Connect with us

Ruwajurai

Kemenkumham Adakan Rakor TIMPORA Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Lampung menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Tingkat Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2024 dengan mengundang instansi/lembaga terkait yang merupakan anggota dari Timpora Provinsi Lampung. Dalam rangka Deteksi Dini Terhadap Warga Negara Asing Terkait Pelaksanaan Pemilu Tahun 2024 di Proviinsi Lampung, bertempat di Ballroom Emerald Hotel Emersia Bandar Lampung. Selasa (6/2/2024).

Kemenkumham Adakan Rakor TIMPORA Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024

Mewakili Kepala Kantor Wilayah, Rapat TIMPORA Dibuka langsung oleh Kepala Divisi Keimigrasian, Tato Juliadin Hidayawan: Adapun instansi/lembaga yang diundang dalam kegiatan Rakor Timpora, yakni: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu): Komisi Pemilihan Umum, Kejaksaan Tinggi Lampung, Komando Resort Militer 043 Garuda Hitam Lampung: Pangkalan TNI Angkatan Laut Lampung: Pangkalan TNI Angkatan Udara Lampung: Kepolisian Daerah Lampung: Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung: Badan Intelijen Negara Daerah Lampung: Badan Intelijen Strategis Lampung: Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Lampung: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Lampung:

Terselenggaranya Rakor Timpora ini adalah sebagai upaya penguatan koordinasi dan peningkatan sinergitas antara para anggota Timpora Wilayah Lampung dalam rangka deteksi dini orang asing terkait pelaksanaan Pemilu.

Dalam sambutannya Kepala Divisi Keimigrasisan, Tato Juliadih Hidayawan menyampaikan bahwa Kontestasi politik akan dimulai dan diduga akan terdapat banyak kepentingan politik didalamnya. Kepentingan untuk mendapatkan kekuasaan memungkinkan terdapatnya para pihak asing yang mempunyai kepentingan disana, Kewaspadaan terhadap pihak asing yang akan mernanfaatkan keadaan dengan berbagai maksud dan tujuan seperti menjadi TKA, tenaga ahli, mahasiswa, peneliti dan lain lain, dikhawatirkan disusupi/terdapat spionase asing atau mtelijen asing di masamasa tahun politik ini.

Kadiv Imigrasi juga menyampaikan harapannya bahwa Pengawasan Orang Asing diberbagai sisi harus diperketat sebagai upaya mencegah terjadinya chaos, baik pengawasan dari mulai masuk Orang asing sampai kegiatannya di Indonesia, dan ini bukanlah menjadi tanggung jawab jajaran imigrasi Kementerian Hukum dan HAM semata melainkan sinergitas seluruh kementerian dan Lembaga.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Kepala Sub Bidang Perizinan Keimigrasian, Azhan Miraza, yang menjelaskan tentang Tugas, Fungsi dan Unsur yang tergabung dalam TIMPORA serta menjelaskan Pemetaan Wilayah Kerja pada masing-masing Kantor Imigrasi di Provinsi Lampung. Kemudian Kegiatan ditutup dengan Rapat Koordinasi berupa Penyampaian Identifikasi Masalah dari Berbagai oleh Masing-masing Instansi Terkait yang tergabung dalam TIMPORA Tingkat Provinsi. Diskusi pada Rapat Koordinasi ini Dipimpin Oleh Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasian, Mirza Akbar. (Yan).

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ruwajurai

Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.

Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.

Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading