Connect with us

Lampung

Gubernur Arinal Buka Kejuaraan Invitasi Renang Lampung Antar Perkumpulan dan Fun Swimming se- Sumatera Piala Gubernur

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka Kejuaraan Invitasi Renang Lampung Antar Perkumpulan dan Fun Swimming se- Sumatera Piala Gubernur Lampung Tahun 2024 di Kolam Renang Pahoman Bandar Lampung, Jumat (1/3/2024).

Arinal mengatakan kegiatan ini memberikan kontribusi positif untuk tumbuh kembang prestasi olahraga renang Lampung Berjaya.

Menurutnya, kejuaraan ini sebagai bentuk pembinaan dan wadah peningkatan prestasi atlet renang untuk menghadirkan bibit perenang-perenang baru.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme yang begitu besar dari para peserta yang hadir pada acara ini. Ini menandakan komitmen untuk terus mengembangkan dan memajukan olahraga renang,” ujar Arinal.

Arinal menuturkan dengan semangat kompetisi yang ditunjukkan para peserta, membuktikan ketangguhan, keberanian, dan ketekunan yang luar biasa dalam mengejar impian dan meraih prestasi tertinggi.

“Raih prestasi dengan perjuangan yang tinggi demi berjayanya olahraga Lampung. Semoga kejuaraan ini dapat mengasah dan meningkatkan kemampuan, keterampilan bertanding, serta menguatkan mental bertanding atlet, sehingga menorehkan banyak prestasi di kancah nasional bahkan internasional,” katanya.

Arinal yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mengajak semua untuk mendukung dan mensukseskan
pembangunan Sport Center Lampung.

Sport Center ini berada dilahan seluas 170 hektare yang berlokasi di dekat Exit Tol Kota Baru dengan memiliki berbagai fasilitas dan sarana prasarana olahraga termasuk renang.

“Tata ruangnya sudah disiapkan, dan salah satunya adalah untuk renang prestasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Akuatik Indonesia Lampung Ade Utami Ibnu menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lampung dan jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung yang telah menyelenggarakan kejuaraan ini.

“Event ini memang selalu dibutuhkan oleh kami, terlebih bagi atlet-atlet dan para pelatih untuk bisa mengevaluasi hasil dari latihan kami selama ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap tahunnya,” ujar Ade.

Ade juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Lampung yang terus memberikan perhatian terhadap kemajuan olahraga Lampung termasuk renang.

“Dan mudah-mudahan ditangan beliau mimpi kita memiliki kolam prestasi untuk atlet-atlet Lampung bisa terwujud dengan segera,” katanya.

Ia menyebutkan pihaknya telah menyusun roadmap prestasi untuk PON 2024, 2028 dan 2032.

Untuk PON 2024, Akuatik Indonesia Lampung mengirimkan tiga atlet yakni Eto-o Arsitiko Lody Ismail, Farouq Ibnu Sina dan Dzahabi Falah Abdillah.

“Mudah-mudahan tiga atlet ini akan berpestasi bukan hanya di level Provinsi tatapi nasional dan juga internasional. Kami yakin Insha Allah akuatik Lampung bisa menjadi lumbung medali di masa yang akan datang,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung Descatama Paksi Moeda mengatakan kegiatan ini selain dalam rangka meningkatkan pengembangan olahraga renang di Lampung, juga sebagai ajang seleksi tim renang Provinsi Lampung untuk Festival Akuatik Indonesia 2024.

Kegiatan ini diselenggarakan mulai tanggal 1-3 Maret 2024 dengan total peserta berjumlah 1.375 orang.

“Peserta terdiri dari umum dan pelajar dari sekolah PAUD, SD, SMP, SMA dan perkumpulan renang se- Sumatera,” ujar Descatama.

Dalam acara itu, Gubernur Arinal berkesempatan menyapa para peserta dari setiap kontingen Provinsi se- Sumatera dan juga mengalungkan medali serta menyerahkan sertifikat kepada Juara 400m Putra.

Hadir pada kesempatan ini, diantaranya Wakapolda Lampung Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, Ketua Harian KONI Lampung Brigjen TNI (Purn) Amalsyah Tarmizi dan para anggota Forkopimda.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Pemprov Lampung Sabet Penghargaan atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Jakarta-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada Provinsi Lampung. Penghargaan ini diberikan atas penguatan pendidikan antikorupsi melalui implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) pada muatan lokal.

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 bertajuk “Membangun Pendidikan Antikorupsi, Mewujudkan Indonesia Berintegritas” di Gedung Juang, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi KPK terhadap upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengimplementasikan Pendidikan Antikorupsi sebagai bagian dari pembelajaran di satuan pendidikan.

Di Provinsi Lampung, Pendidikan Antikorupsi telah diterapkan sebagai bagian dari muatan lokal pada jenjang pendidikan menengah melalui Peraturan Gubernur. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan integritas peserta didik di lingkungan sekolah.

Penguatan Pendidikan Antikorupsi di Lampung tidak hanya diarahkan pada pemahaman peserta didik mengenai korupsi. Tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, kepedulian dan keberanian.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pendidikan antikorupsi perlu dimulai dari ruang kelas. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu membedakan hal yang baik dan buruk serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Setyo, penguatan pendidikan antikorupsi merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah. Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan tidak berjalan secara sektoral.

Dalam kesempatan tersebut, Setyo secara khusus mengapresiasi langkah Provinsi Lampung yang menerapkan pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal.

“Seperti Gubernur Lampung, ya, ada muatan lokal, kurikulum muatan lokal untuk SMA dan SMK yang sudah diinstruksikan supaya diajarkan,” kata Setyo.

Menurut Setyo, penerapan Pendidikan Antikorupsi sebagai muatan lokal di Lampung dapat menjadi langkah awal sekaligus contoh yang dapat dikembangkan oleh daerah lain dalam memperkuat pendidikan antikorupsi.

“Meskipun ini sifatnya muatan lokal, tapi setidaknya itu bisa dijadikan sebagai pilot project. Sebagai awal untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Setyo berharap praktik baik yang telah dilakukan Provinsi Lampung dapat ditularkan kepada daerah lainnya. Menurutnya, daerah yang telah memiliki praktik baik dalam penguatan integritas pendidikan dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya untuk bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Harapannya ini menyebar ke semuanya. Kepala daerah, gubernur, semuanya ikut dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah yang lain yang sudah bagus,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pendidikan antikorupsi sebagai kebiasaan atau gaya hidup, sehingga nilai-nilai integritas dapat tumbuh sejak peserta didik berada di lingkungan pendidikan.

Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya KPK memetakan kondisi integritas pendidikan di Indonesia melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan.

SPI Pendidikan mencakup aspek karakter peserta didik, ekosistem pendidikan serta tata kelola pendidikan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi KPK dalam menyusun rekomendasi penguatan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi.

SPI Pendidikan telah dilaksanakan sejak 2021. Pada tahap awal, Lampung menjadi salah satu dari tiga provinsi yang menjadi lokasi uji coba instrumen SPI Pendidikan bersama DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Provinsi Lampung dalam memperkuat pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal sekaligus mendorong tumbuhnya budaya integritas sejak lingkungan pendidikan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading