Ekonomi dan Bisnis
Tipe-X Siap Guncang Penonton PRL 2023, Panitia Beri Imbauan Ini
Alteripost.co Bandar Lampung – Daya tarik Tipe-X sebagai band papan atas Indonesia, menyedot perhatian masyarakat di dalam gelaran Pekan Raya Lampung (PRL) 2023. Hingga Senin (16/10/2023), penjualan tiket secara online sudah hampir menyentuh angka 7 ribu penonton.
Hal itu disampaikan Mico Periyando selaku Head Office PRL 2023, di Sekretariat PRL PKOR Way Halim. Menurutnya, animo masyarakat terus meningkat untuk datang ke PRL. Karena selain ingin melihat kemajuan pembangunan Lampung dan semua kabupaten/kota, pengunjung juga datang untuk menyaksikan penampilan artis-artis papan atas tanah air yang dihadirkan panitia.
“Tiket secara online sampai Senin, 16 Oktober sudah terjual 7.000 buah. Kemungkinan masih akan terus bertambah karena animo masyarakat terus meningkat. Harga tiket menyesuaikan artis yang datang,” tambahnya lagi.
Mico menambahkan, harga tiket dinaikkan sebagai upaya membatasi penonton atas saran aparat kemanan, karena belajar dari konser NDX AKA sebelumnya. Panitia tidak mungkin menutup penjualan tiket online, karena para fans bisa marah jika tidak kebagian tiket.
Lebih lanjut Mico menyatakan, panitia tidak menjual tiket on the spot (OTS) dan bagi yang sudah membeli tiket online bisa langsung menukarkannya dengan gelang barcode di Darmajaya Senin (16/10/2023) dari pukul 07.00 wib sampai dengan selesai.
Sementara, untuk pengunjung lain yang ingin datang ke PRL, panitia membuat imbauan sebagai berikut:
1. Bagi masyarakat yang membawa keluarga (terutama anak-anak) ke acara PRL (bukan nonton konser) diharapkan bukan di hari yang ada artis nasional. Seperti Hari Senin 16 Oktober dan Kamis 19 Oktober.
2. Bagi yang menonton konser diharapkan menjaga ketertiban dan keamanan. Serta tidak membawa barang-barang yang dilarang. Jika melanggar, panitia akan memberikan tindakan tegas. (Rls)
Ekonomi dan Bisnis
Perkuat Literasi Keuangan, OJK Lampung Serahkan 150 Polis Asuransi Jiwa Untuk Guru di Pesisir Barat
Alteripost Pesisir Barat – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Asuransi Astra mengambil langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan di daerah. Kegiatan yang bertempat di Lobby Teluk Stabas, Gedung Marga Sai Batin, Kabupaten Pesisir Barat ini merupakan sinergi yang menghadirkan edukasi literasiserta bentuk nyata aksi inklusi melalui penyerahan polis asuransi jiwa kepada 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru dan tenaga pendidik.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tantangan kerentanan finansial di masyarakat. Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy melalui sambutan yang disampaikan Deputi Direktur OJK Lampung, Ety Elyati, menegaskan bahwa kepemilikan asuransi jiwa bagi seorang ASN dan pendidik merupakan wujud jaring pengaman tambahan (safety net) serta bukti perlindungan nyata bagi keluarga. Jika terjadi risiko tak terduga seperti sakit kritis atau hilangnya pencari nafkah, asuransi memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap aman secara finansial dan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus berhutang atau menjual aset berharga. Literasi harus segera diikuti dengan inklusi kepemilikan produk, agar perlindungannya benar-benar dirasakan dan membawa dampak kesejahteraan.
Mengikis Kesenjangan Melalui Peran Strategis Guru
Merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46% dan indeks inklusi sebesar 80,51%. Meski angka ini menunjukkan peningkatan, namun masih terdapat kesenjangan (gap) yang mengindikasikan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, belum disertai dengan pemahaman mendalam untuk mengelolanya secara bijak. Celah inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, pinjaman online ilegal, maupun investasi bodong yang merugikan masyarakat saat memiliki kebutuhan pendanaan mendesak.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Drs. Zukri Amin, M.P., menyambut baik program yang menyasar tenaga pendidik ini. Menurutnya, guru memegang peranan krusial sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.“Kami menaruh harapan besar agar ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini, tetapi diteruskan kepada para siswa, rekan kerja, dan masyarakat sekitar.
Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkab Pesisir Barat berkomitmen memastikan literasi dan inklusi keuangan berjalan beriringan sehingga masyarakat lebih siap merencanakan masa depan, mengelola risiko, dan meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Zukri.
Pengawasan Ketat OJK demi Keamanan Konsumen
Guna memberikan ketenangan bagi masyarakat yang mulai mengakses asuransi jiwa, OJK menjamin adanya pengawasan yang ketat terhadap seluruh lembaga jasa keuangan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK, OJK hadir untuk memastikan setiap perusahaan asuransi memberikan manfaat dan memenuhi hak-hak pemegang polis sesuai dengan perjanjian.
Kolaborasi yang turut didukung oleh Asuransi Astra ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat yang selama ini menganggap asuransi sebagai kebutuhan yang bisa ditunda.Pemberian 150 polis asuransi ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam mencetak tenaga pendidik yang ‘Cerdas Finansial’. Dengan hati yang tenang karena terlindungi secara finansial, para guru dipastikan dapat memberikan dedikasi yang jauh lebih maksimal dalam membangun kualitas generasi muda di Pesisir Barat.(*)

