Lampung
Dekatnya Bunda Paud Lampung Dengan Anak-anak Tanpa Batas dan Sekat
Alteripost.co, Bandarlampung-
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar acara Bermain Bersama Anak dalam rangka mengimplementasikan transisi PAUD ke Sekolah Dasar (SD), di Halaman Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (28/8/2023).
Bunda Riana mengatakan bermain bukan hanya sekedar kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga merupakan sarana pembelajaran bagi anak-anak.
Menurutnya, bermain bersama dapat membangun ikatan yang kuat antara anak-anak dan keluarga, antara guru dan anak-anak, serta sarana interaksi antar anak-anak itu sendiri.
“Melalui bermain bersama mari kita ciptakan lingkungan yang aman, penuh cinta, dan inspiratif bagi perkembangan mereka,” ujarnya.
Bunda Riana juga menyampaikan bahwa salah satu bentuk aktivitas dari bermain bersama adalah melalui cerita dan dongeng karena menurutnya membacakan cerita dengan tokoh-tokoh yang menarik dapat menyelipkan pesan moral serta melatih keterampilan berbicara dan berfikir bagi anak-anak.
Ia berharap acara ini memberikan inspirasi bagi semua pihak terutama guru PAUD dan orang tua, serta menjadi awal yang indah dalam proses transisi anak-anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Bunda Riana juga mengajak untuk bersama-sama menjadikan pendidikan sebagai investasi berharga bagi masa depan anak dengan membawa senyum, kebahagiaan dan semangat belajar dalam setiap langkah perjalanan mereka.
Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Senen Mustakim mengatakan acara Bermain Bersama Anak dan Bunda PAUD Provinsi Lampung ini bukan hanya sekadar kegiatan santai, tetapi juga merupakan bagian dari upaya bersama-sama untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi muda penerus Lampung.
“Saya merasa bangga dan bahagia melihat antusiasme dan semangat kita semua dalam mendukung Pendidikan Anak Usia Dini di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang bermutu dan bermakna adalah tugas yang tak terpisahkan bagi semua pihak.
Menurutnya, transisi dari PAUD ke SD seharusnya tidak hanya menjadi perpindahan kelas atau sekedar perubahan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah yang akan membentuk pola pikir, keterampilan dan karakter anak-anak.
“Oleh karena itu, saya mengajak para pendidik, para orang tua, dan semua pihak terkait untuk bekerja sama dengan penuh kasih sayang dan memberikan dukungan pada anak-anak kita,” ajaknya.
Gubernur Lampung mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh tenaga pengajar dan para orang tua yang turut berperan aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak dan melalui acara Bermain Bersama Anak dan Bunda PAUD Provinsi Lampung.
Ia juga mengajak untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini karena dunia terus berubah dan berkembang dan semua pihak perlu memastikan bahwa anak-anak memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan tuntutan zaman.
“Mari kita terus bersama-sama membangun Lampung melalui pendidikan yang berkualitas dan penuh cinta. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Dalam acara ini juga hadir Kak Bimo Suryo, Pendongeng Nasional asal Yogyakarta dan akan membacakan dongeng kepada anak-anak.(rls)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

