Connect with us

Berita Utama

Rekam Kejadian Represif Saat Pengamanan Aksi, Jurnalis Fajar Sumatera Diintimidasi

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Salah satu wartawan diduga mendapatkan intimidasi dari Aparat Penegak Hukum (APH) atau pihak pengamanan,saat meliput aksi unjuk rasa Aliansi Lampung Memanggil di lingkungan DPRD Provinsi Lampung.

Wartawan Fajar Sumatera, Agung Kurniawan, mengaku bahwa dirinya di kelilinggi beberapa oknum Polisi, diakibatkan merekam sebuah kejadian represif berupa pemukulan yang dilakukan aparat kepada mahasiswa yang ditangkap oleh anggota yang sedang mengamankan kegiatan aksi.

“Ramai yang mengelilingi saya dan ada yang bilang, pukul aja kalau tidak mau menghapus video itu,” kata agung kepada media ini, Kamis (30/03/2023).

Untuk itu, kata Agung yang biasa meliput dilingkungan DPRD Lampung tersebut, dirinya terpaksa menghapus video tersebut karena merasa mendapatkan intimidasi, serta ancaman pada saat kejadian.

“Ada beberapa oknum polisi yang mau merebut handphone saya, saya bilang ini handphone – handphone saya, gak usah ngerampas, ini hak saya, kalau mau minta dihapus sabar, bisa bicara baik – baik, saya ini dari media pak,” ungkapnya

Selain itu, sambung Agung, setelah di kelilingi oleh polisi yang meminta hapus video itu, beberapa rekan media yang bisa bersamanya mencoba melerai bahwa ini adalah seorang jurnalis .

“Waktu saya dikelilingi oknum polisi itu, kawan saya datang dedi dari medialampung. Id dan harian kandidat virgo bilang santai pak ini kawan saya, ” tandasnya

Perlu diketahui, bagi seseorang yang dengan sengaja menghalangi wartawan menjalankan tugasnya dalam mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”pungkasnya. (rls/Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Mirza: Jadikan Momentum HUT RI ke-78 Untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045

Published

on

Foto: (kiri) Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) Ketua DPD Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua DPD Partai Gerindra Lampung H. Rahmat Mirzani Djausal mengajak segenap elemen bangsa, terutama generasi milineal dan generasi Z, untuk menjadikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) sebagai momentum menyongsong Indonesia Emas pada 2045.

Menurut Mirza, sapaan akrabnya, generasi milineal dan generasi Z akan menjadi penggerak utama Indonesia ketika berusia 100 tahun pada 2045.

“Seperti apa Indonesia dan perannya di dunia sangat ditentukan oleh anak-anak muda sekarang, karena mereka nanti yang akan jadi pemimpin di berbagai bidang, saat Indonesia berusia 100 tahun,” kata Mirza sapaan akrabnya, Kamis (17/8/2023).

Mirza juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemangku kebijakan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) generasi milenial yang menjadi bonus demografi Indonesia.

“Bonus demografi yang dialami Indonesia ini hanya akan berkah, jika SDM kita berkualitas, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman dan sejajar dengan negara di berbagai belahan dunia. Hendaknya bonus demografi ini menjadi berkah, bukan musibah,” kata Mirza, yang juga mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Lampung itu.

Sektor pendidikan yang menghasilkan para wirausahawan, kata Mirza, menjadi kunci bagi pembentukan karakter para pemimpin di era Indonesia emas. Itu sebabnya, Partai Gerindra, dalam berbagai program menjadikan pendidikan sebagai program utama dalam memperjuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APNN) dan Aanggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Lanjut Mirza, Partai Gerindra, turut mendukung kebijakan pemerintah yang pada 2023 mengalokasikan anggaran pendidikan yang dikucurkan dari pembiayaan APBN mencapai Rp612,2 triliun.

Pembiayaan itu, merupakan paling tinggi sepanjang sejarah. Ini merupakan salah satu komitmen Pak Prabowo untuk melanjutkan program Presiden Jokowi dalam mengawal anak-anak muda kita mempersiapkan Era indonesia emas 2045 mendatang.

Selain itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung tersebut kembali mengajak untuk menjadikan peringatan HUT ke-78 RI ini diorientasikan merajut semangat kebangsaan yang menjadi modal kemerdekaan. Merajut semangat kebangsaan ini, menjadi sangat penting di tengah tahun politik dan menyongsong Pemilu 14 Februari 2024.

“Saat ini, diakui atau tidak masyarakat kita terbelah dalam berbagai kelompok karena perbedaan pilihan. Namun, perbedaan itu hendaknya kita jadikan sebagai dampak demokrasi. Kita harus terus belajar berdemokrasi, sebagai modal untuk pembangunan. Perbedaan jangan dijadikan permusuhan, tapi sebagai modal adu gagasan dan ide dalam membangun bangsa ini,” kata Mirza. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading