Connect with us

Lampung

Meriahkan Hari Kartini dan Hari Jadi Provinsi Lampung ke- 60, Gelar Lomba Memancing dan Nyeruit

Published

on

Alteripost Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Lampung menyelenggarakan Lomba Memancing dan Nyeruit Bareng di PKK Agropark Lampung, Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (23/4/2024).

Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Hari Kartini ke-145 dan Hari Jadi Provinsi Lampung ke- 60.

Hadir pada acara ini Asisten Administrasi Umum Provinsi Lampung Senen Mustakim, mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dan Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal.

Senen mengatakan kegiatan ini diharapkan akan menjalin hubungan yang lebih erat dan terus memperkuat persatuan dan kesatuan mewujudkan Perempuan Berjaya serta mengingat perjuangan R.A Kartini.

Menurutnya, Hari Kartini menjadi simbol dari perjuangan yang tak kenal lelah untuk menghapuskan segala bentuk diskriminasi dan ketidaksetaraan.

“Kita tidak hanya mengenang jasa-jasa Kartini, tetapi juga berkomitmen untuk meneruskan perjuangannya. Kita bersatu sebagai satu bangsa, satu kesatuan, dalam upaya menciptakan masyarakat yang adil, inklusif, dan berkeadilan gender,” ujar Senen.

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu para anggota dari berbagai organisasi kewanitaan seperti TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Bhayangkari dan Dharmayukti Karini serta perwakilan OPD dan instansi terkait.

Senen menyebut PKK menjadi wadah bagi para Kartini di era saat ini dalam menegakkan kesetaraan gender pendidikan bagi perempuan, serta peran aktif perempuan dalam membangun masyarakat Provinsi Lampung.

Berkaitan dengan keadilan gender, Pemerintah Provinsi Lampung sendiri menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

“Penghargaan ini menjadi salah satu penyemangat kami dalam berkomitmen mewujudkan misi ke-3 dari visi dan misi Lampung Berjaya, yang diimplementasikan dalam dua agenda kerja utama, yaitu Perempuan Berjaya dan Lampung Ramah Perempuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal mengatakan lomba memancing dan nyeruit bareng ini merupakan wujud rasa cinta dan pelestarian budaya di Provinsi Lampung.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas antusias para ibu-ibu dalam memeriahkan kegiatan ini.

“Saya yakin dengan semangat gotong royong dan kerjasama kita semua, budaya dan adat istiadat di Provinsi Lampung akan lestari dan dikenal sampai ke jenjang nasional untuk menuju Lampung Berjaya,” ujar Ibu Riana.

Dalam kesempatan itu, Ibu Riana ikut berpartisipasi dalam keseruan memancing.

Adapun pemenang pada lomba memancing ini untuk juara pertama yakni ibu-ibu dari Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Lampung, lalu juara kedua dari Pokja Bunda Paud Provinsi Lampung dan juara ketiga yaitu PT. Lampung Energi Berjaya serta juara favorit diraih PT. Bukit Asam.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Pemprov Lampung Sabet Penghargaan atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Jakarta-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada Provinsi Lampung. Penghargaan ini diberikan atas penguatan pendidikan antikorupsi melalui implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) pada muatan lokal.

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 bertajuk “Membangun Pendidikan Antikorupsi, Mewujudkan Indonesia Berintegritas” di Gedung Juang, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi KPK terhadap upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengimplementasikan Pendidikan Antikorupsi sebagai bagian dari pembelajaran di satuan pendidikan.

Di Provinsi Lampung, Pendidikan Antikorupsi telah diterapkan sebagai bagian dari muatan lokal pada jenjang pendidikan menengah melalui Peraturan Gubernur. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan integritas peserta didik di lingkungan sekolah.

Penguatan Pendidikan Antikorupsi di Lampung tidak hanya diarahkan pada pemahaman peserta didik mengenai korupsi. Tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, kepedulian dan keberanian.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pendidikan antikorupsi perlu dimulai dari ruang kelas. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu membedakan hal yang baik dan buruk serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Setyo, penguatan pendidikan antikorupsi merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah. Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan tidak berjalan secara sektoral.

Dalam kesempatan tersebut, Setyo secara khusus mengapresiasi langkah Provinsi Lampung yang menerapkan pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal.

“Seperti Gubernur Lampung, ya, ada muatan lokal, kurikulum muatan lokal untuk SMA dan SMK yang sudah diinstruksikan supaya diajarkan,” kata Setyo.

Menurut Setyo, penerapan Pendidikan Antikorupsi sebagai muatan lokal di Lampung dapat menjadi langkah awal sekaligus contoh yang dapat dikembangkan oleh daerah lain dalam memperkuat pendidikan antikorupsi.

“Meskipun ini sifatnya muatan lokal, tapi setidaknya itu bisa dijadikan sebagai pilot project. Sebagai awal untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Setyo berharap praktik baik yang telah dilakukan Provinsi Lampung dapat ditularkan kepada daerah lainnya. Menurutnya, daerah yang telah memiliki praktik baik dalam penguatan integritas pendidikan dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya untuk bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Harapannya ini menyebar ke semuanya. Kepala daerah, gubernur, semuanya ikut dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah yang lain yang sudah bagus,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pendidikan antikorupsi sebagai kebiasaan atau gaya hidup, sehingga nilai-nilai integritas dapat tumbuh sejak peserta didik berada di lingkungan pendidikan.

Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya KPK memetakan kondisi integritas pendidikan di Indonesia melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan.

SPI Pendidikan mencakup aspek karakter peserta didik, ekosistem pendidikan serta tata kelola pendidikan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi KPK dalam menyusun rekomendasi penguatan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi.

SPI Pendidikan telah dilaksanakan sejak 2021. Pada tahap awal, Lampung menjadi salah satu dari tiga provinsi yang menjadi lokasi uji coba instrumen SPI Pendidikan bersama DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Provinsi Lampung dalam memperkuat pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal sekaligus mendorong tumbuhnya budaya integritas sejak lingkungan pendidikan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading