seluruh Forkopimda serta camat dan kepala desa agar Lampung Selatan menjadi lebih lebih baik. Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Bus KPK semoga Bapak/Ibu serta masyarakat dapat mengambil banyak manfaat dalam kegiatan Road Show Bus KPK 2022 “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” di Kabupaten Lampung Selatan,” pungkasnya.

Diakhir acara pembukaan tersebut, dilakukan pemukulan gong oleh Guntur Kusmeiyano Kepala Sekretariat Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat sebagai tanda resmi dibukanya kegiatan Road Show Bus KPK 2022 “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” di Kabupaten Lampung Selatan. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Gubernur Mirza dan Bupati Egi Apresiasi Inovasi Pakan Mandiri Pembudidaya Ikan

Published

on

Alteripost Lampung Selatan – Pemanfaatan bahan baku lokal untuk pembuatan pakan ikan secara mandiri menjadi salah satu upaya meningkatkan keuntungan dan kemandirian pembudidaya ikan di Lampung. Inovasi yang dikembangkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, mampu menekan biaya pakan hingga 50 persen dibandingkan pakan pabrikan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi inovasi tersebut saat menghadiri panen raya ikan patin Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, kreativitas dan kemauan pembudidaya untuk mengembangkan usaha menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Gubernur menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi pembudidaya ikan adalah tingginya biaya produksi, terutama untuk pembelian pakan. Kondisi ini turut memengaruhi tingkat keuntungan usaha budidaya perikanan, yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perikanan budidaya yang masih berada di bawah angka 100.

Padahal, berbagai bahan baku untuk pembuatan pakan tersedia di daerah, seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin. Dengan mengoptimalkan potensi tersebut, pembudidaya dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan sekaligus menekan pengeluaran usaha.

“Bapak bisa ambil jagung sendiri, Bapak bisa memadukan sendiri, dicampur POC sendiri, tanam sendiri, panen sendiri, harganya jadi lebih baik, untungnya lebih banyak. Jadi, yang penting ternyata bukan padinya, bukan jagungnya, bukan bungkil sawitnya, bukan POC-nya. Yang penting adalah kreativitas Bapak-Bapak sekalian untuk bangkit,” ujar Gubernur.

Melalui formulasi pakan mandiri yang dikombinasikan dengan pupuk organik cair (POC), Pokdakan Jaya Mandiri Lestari mampu memproduksi pakan dengan biaya sekitar Rp5.000 per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pakan pabrikan yang berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Efisiensi tersebut berpotensi menurunkan harga pokok produksi pembesaran ikan patin dan meningkatkan margin keuntungan pembudidaya. Berdasarkan estimasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, panen dapat mencapai 18,7 ton per kolam, dengan potensi keuntungan bersih sekitar Rp10.000 per kilogram ikan.

Gubernur menegaskan, praktik budidaya yang efisien dan berbasis potensi lokal tersebut perlu diperluas agar semakin banyak pembudidaya memperoleh manfaat serupa. Ia secara khusus meminta Pokdakan Jaya Mandiri Lestari bersama dinas terkait menjadikan lokasi budidaya tersebut sebagai pusat pembelajaran bagi pembudidaya ikan di Lampung Selatan.

“Kumpulkan semua petani budidaya ikan se-Lampung Selatan ke sini untuk belajar melihat kreativitas Bapak. Balik ke desanya, balik ke kampungnya, balik ke kolamnya, mereka akan buat pakan ikan sendiri,” instruksi Gubernur.

Selain memperkuat efisiensi produksi, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong perluasan akses pasar agar hasil budidaya ikan masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan. Salah satu peluang yang dikembangkan adalah kemitraan dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Gubernur, masih terdapat pembudidaya ikan yang belum memiliki akses langsung ke dapur MBG. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berupaya membuka jalur kemitraan yang memungkinkan pembudidaya lokal memasarkan hasil produksinya secara lebih luas.

“Bapak nanti kalau mau langsung jual ke MBG bisa. Saya cek ternyata banyak petani-petani budidaya kita ini ikannya belum dapat akses ke dapur. Maka kami, Bupati Egi, ini ditugaskan bagaimana membuka akses sebesar-besarnya bagi petani-petani seperti Bapak langsung masuk ke dapur,” tambahnya.

Gubernur menilai, penguatan produksi dari hulu dan perluasan pasar di hilir perlu berjalan beriringan. Dengan biaya produksi yang lebih efisien dan akses pemasaran yang semakin terbuka, usaha budidaya ikan diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendampingi pengembangan sektor perikanan di Lampung, termasuk melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengapresiasi perkembangan usaha budidaya ikan yang dijalankan masyarakat. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan penghalang untuk membangun kegiatan ekonomi produktif apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

Bupati Egi menyebut usaha budidaya ikan yang dirintis masyarakat sejak 2019 menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat dioptimalkan menjadi sumber penghasilan keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

“Panen raya hari ini adalah bukti bahwa usaha perikanan rakyat mampu menggerakkan ekonomi dan menyejahterakan keluarga. Dengan segala keterbatasan, dengan segala hal yang dimiliki, lahan yang ada mampu dioptimalkan menjadi ruang-ruang ekonomi yang bertumbuh,” ujar Bupati Egi.

Ia juga mendorong pembudidaya untuk mengembangkan hilirisasi produk perikanan agar tidak hanya menjual ikan dalam kondisi segar, tetapi juga menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Bupati Egi mencontohkan pengembangan hilirisasi di Kampung Nelayan Merah Putih, Kecamatan Ketapang. Melalui pengolahan ikan menjadi produk fillet dan penyimpanan menggunakan cold storage, nilai jual komoditas dapat meningkat dari kisaran 700 menjadi 2.000, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, pengembangan produk olahan perlu menjadi bagian dari strategi penguatan sektor perikanan agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Perwakilan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Sariman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan yang menunjang aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

Ia mengatakan, perbaikan jalan provinsi dan kabupaten memberikan manfaat bagi petani serta pembudidaya ikan, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

“Terima kasih atas terbangunnya jalan provinsi dan jalan kabupaten yang dulunya jalan jalur dua Kota Baru sempat vakum. Alhamdulillah setelah ada gubernur baru dan bupati baru bisa terlaksana dengan lancar. Alhamdulillah masyarakat bisa menikmati,” ujar Sariman.

Sariman juga menjelaskan, pembinaan yang diberikan kepada anggota kelompok membantu meningkatkan kemampuan pembudidaya, termasuk anggota yang baru memulai usaha. Pokdakan Jaya Mandiri Lestari saat ini beranggotakan 10 orang.

Salah satu anggota yang masih pemula mampu membudidayakan 5.000 benih ikan patin selama enam bulan dan menghasilkan sekitar 2,3 ton ikan saat panen.

Selain mengembangkan usaha produktif, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari turut menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan hasil perikanan kepada balita, ibu hamil, serta anak-anak yatim piatu di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut menjadi bentuk partisipasi kelompok dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan upaya penanganan stunting.

Melalui pengembangan inovasi pakan mandiri, perluasan akses pasar, dan penguatan hilirisasi, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong sektor perikanan budidaya menjadi salah satu penggerak ekonomi desa yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading