Connect with us

Politik

Real Count KPU, Donny Irawan Dominasi Perolehan Suara Terbanyak Caleg DPRD Provinsi di PDIP

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Donny Irawan, S.E. dominasi perolehan suara terbanyak di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Dapil 1 Bandar Lampung versi Hitung Suara (Real Count) Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (16/02/2024).

Proses penginputan hasil pemungutan suara secara Real Count masih terus berlangsung hingga saat ini di Website KPU pemilu2024.kpu.go.id

Berdasarkan pantauan melalui website KPU pemilu2024.kpu.go.id versi 16 Febuari 2024 17:00:00, telah terinput data progres 1047 dari 2880 TPS (36.35persen).

Berikut adalah Hasil Hitung suara legislatif DPRD Provinsi Lampung dapil Lampung 1 dari lima teratas perolehan suara total partai dan tiga caleg perolehan suara terbanyak versi Real Count KPU.

Partai Nasdem perolehan suara total 8.436 (13.58persen)
1. Fauzan Sibron, S.E, Akt. 2.792 suara
2. Efendi Yunus, S.H. 1.099 suara
3. Budi Widyarto, S.E. 901 suara

Partai Gerindra perolehan suara total 8.263 (13.3persen)
1. Rahmat Mirzani Djauzal, S.T, M.M. 2.288 suara
2. Azzahra Aliqa Putri 1.099 suara
3. Mahrizal Sinaga 1.058 suara

Partai Golkar perolehan suara total 7.695 (12.39persen)
1. Handitya Narapati SZP, S.H. 1.749 suara
2. Gemelly S.Pd, M.M 1.044 suara
3. Andriantoni, S.E. 923 suara

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) perolehan suara total 7.441 (11.98persen)
1. H. Taufik Rahman, S.Ag. 1.989 suara
2. Najiullah Syarif, S.T, M.T. 1.748 suara
3. dr. Zam Zanariah S.Ps, M.Kes 1.627 suara

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) perolehan suara total 6.869 (11.06persen)
1. Donny Irawan, S.E. 1.451 suara
2. Kostiana, S.E, M.H. 1.216 suara
3. Lenistan Nainggolan, S.H. 910 suara

Dari data Real Count KPU tersebut, Caleg DPRD Provinsi Lampung Donny Irawan SE, mampu pimpin perolehan suara terbanyak di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tertinggi diatas Caleg Incumbent.
(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading