Bandar Lampung
Walikota Eva Dwiana Menghadiri Acara Gemapatas
Alteripost.co Bandar Lampung – Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana menghadiri Acara GEMAPATAS (Gerakan Masyarakat Pasang Tanda Batas) Satu Juta Patok Serentak di Seluruh Wilayah Indonesia, dan menjadi catatan pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang dilaksanakan oleh Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung. Jum’at (03/02/2023).
Pada acara tersebut, Walikota Bandar Lampung juga menyempatkan diri untuk melakukan pemasangan patok secara simbolis bersama dengan FORKOPIMDA Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang dilaksanakan diKelurahan Beringin Jaya Kecamatan Kemiling Bandar Lampung, juga serentak dilaksanakan di 33 Provinsi di Indonesia.
Dengan mengusung tema ‘Pasang Patok, Anti Cekcok, Anti Caplok’, gerakan ini bertujuan untuk pengamanan aset serta menjamin kepastian batas bidang tanah, dan merupakan kewajiban masyarakat sebelum mendaftarkan tanahnya agar proses pembuatan Sertifikat dapat dengan mudah dan cepat. Pemasangan patok tanah warga juga harus dengan persetujuan pemilik tanah yang berbatasan.
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana berharap, dengan diadakannya kegiatan ini tidak ada lagi kehilangan lokasi tanah atau cekcok antar warga terkait batas tanah yang dimiliki.
“Pemasangan patok tanah ini menjadi dasar pengamanan aset. Melalui program gerakan masyarakat pasang tanda batas (Gemapatas), Bunda berharap tak ada lagi permasalahan tanah di Kota Bandar Lampung”. Pungkas Bunda Eva Sapaan akrabnya.(*).
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

