Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Apresiasi Kepala BI Ke Polda Lampung Atas Ungkap Uang Palsu

Published

on

Alteripost Lampung – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung Junanto Herdiawan mengapresiasi Polda Lampung yang berhasil menangkap pelaku pembuat dan pengedar uang palsu (upal).

“Tindakan Tegas Kepolisian Polda Lampung yang telah menangkap pelaku pembuat dan pengedar uang palsu kami sangat Berterima kasih dan apresiasi setinggi tingginya ” ungkap Junanto Herdiawan, usai mengetahui pelaku tertangkap beberapa waktu lalu.Rabu (6/3/2024).

Mantan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah ini juga menjelaskan, pihaknya terus melakukan edukasi dan literasi ke berbagai kalangan terkait uang yang beredar.

Pihaknya sendiri terus berkoordinasi dengan pihak terkait terutama kepolisian dalam upaya pencegahan maupun pengungkapan peredaran uang palsu.

Dengan harapan untuk mengajak masyarakat tetap cinta, bangga, paham rupiah.

Sebelumnya di ketahui Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung berhasil mengamankan Bernadus Gumelar Agung Wicaksono, pembuat uang palsu (upal) senilai Rp 12.750.000.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah Astutik membenarkan pihaknya menangkap pembuat upal.

“Polisi telah lama pemantauan sebelum penangkapan, dan kami periksa didapati upal Rp 12 juta,” ungkap Umi Fadilah Astutik

Pelaku merupakan warga Kuta Waringin, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Peredaran uang palsu ini pun biasanya terjadi saat masyarakat akan merayakan hari hari besar, seperti Bulan Ramadhan, Hari Raya idul Fitri dan tahun baru. Untuk itu masyarakat pun diminta agar selalu berhati-hati dan tetap teliti, mengenali ciri keaslian uang rupiah melalui 3D (dilihat, diraba dan diterawang).

“Dengan mengenali 3D, hal itu dengan harapan agar kita semua terhindar dari peredaran uang palsu,” tambah Junanto. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

Mengulas Kenaikan BI Rate ke 5,75, Apakah Sudah Efektif Dalam Menjaga Stabilitas Rupiah?

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Nasional-
Posisi rupiah sempat beberapa hari menguat di saat Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-rate menjadi 5,75 persen. Namun, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat kembali melemah ke level sekitar Rp.17.950. Hal ini memicu pertanyaan, apakah langkah Bank Indonesia sudah cukup efektif dalam menjalankan kebijakan moneternya?.

Dalam beberapa bulan terakhir, patut diakui bahwa Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis. Suku bunga dinaikkan, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dibuat semakin menarik, dan berbagai instrumen moneter digunakan untuk menjaga stabilitas Rupiah. Kebijakan ini dijalankan di tengah situasi global yang sedang tak bersahabat.

Penguatan Dollar Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan arah kebijakan bank sentral negara maju memang memberikan tekanan yang tidak ringan bagi hampir seluruh negara berkembang (emerging markets).

Pihak Bank Indonesia (BI) menegaskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basispoin (bps) menjadi 5,75 persen merupakan bagian dari upaya mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo beberapa waktu lalu.

Selain itu, suku bunga deposit facility juga meningkat sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga lending facility juga naik sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.

Tentunya kita sebagai masyarakat terus menanti kebijakan-kebijakan strategis lainnya ke depan dari Institusi-instusi terkait, dalam menjaga keseimbangan pasar guna memperkuat ekosistem ekonomi dalam negeri.

Selain itu, kita juga sebagai masyarakat perlu berperan dan mendukung pemerintah dalam upaya-upaya yang sedang dan telah dilakukan. Seperti mencintai produk-produk lokal, menjaga kondusivitas, serta menciptakan iklim yang bersahabat untuk meningkatkan kepercayaan dari pihak investor baik dari dalam negeri ataupun dari luar negeri.

Salam Hangat
Agus Sihotang

Facebook Comments Box
Continue Reading