Lampung Selatan
Ada Aroma Kerugian Negara di Proyek 1,2 Miliar Milik DPU Lamsel, APH Didesak Bertindak!
Alteripost.co, Lampung Selatan-
Proyek fisik pelebaran jalan dengan bahu jalan diperkeras di ruas Karang Sari – BTS Bandarlampung, Kecamatan Jati Agung milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Lampung Selatan (Lamsel) kembali menuai sorotan, kali ini datang Ketua LSM Tim Monitoring PEnyimpangan dan Korupsi Provinsi Lampung Mailudin, Rabu (02/11/2022).
Udin sapaan akrabnya menuturkan, proyek yang baru seumur jagung selesai dikerjakan tapi sudah mengalami beberapa kerusakan di beberapa ruasnya, tentu dalam proses pengerjaannya tidak maksimal saat dikerjakan.
“Ya kalau itu dikerjakan sesuai dengan RAB, tidak mungkin baru selesai dikerjakan tapi sudah mengalami beberapa kerusakan di ruas jalan tersebut. Maka saya menduga ada aroma kerugian negara pada kegiatan 1,2 Miliar milik DPU Lamsel,” tegasnya.
Atas dasar tersebut, Udin mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) baik Kejati dan Polda untuk mengambil sikap terkait pekerjaan 1,2 Miliar milik DPU Lamsel yang tercium adanya aroma kerugian negara.
“Segera ambil sikap, kita ingin terciptanya birokrasi yang sehat dan bersih. Sehingga praktik yang tidak dibenarkan hukum ya harus segera ditindaklanjuti. Jika dicermati dan diamati kerjaan yang baru selesai dikerjakan tapi sudah rusak pasti diduga adanya aroma kerugian negara, jadi di situ ada pintu masuk untuk APH mengambil tindakan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, keluhan dari masyarakat setempat terkait proyek fisik pelebaran jalan dengan bahu jalan diperkeras di ruas Karang Sari – BTS Bandarlampung, Kecamatan Jati Agung. Hal tersebut terungkap saat awak media melakukan investigasi di lokasi pengerjaan, Senin (31/10/2022).
Salah satu warga sekitar bernama Muhkdi mengatakan, jalan tersebut belum lama dikerjakan, kira-kira sekitar tiga bulan yang lalu tapi kondisi saat ini proyek yang baru seumur jagung tersebut sudah mengalami beberapa kerusakan dengan tingkat sedang dan parah.
“Belum lama dikerjain, sekitar tiga bulan yang lalu, pengerjaannya juga dilakukan malam hari. Tapi kondisi saat ini sudah banyak yang mengalami kerusakan, ada yang retak sampai berlubang dengan diameter lubang yang cukup lebar,” ujar dia.
Ia pun prihatin dengan kondisi jalan tersebut, mengingat ruas ini cukup ramai dilalui pengendara Roda Dua (R2) maupun Roda Empat (R4). Dirinya juga meminta supaya jalan tersebut dapat segera diperbaiki supaya tidak membahayakan masyarakat yang melaluinya.
“Kalau bisa segera diperbaiki lah mas, kasian pengendara motor dan mobil yang melalui jalan ini. Takutnya tergelincir dan menyebabkan kecelakaan, ini yang harus kita antisipasi,” harapnya.
Saat dikonfirmasi Selasa, (01/11/2022) melalui Short Message Service (SMS) ke nomor ponselnya 0811-7952-XX perihal tersebut, Kadis DPU Lamsel Hasbi tak memberikan tanggapan.
Saat dikonfirmasi ihwal yang sama melalui SMS ke nomor ponselnya 0822-7978-00XX, Kabid Bina Marga DPU Lamsel Hasan, juga tak memberikan tanggapan.
Perlu diketahui, proyek fisik pelebaran jalan dengan bahu jalan diperkeras di ruas Karang Sari – BTS Bandarlampung, Kecamatan Jati Agung, dimenangkan CV Rafandra Perdana dengan nilai kontrak 1.197.287.733.96, serta waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender kerja. (Gus)
Lampung Selatan
Pemkab Lampung Selatan Gandeng DAMRI, Rute Kalianda-Jakarta Kembali Dibuka
Alteripost Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.
Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.
Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.
Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.
Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.
Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.
Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.
Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.
Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.
Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).
Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).
Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.
Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.
“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.
Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.(*)

