Connect with us

Lampung

Pj. Gubernur Lampung Sambut Kedatangan Jemaah Haji Provinsi Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Penjabat Gubernur Lampung Samsudin menyambut kedatangan jemaah haji Provinsi Lampung Tahun 2024, di Gedung Madinatul Hujjaz Asrama Haji Rajabasa, Minggu (23/06/2024).

Kedatangan Jemaah Haji Provinsi Lampung kloter 3 (tiga) yang berasal dari Kota Bandar Lampung merupakan kloter Pertama yang tiba di Provinsi Lampung.

“Kepada seluruh jemaah haji yang tergabung dalam kloter 3, selamat kembali ke tanah air, dan tentunya selamat kembali kepada pangkuan keluarga masing-masing. Semoga seluruh jemaah, yang telah kembali ke tanah air ini, dalam keadaan sehat dan dengan membawa predikat haji yang mabrur,” ucap Samsudin.

Pj. Gubernur Lampung mengatakan bahwa para jemaah haji yang telah kembali adalah sekian muslim yang beruntung karena telah menyempurnakan keislamannya, yaitu dengan
memenuhi tuntunan rukun Islam secara lengkap.

“Semoga ibadah haji yang telah Bapak, Ibu dan saudara laksanakan diterima oleh Allah SWT dan menjadi amalan yang membawa berkah bagi kehidupan kita seluruhnya,” ujar Samsudin.

Dalam kesempatan tersebut Pj. Gubernur Lampung berharap kepada para jemaah haji yang baru saja kembali untuk senantiasa mempertahankan semangat ibadah dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung Puji Raharjo menyebutkan bahwa jemaah haji Provinsi Lampung Kloter 03 JKG merupakan gabungan dari jemaah haji Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Way Kanan.

Adapun jumlah total jemaah Haji dan petugas haji Provinsi Lampung yang berangkat adalah sebanyak 7.301 jemaah, sedangkan jemaah yang batal berangkat sebanyak 25 orang yang terbagi dalam 19 Kloter.

Kloter 03 JKG yang saat ini tiba di Debarkasi berjumlah 393 orang, dengan rincian :
Jemaah Provinsi Lampung 388, 385 dari kota Bandar Lampung dan 2 Orang Tanazul dari Kab. Way Kanan, 1 Orang Wafat. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading