Connect with us

Lampung Selatan

Bupati Lamsel Nanang Ermanto Terima BPK RI Provinsi Lampung Melaksanakan Exit Meeting

Published

on

Alteripost Kalianda – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Lampung melaksanakan Exit Meeting Pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2023.

Exit Meeting yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Selasa (2/4/2024), dihadiri Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto berserta jajaran.

Pengendali Teknis BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Sri Andayani mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2023.

Sri Andayani menyebut, pemeriksaan berlangsung selama 50 hari, dimulai pada tanggal 4 Maret 2024 dan berakhir tanggal 2 April 2024.

“Terima kasih yang sudah mensupport kegiatan kami dalam rangka memberikan opini laporan keuangan,” ujar Sri Andriani.

Dalam kesempatan itu, Sri Andayani juga menyampaikan beberapa catatan dari Tim BPK RI Provinsi Lampung selama masa pemeriksaan.

“Kami harap catatan-catatan yang telah kami sampaikan tadi bisa ditindaklanjuti oleh Pemkab Lampung Selatan sebelum penyerahan laporan keuangan,” imbuh Sri Andayani.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, menyatakan akan segera menindaklanjuti catatan yang telah disampaikan oleh BPK RI Provinsi Lampung.

“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran BPK RI Provinsi Lampung yang telah mengevaluasi kegiatan di Lampung Selatan,” kata Nanang.

Nanang Ermanto mengatakan, beberapa catatan dan masukan yang disampaikan BPK RI Provinsi Lampung akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Lampung Selatan.

Dengan demikian, diharapkan tidak akan terjadi kesalahan berulang pada tahun yang akan datang.

“Mudah-mudahan beberapa masukan yang telah BPK RI Provinsi Lampung sampaikan ini bisa menjadi acuan untuk perbaikan Lampung Selatan kedepan,” kata Nanang.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Lampung Selatan Kenalkan Potensi Wisata dan Investasi Lewat Booth Futuristik

Published

on

Alteripost Tanggerang – Di tengah ratusan booth yang menampilkan potensi daerah dari berbagai penjuru Indonesia, Kabupaten Lampung Selatan tampil mencolok dalam ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, 27–29 Agustus 2026.

Mengusung konsep “The Gateway of Excellence: Persimpangan Komoditas Empat Penjuru”, booth Lampung Selatan tidak hanya memamerkan produk unggulan daerah, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif yang mengajak pengunjung mengenal kekayaan alam, budaya, hingga peluang investasi.

Konsep tersebut terinspirasi dari kesuburan tanah vulkanik Krakatau serta posisi strategis Lampung Selatan di Selat Sunda. Desain booth merepresentasikan Lampung Selatan sebagai gerbang utama perdagangan dan investasi Sumatra.

Filosofi itu dituangkan melalui tiga elemen utama, yakni Siger Emas sebagai simbol mahkota keunggulan daerah, struktur berbentuk silang yang melambangkan persimpangan logistik dan keberlanjutan, serta garis-garis cahaya yang menggambarkan alur distribusi komoditas menuju pasar global.

Konsep tersebut kemudian diperkuat dengan empat zona tematik. Zona itu menampilkan komoditas perkebunan dan rempah unggulan, produk agroindustri siap ekspor, kekayaan kriya dan wastra khas Lampung, serta kawasan agrowisata dan media center yang menyajikan informasi investasi secara interaktif.

Salah satu daya tarik utama booth Lampung Selatan adalah fasilitas virtual tour yang memungkinkan pengunjung menjelajahi berbagai destinasi wisata secara digital.

Melalui teknologi tersebut, pengunjung dapat merasakan pengalaman menjelajahi keindahan alam Lampung Selatan secara lebih dekat dan imersif tanpa harus datang langsung ke lokasi.

Inovasi tersebut menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari investor, pelaku usaha, kepala daerah, masyarakat umum hingga tamu mancanegara.

Salah satunya datang dari perwakilan Kedutaan Besar Pakistan, Muhammad Naseem Rasheed, yang secara khusus mengunjungi booth Lampung Selatan.

Naseem tampak antusias menyaksikan sejumlah destinasi wisata yang ditampilkan melalui teknologi virtual. Dari berbagai destinasi yang diperkenalkan, Pantai Minang Rua menjadi salah satu yang paling menarik perhatiannya.

Ketertarikannya bahkan mendorong Naseem mencari lokasi Lampung Selatan melalui aplikasi peta digital. Setelah mengetahui posisi geografis Lampung Selatan yang relatif dekat dengan Jakarta, rasa penasarannya terhadap potensi wisata daerah tersebut semakin besar.

“Pantai di Kabupaten Lampung Selatan sangat-sangat cantik, apalagi pantai ini (Minang Rua Beach),” ujar Muhammad Naseem Rasheed, Sabtu (29/8/2026).

Respons tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa promosi pariwisata berbasis teknologi yang dihadirkan Lampung Selatan mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Promosi tidak hanya menyasar wisatawan domestik, tetapi juga berpotensi membuka pintu bagi wisatawan mancanegara untuk mengenal destinasi-destinasi unggulan Lampung Selatan.

Selain Pantai Minang Rua dan kawasan Krakatau, booth Lampung Selatan juga menampilkan beragam produk UMKM unggulan. Mulai dari kain tenun tradisional, pakaian khas daerah, hingga aneka makanan dan oleh-oleh yang merepresentasikan kreativitas serta potensi ekonomi masyarakat setempat.

Keikutsertaan dalam AOE 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk memperluas promosi daerah sekaligus memperkuat citra sebagai gerbang ekonomi Sumatra.

Perpaduan budaya, teknologi digital, pariwisata, produk UMKM, dan peluang investasi yang dikemas secara modern menunjukkan upaya Lampung Selatan untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus memperluas jejaring promosi hingga tingkat nasional dan internasional.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading