Tulang Bawang
Alami Kekurangan Dokter Hewan, Distan Tuba Harap Tahun 2024 Dapat Miliki Dokter Baru
Alteripost Tulang Bawang – Dinas Pertanian Tulangbawang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan berharap tahun 2024 bisa memiliki tambahan dokter hewan baru.
Hal tersebut mengingat Tulangbawang sampai saat ini hanya memiliki satu orang dokter hewan untuk melakukan pengawasan di 15 Kecamatan.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasib Subagio mengungkapkan untuk jumlah dokter hewan di Tulangbawang bisa dibilang sangat miris dan sedih.
Hal tersebut dikarenakan khususnya kabupaten sebesar Tulangbawang hingga tahun 2023 dengan jumlah populasi hewan ternak 31 ribu hanya memiliki satu dokter hewan.
“Sampai hari ini kita hanya mempunyai satu dokter hewan jadi sangat-sangat kurang sekali,” paparnya.
Menurutnya adanya kekurangan dokter hewan di Tulangbawang ini sudah berjalan cukup lama, kurang lebih hampir 10 tahun ke belakang.
“Sebelumnya kami juga sudah sering melakukan usulan untuk penambahan dokter hewan, namun belum juga ada alokasi khusus terkait dokter hewan di Tulangbawang tersebut,” terangnya.
Namun walau begitu dirinya mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan mendapatkan alokasi untuk penerimaan ASN dokter sebanyak 2 orang.
“Insyaallah untuk tahun 2024 ini kita mendapatkan alokasi untuk penerimaan ASN, sebanyak 2 orang, mohon doanya semoga apa yang kita usulkan dan rencanakan tahun ini bisa berjalan dengan baik,” harap dia.
“Pengennya lebih tetapi dikarenakan keterbatasan formasi untuk penerimaan PNS, kita hanya mendapatkan dua alokasi untuk dokter hewan,” tambahnya.
Mengingat menurut Nasib idealnya paling minim untuk satu kecamatan di Tulangbawang mempunyai satu dokter hewan.
Ia juga mengungkapkan dengan kurangnya tenaga dokter hewan membuat pihaknya terkendala untuk lebih cepat melakukan penanganan penyakit pada hewan bilamana terjadi secara luas.
“Dengan luas wilayah 15 kecamatan kita hanya mempunyai satu orang dokter hewan, sehingga dalam penanganan penyakit itu tentunya membuat kewalahan petugas,” paparnya.
Ia berharap mudah-mudahan apa yang diajukan untuk formasi dokter hewan tahun ini dapat segera terealisasi.
“Dan untuk tahun depan juga mudah-mudahan dapat kembali bertambah lagi hingga bisa mencukupi paling tidak di setiap kecamatan di Tulangbawang,” harapnya. (Can).
Tulang Bawang
Wakili Bupati, Asisten II Anthoni Hadiri Giat Konferkab IX PWI Tuba Periode 2026-2029
Alteripost Tulang Bawang – Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Anthoni ikut menghadiri konferensi kabupaten IX PWI Tulangbawang periode 2026-2029, Senin (15/6/2026).
Hadir pada kesempatan itu, Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah, Penasehat PWI Provinsi Lampung Supriyadi Alfian, Plt Ketua PWI Tulangbawang Lukmansyah, sejumlah unsur Forkopimda Tulangbawang serta sejumlah pejabat setempat lainnya.
Asisten II Anthoni yang mewakili Bupati saat sambutannya mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung atas pelaksanaan kegiatan hari ini.
Ia berharap melalui Konferkab, pengurus dan anggota PWI Kabupaten Tulangbawang dapat melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi, merumuskan langkah-langkah penguatan kelembagaan, menyusun program kerja yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus menentukan arah kepemimpinan untuk masa bakti yang akan datang.
“Kami berharap PWI dapat terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan Kabupaten Tulangbawang. Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program dan anggaran, tetapi juga oleh keterbukaan informasi, partisipasi masyarakat, serta pengawasan publik,” tuturnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang berkomitmen untuk terus membangun hubungan yang harmonis, terbuka, dan profesional dengan seluruh insan pers.
“Kami percaya bahwa sinergi yang baik antara pemerintah dan media akan memberikan dampak positif bagi terwujudnya Tulangbawang sebagai Kabupaten Udang Manis,” paparnya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam sebuah proses demokrasi adalah hal yang wajar. Namun ia berharap perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan.
“Siapapun yang nantinya dipercaya memimpin PWI Kabupaten Tulangbawang merupakan pilihan terbaik anggota dan harus mendapat dukungan dari seluruh elemen organisasi,” tututpnya.
Ditempat yang sama, Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, mengungkapkan bahwa Konferkab IX juga menandai usia organisasi PWI Tulangbawang yang telah mencapai 24 tahun lamanya.
Maka dari itu, di usia yang 24 tahun ini PWI harus menjadi contoh bagi organisasi pers di Tulangbawang. Apalagi mengingat PWI sudah dibekali AD/ART, kode perilaku dan kode etik wartawan sebagai pedoman dalam berorganisasi.
“Konferkab ini juga merupakan forum tertinggi organisasi yang tidak hanya memilih seorang pemimpin (ketua PWI), tetapi juga merumuskan program kerja yang menjadi mandat bagi kepengurusan periode yang akan datang,” tandasnya. (Can)

