Connect with us

Politik

H. Darmawijaya Jadi Yang Pertama Daftarkan Diri Sebagai Bakal Calon Bupati ke DPC PDIP Tuba

Published

on

Alteripost Tulang Bawang – H. Darmawijaya menjadi orang pertama yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati ke DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Tulangbawang.

Melalui Liaison Officer (LO) nya pihak H. Darmawijaya mendaftarkan diri pada hari kedua pembukaan penjaringan bakal calon tersebut.

Liaison Officer H. Darmawijaya Albet saat ditemui menuturkan kedatangan pihaknya hari ini di DPC PDIP Kabupaten Tulangbawang mewakili H. Darmawijaya untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Tulangbawang.

“Kedatangan kami di DPC PDIP Tulangbawang hari ini mewakili H. Darmawijaya untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Tulangbawang,” ucapnya.

Selain itu pihaknya hingga kini baru mendaftarkan diri di satu partai yaitu di DPC PDIP Kabupaten Tulangbawang.

“Untuk parpol lain kita belum mendengar dan mendapatkan informasi adanya pembukaan pendaftaran. tetapi semua partai yang melakukan pembukaan nantinya akan kami daftarkan semua,” ujar Albet.

Ia juga memaparkan adapun visi Darmawijaya sendiri mencalon diri sebagai calon Bupati guna membangun Kabupaten Tulangbawang menjadi Kabupaten yang maju dan berkelanjutan.

Ditempat yang sama Sekertaris Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati DPC Partai PDIP Tulangbawang, Bambang Sumedi menjelaskan pendaftaran bakal calon Bupati itu sudah dibuka sejak 23 April 2024 kemarin.

“Pendaftaran bakal calon Bupati sudah dibuka DPC PDIP Tulangbawang sejak tanggal 23 April kemarin. Dan akan ditutup pada tanggal 16 Mei 2024 mendatang,” terangnya.

Menurutnya hingga hari kedua ini pihaknya baru menerima satu pendaftar atas nama H. Darmawijaya sebagai bakal calon Bupati.

“Sampai hari ini pendaftar pertama yang mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Tulangbawang di DPC PDIP baru H. Darmawijaya, yang lain belum ada yang melakukan pendaftaran,” papar dia.

Ia mengungkapkan tidak ada kriteria khusus bagi calon pendaftar yang ingin mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati di DPC PDIP Tulangbawang.

“Tidak ada kriteria khusus, semua warga masyarakat yang ber KTP Indonesia diperbolehkan untuk mendaftar dan mengambil formulir bakal calon Bupati di DPC PDIP Tulangbawang,” tegas Bambang.

Namun saat ditanya terkait mantan Bupati Tulangbawang sebelumnya Winarti, apakah akan kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati, pihaknya belum mengetahui secara pasti.

“Kami belum tau terkait itu, dan belum memberi konfirmasi kepada kami panitia. Bisa juga tiba-tiba mendaftar, bisa terjadi,” tuturnya.

Namun yang pasti dirinya menuturkan akan menerima sebanyak-banyaknya calon yang ingin mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati melalui DPC PDIP Tulangbawang hingga 16 Mei mendatang. (Can).

Facebook Comments Box
Continue Reading

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading