Connect with us

Lampung

Gubernur Arinal Djunaidi Lepas Peserta Water Day Run Lampung Tahun 2024

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi didampingi Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal melepas peserta Lari Water Day Run Lampung Tahun 2024 dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, di Lapangan PKOR WayHalim, Minggu (10/03/2024).

Gubernur Arinal menyambut baik kegiatan ini, karena menurutnya, menggelorakan dan menyemarakkan olahraga massal dapat menjadi ajang pencarian bakat, yang pada gilirannya akan melahirkan calon-calon atlet yang berprestasi di level nasional.

Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia pada Tahun 2024, Indonesia secara resmi terpilih sebagai tuan rumah World Water Forum (WWF), yang diselenggarakan di Bali dari tanggal 18-25 Mei dengan mengusung tema “Water for Shared Prosperity,” berfokus pada topik yang berkaitan dengan air bersih, sanitasi, dan kebersihan.

Water Day Run Lampung Tahun 2024 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Air Sedunia yang ke-32 dan road to WWF ke-10. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat menyadarkan akan pentingnya air bersih serta pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

“Setiap langkah kita mendukung akan keberadaan air, seperti air yang mengalir untuk setiap kilometer yang dilalui dengan semangat. Semangat tersebut menjadi inspirasi dan sebagai pengingat bahwa air merupakan sumber kehidupan manusia yang patut untuk dijaga serta dimanfaatkan secara tepat sasaran,” ucap Gubernur.

Melalui kegiatan ini Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat agar bergaya hidup sehat dengan senang berolahraga, terutama olahraga lari.

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung ini diikuti sebanyak 3000 peserta, baik peserta dari Organisasi Perangkat Daerah, Komunitas Lari dan Masyarakat Umum, dengan jalur lomba di Jalan Raya seputaran PKOR Way Halim Kota Bandar Lampung dengan tiga kategori yaitu jarak tempuh 3 Km, 5 Km dan 10 Km.

Gubernur juga menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk senantiasa mendorong keluarga agar menggalakkan gemar berolahraga. Karena untuk mendapatkan badan yang sehat dan tubuh yang kuat harus dimulai sejak dini.

Diakhir, Gubernur mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan seluruh peserta kegiatan Water Day Run Lampung Tahun 2024 terutama kepada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air karena mampu mengajak masyarakat terutama anak-anak muda untuk ikut serta pada kegiatan tersebut.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading