Ekonomi dan Bisnis
PLN dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Siap Dorong Peningkatan SDM Dengan Mendukung Program ITPLN
Alteripost Bandar Lampung – PLN Unit Induk Distribusi Lampung menggelar audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung terkait program pendidikan yang ditawarkan oleh Institut Teknologi PLN (ITPLN). Pada kesempatan tersebut, PLN menjelaskan bahwa saat ini IT PLN membuka periode penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2024/2025 dengan kesempatan ikatan kerja dengan PLN Group.
General Manager PLN UID Lampung, Sugeng Widodo menyampaikan, “Institut Teknologi PLN (ITPLN) membuka pendaftaran mahasiswa baru (PMB) tahun ajaran 2024/2025 pada 29 Januari 2024 hingga 14 April 2024. Sebanyak 150 calon mahasiswa dengan hasil ujian terbaik akan mendapatkan kesempatan ikatan kerja dengan PLN Group. Selain itu, 100 mahasiswa lulusan terbaik ITPLN setiap tahun ajaran juga akan langsung bergabung dengan PLN Group. Mahasiswa lulusan IT PLN memiliki peluang lebih besar untuk bergabung di PLN,” ungkap Sugeng.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Dr. Drs. Sulpakar, M.M. menerima baik informasi yang disampaikan oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Lampung, Wahyudi saat kunjungan audiensi ke kantor Dinas Pendidikan Provinsi Lampung pada Rabu (6/3) silam serta menyatakan dukungannya terhadap program positif tersebut.
“Kami siap mendorong Putera Puteri Lampung untuk bergabung dengan ITPLN. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung juga sangat mengapresiasi PLN yang ternyata selain menjadi penyedia listrik untuk masyarakat Indonesia, menjadi penyelenggara peningkatan SDM melalui jalur pendidikan demi menuju Indonesia yang lebih baik lagi,” ujar Sulpakar.
ITPLN merupakan perguruan tinggi swasta di bawah koordinasi Yayasan Pendidikan Kesejahteraan (YPK) PLN. Tercatat ITPLN telah memiliki empat fakultas, sekolah Pascasarjana dan sekolah Vokasi, serta 17 program studi dengan jenjang S1, S2, dan D3.
Wahyudi menambahkan, misi utama ITPLN saat ini adalah menyiapkan peserta didik untuk siap terjun langsung di dunia kerja dengan bekal kurikulum yang telah disesuaikan, sertifikasi kompentensi, praktek dengan penerapan teknologi mutakhir, fasilitas memadai, dan utamanya yakni kesempatan kerja praktek di unit-unit PLN. Kamis (7/3/2024).
“Banyak sekali keunggulan yang bisa didapatkan dengan bergabung Bersama ITPLN. Selain jaminan ikatan kerja di PLN Group, mahasiswa juga berkesempatan untuk meraih berbagai beasiswa pendidikan, kuliah yang langsung disajikan oleh praktisi dan ahli korporasi. ITPLN juga mendapatkan predikat Perguruan Tinggi paling fokus Transisi Energi di tahun 2023 dari Dewan Energi Nasional. Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui https://infopmb.itpln.ac.id,” tutup Wahyudi. (*)
Ekonomi dan Bisnis
Perkuat Literasi Keuangan, OJK Lampung Serahkan 150 Polis Asuransi Jiwa Untuk Guru di Pesisir Barat
Alteripost Pesisir Barat – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Asuransi Astra mengambil langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan di daerah. Kegiatan yang bertempat di Lobby Teluk Stabas, Gedung Marga Sai Batin, Kabupaten Pesisir Barat ini merupakan sinergi yang menghadirkan edukasi literasiserta bentuk nyata aksi inklusi melalui penyerahan polis asuransi jiwa kepada 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru dan tenaga pendidik.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tantangan kerentanan finansial di masyarakat. Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy melalui sambutan yang disampaikan Deputi Direktur OJK Lampung, Ety Elyati, menegaskan bahwa kepemilikan asuransi jiwa bagi seorang ASN dan pendidik merupakan wujud jaring pengaman tambahan (safety net) serta bukti perlindungan nyata bagi keluarga. Jika terjadi risiko tak terduga seperti sakit kritis atau hilangnya pencari nafkah, asuransi memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap aman secara finansial dan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus berhutang atau menjual aset berharga. Literasi harus segera diikuti dengan inklusi kepemilikan produk, agar perlindungannya benar-benar dirasakan dan membawa dampak kesejahteraan.
Mengikis Kesenjangan Melalui Peran Strategis Guru
Merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46% dan indeks inklusi sebesar 80,51%. Meski angka ini menunjukkan peningkatan, namun masih terdapat kesenjangan (gap) yang mengindikasikan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, belum disertai dengan pemahaman mendalam untuk mengelolanya secara bijak. Celah inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, pinjaman online ilegal, maupun investasi bodong yang merugikan masyarakat saat memiliki kebutuhan pendanaan mendesak.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Drs. Zukri Amin, M.P., menyambut baik program yang menyasar tenaga pendidik ini. Menurutnya, guru memegang peranan krusial sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.“Kami menaruh harapan besar agar ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini, tetapi diteruskan kepada para siswa, rekan kerja, dan masyarakat sekitar.
Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkab Pesisir Barat berkomitmen memastikan literasi dan inklusi keuangan berjalan beriringan sehingga masyarakat lebih siap merencanakan masa depan, mengelola risiko, dan meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Zukri.
Pengawasan Ketat OJK demi Keamanan Konsumen
Guna memberikan ketenangan bagi masyarakat yang mulai mengakses asuransi jiwa, OJK menjamin adanya pengawasan yang ketat terhadap seluruh lembaga jasa keuangan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK, OJK hadir untuk memastikan setiap perusahaan asuransi memberikan manfaat dan memenuhi hak-hak pemegang polis sesuai dengan perjanjian.
Kolaborasi yang turut didukung oleh Asuransi Astra ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat yang selama ini menganggap asuransi sebagai kebutuhan yang bisa ditunda.Pemberian 150 polis asuransi ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam mencetak tenaga pendidik yang ‘Cerdas Finansial’. Dengan hati yang tenang karena terlindungi secara finansial, para guru dipastikan dapat memberikan dedikasi yang jauh lebih maksimal dalam membangun kualitas generasi muda di Pesisir Barat.(*)

