Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Gudang Garam Adalah Sponsor Utama di PRL

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Salah satu sponsor utama pada gelaran Pekan Raya Lampung (PRL) 2023, di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, adalah Gudang Garam. Salah satu merek rokok ternama di Indonesia ini membuka stan di depan medium stage atau panggung kedua. Jumat (20/10/2023).

Stan yang mengedepankan Djaya Show itu menyediakan berbagai kemudahan bertransaksi. Pengunjung bisa bersantai di sofa yang disediakan, sambil melihat pertunjukan seni dari panggung kedua.

Atau bisa juga melihat berbagai promo yang sedang ditampilkan pihak Gudang Garam. Selain itu juga banyak keseruan yang disajikan. Bahkan permainan yang menguji adrenalin.

“Setiap pembelian rokok, konsumen bisa mengikuti game menarik. Seperti fun shoot dan melewati besi dengan alat khusus. Permainan itu sangat menguji kesabaran dan fokus,” ungkap Mauludin Richardo selaku
Marketing Supervisor.

Pengunjung yang ingin mengetahui terkait produk-produk Gudang Garam lainnnya bisa bertanya pada SPG atau pegawai yang berjaga.

“Karena perusahaan kami juga berupaya memberikan yang terbaik untuk konsumen. Baik dari kualitas produk maupun kegiatan sosial ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi dan Bisnis

Mengulas Kenaikan BI Rate ke 5,75, Apakah Sudah Efektif Dalam Menjaga Stabilitas Rupiah?

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Nasional-
Posisi rupiah sempat beberapa hari menguat di saat Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-rate menjadi 5,75 persen. Namun, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat kembali melemah ke level sekitar Rp.17.950. Hal ini memicu pertanyaan, apakah langkah Bank Indonesia sudah cukup efektif dalam menjalankan kebijakan moneternya?.

Dalam beberapa bulan terakhir, patut diakui bahwa Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis. Suku bunga dinaikkan, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dibuat semakin menarik, dan berbagai instrumen moneter digunakan untuk menjaga stabilitas Rupiah. Kebijakan ini dijalankan di tengah situasi global yang sedang tak bersahabat.

Penguatan Dollar Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan arah kebijakan bank sentral negara maju memang memberikan tekanan yang tidak ringan bagi hampir seluruh negara berkembang (emerging markets).

Pihak Bank Indonesia (BI) menegaskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basispoin (bps) menjadi 5,75 persen merupakan bagian dari upaya mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo beberapa waktu lalu.

Selain itu, suku bunga deposit facility juga meningkat sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga lending facility juga naik sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.

Tentunya kita sebagai masyarakat terus menanti kebijakan-kebijakan strategis lainnya ke depan dari Institusi-instusi terkait, dalam menjaga keseimbangan pasar guna memperkuat ekosistem ekonomi dalam negeri.

Selain itu, kita juga sebagai masyarakat perlu berperan dan mendukung pemerintah dalam upaya-upaya yang sedang dan telah dilakukan. Seperti mencintai produk-produk lokal, menjaga kondusivitas, serta menciptakan iklim yang bersahabat untuk meningkatkan kepercayaan dari pihak investor baik dari dalam negeri ataupun dari luar negeri.

Salam Hangat
Agus Sihotang

Facebook Comments Box
Continue Reading