Lampung
Gubernur Arinal: KNPI Sebagai Wadah Pemuda, Mesti Torehkan Karya
Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendukung DPD KNPI Lampung membantu pemerintah dalam mencetak generasi penerus bangsa yang kreatif dan inovatif serta berdaya saing.
Hal itu ditegaskan Gubernur yang juga senior KNPI Lampung itu saat menerima audiensi jajaran pengurus DPD KNPI Lampung di Mahan Agung, Senin, (3/10/22).
“Pemuda itu harus kreatif, harus mempunyai daya juang. KNPI sebagai pemuda, calon pemimpin masa depan harus menjunjung tinggi intelektualitas. Kalian sudah memiliki modal itu, maka jaga lah,” ujar orang nomor satu di Bumi Ruwa Jurai itu.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengisahkan pengalamannya saat menjadi aktivis kampus hingga di KNPI. Bahkan, Gubernur merupakan salah satu pelopor berdirinya kantor DPD KNPI Lampung di Jalan Pramuka, yang saat ini menjadi kantor Direktorat Lalulintas Polda Lampung.
“Kader KNPI harus negarawan, tapi otaknya harus ahli dibidang strategi, baru bisa bicara. Kalau tidak ya manut-manut. Saya hanya mengingatkan maksimalkan kesempatan yang ada, karena tidak semua orang bisa menjadi ketua dan pengurus KNPI,” tegas mantan Sekda Provinsi Lampung itu.
Selanjutnya, Arinal juga meminta KNPI memiliki keberanian dalam memecahkan masalah ekonomi, sosial, dan politik. Menjelang tahun politik, ia pun meminta KNPI turut menjaga iklim kondusif.
Gubernur juga memastikan siap mendukung program kerja KNPI Lampung dalam bersinergi mewujudkan Lampung yang berjaya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Lampung Iqbal Ardiansyah menyampaikan terkait persiapan pelantikan pengurus DPD KNPI Lampung periode 2022-2025 dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang akan digelar pada 13 Oktober mendatang.
“Komposisi kepengurusan telah terbentuk dan pelantikan akan digelar pada 13 Oktober mendatang di Swissbell Hotel,” ujar Bung Iqbal, sapaan akrabnya.
Ia menegaskan pihaknya siap mensinergikan program dalam rangka mempersiapkan generasi muda Lampung yang kreatif dan inovatif serta mandiri dari sisi ekonomi.
“KNPI Lampung siap bersinergi dalam menciptakan pemuda kreatif demi mewujudkan Lampung yang berjaya,” tegas Bung Iqbal. [Rls)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

