Connect with us

Lampung Selatan

67 Persen Masyarakat Puas Dengan Kinerja Bupati Lamsel Nanang Ermanto

Published

on

Alteripost Kalianda – Kepuasan publik terhadap Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mencapai 67,00 persen.

Hal itu berdasarkan survei terbaru yang dirilis Disway Research and Development bekerjasama dengan Departemen Riset, Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Radar Lampung Media Grup (RLMG).

Berdasarkan data yang dikutip dari _Radarlampung.disway.id_, pada Senin, 29 Juli 2024, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto di angka 67,00 persen.

Angka ini merupakan hasil gabungan dari responden yang menyatakan sangat puas dan puas.

Diketahui, survei itu dilakukan selama seminggu, dari tanggal 14 Juli hingga 20 Juli 2024, menggunakan metode simple random sampling.

Sampel survei berjumlah 500 responden, yang dipilih secara acak dari populasi mata pilih Kabupaten Lampung Selatan sebesar 796.779 jiwa, tersebar di 17 kecamatan.

Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari dua bagian utama: informasi demografi responden dan penilaian terhadap kinerja Bupati.

Dengan toleransi kesalahan (margin of error) plus minus 5 persen dan tingkat kepercayaan 90 persen.

Distribusi demografi responden meliputi jenis kelamin laki-laki (52,40 persen) dan perempuan (47,60 persen), usia: 17-35 tahun (56,00 persen) dan 36 tahun ke atas (44,00 persen).

Sedangkan pendidikan terakhir mayoritas dari latar belakang pendidikan SMA/SMK (47,20 persen) dan S1/S2/S3 (24,40 persen).

Serta pekerjaan dominan dari kalangan swasta/wiraswasta (66,40 persen) dan juga melibatkan PNS (11,80 persen), pelajar/mahasiswa (11,80 persen), serta yang belum bekerja (10,00 persen).

Dari hasil survei yang dilakukan, responden memberikan penilaian yang bervariasi terhadap kinerja Nanang Ermanto.

Sebanyak 14,40 persen dari total responden, menyatakan bahwa mereka merasa sangat puas dengan kinerja Bupati.

Kelompok ini mengapresiasi kebijakan pembangunan, respons terhadap kebutuhan masyarakat, atau transparansi dalam pengelolaan pemerintahan.

Sementara, sebanyak 52,60 persen menyatakan bahwa mereka merasa puas dengan kinerja Bupati.

Kepuasan ini menunjukkan bahwa mayoritas pengguna layanan publik di Bumi Khagom Mufakat ini merasa cukup puas dengan upaya Bupati dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin.

Namun demikian, survei juga mengungkapkan bahwa ada sejumlah responden yang merasa kurang puas dengan kinerja Bupati.

Sebanyak 27,60 persen dari total, menyatakan bahwa mereka merasa kurang puas dengan kinerja Bupati.

Ketidakpuasan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya respons terhadap masalah yang dihadapi masyarakat, kebijakan yang dianggap tidak tepat, atau kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, sejumlah kecil responden atau sekitar 5,40 persen dari total, menyatakan bahwa mereka merasa sangat tidak puas dengan kinerja Bupati.

Respons ini mencerminkan adanya kekecewaan yang dalam terhadap kebijakan atau tindakan yang diambil oleh Bupati dalam menjalankan tugasnya.

1. Sangat Puas: 77 responden (14,40 persen)
2. Puas: 268 responden (52,60 persen)
3. Kurang Puas: 133 responden (27,60 persen)
4. Sangat Tidak Puas: 22 responden (5,40 persen)

Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik di Kabupaten Lampung Selatan perlu melakukan evaluasi dalam membangun strategi untuk merespons kebutuhan dan harapan masyarakat secara lebih efektif. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading