Lampung
Gubernur Dorong Kabupaten dan Kota Tingkatkan Kualitas Mutu Layanan Kepada Peserta Program JKN
Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka kegiatan Rapat Koordinasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bersama Bupati/Walikota Se-Provinsi Lampung, di Hotel Horison, Rabu (17/05/2023).
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Se-Provinsi Lampung” tersebut selain dihadiri oleh Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, juga dihadiri oleh Direktur/Pimpinan Fasilitas Kesehatan serta BPJS se-Provinsi Lampung.
Pada kegiatan tersebut, Gubernur Arinal meminta kepada Bupati dan Walikota di Provinsi Lampung untuk dapat memenuhi jumlah Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan di Kabupaten/Kota, selain itu Gubernur juga mengimbau untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sarana dan prasarana dan obat serta mutu layanan fasilitas kesehatan kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kemudian Gubernur juga meminta kepada Direktur/Pimpinan Fasilitas Kesehatan untuk dapat melakukan transformasi mutu layanan kepada Peserta JKN, memberikan pelayanan kepada Peserta JKN dengan Cepat, Mudah dan Setara.
“Pelayanan kesehatan itu harus Mudah dan Cepat dengan administrasi yang sederhana, tidak ada iuran biaya, tidak ada pembatasan kuota hari rawat, pelayanannya juga harus ramah dan memberikan layanan yang sama dengan pasien umum, tidak membeda-bedakan,” ucap Gubernur.
Lebih jauh, Gubernur juga meminta kepada BPJS Kesehatan agar dapat meningkatkan koordinasi dengan Kepala Daerah, Pimpinan Faskes dan seluruh Pemangku Kepentingan Program JKN guna meningkatkan kualitas layanan JKN kepada masyarakat. Termasuk didalamnya kemudahan dalam pendaftaran peserta, kemudahan layanan administrasi dan integrasi sistem informasi dengan fasilitas kesehatan.
“BPJS harus senantiasa melakukan upaya-upaya guna memastikan seluruh peserta JKN mendapatkan informasi tentang hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN, dan bersama-sama dengan fasilitas kesehatan mengembangkan manajemen handling complain untuk mitigasi dan fast response keluhan peserta JKN,” tutup Gubernur.
Sementara itu Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan Yudi Bastia menyatakan bahwa saat ini kepesertaan JKN di Provinsi Lampung per 1 Mei 2023, yakni sejumlah 8 juta jiwa atau sekitar 90.5% dari jumlah penduduk di Provinsi Lampung.
Untuk itu Yudi Bastia mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, beserta para Direktur/Pimpinan Fasilitas Kesehatan se-Provinsi Lampung yang telah bekerjasama dalam mensosialisakan Program JKN.
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MoU terkait Transformasi Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan Dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional oleh Gubernur Lampung dan Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, dengan BPJS Kesehatan. (*).
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

