Connect with us

Bandar Lampung

Pj. Gubernur Samsudin Didampingi Walikota Eva Dwiana Tinjau Pembangunan Pasar Pasir Gintung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pj. Gubernur Lampung Samsudin, didampingi Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, meninjau progres pembangunan Pasar Pasir Gintung, Kota Bandar Lampung, Kamis (22/08/2024).

Samsudin menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan pasar, terutama mengingat target peresmian yang diharapkan dapat dilakukan pada akhir Agustus 2024.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memastikan kelancaran dan kesiapan proyek-proyek strategis daerah sebelum diresmikan dan digunakan oleh masyarakat. Juga bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan Pasar Pasir Gintung berjalan sesuai dengan rencana dan standar yang telah ditetapkan.

“Agar seluruh pihak terkait dapat bekerja maksimal, sesuai dengan alokasi anggaran APBD yang telah disiapkan,” ujar Samsudin.

Dia mendorong agar penyelesaian pembangunan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, agar tidak ada keterlambatan yang dapat mengganggu penggunaan pasar oleh masyarakat.

“Agar pasar ini segera dapat beroperasi dan melayani masyarakat dengan baik,” katanya.

Samsudin memberikan arahan terkait untuk dilakukan pemasangan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di titik-titik strategis pasar.

Dia menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama di tempat-tempat publik seperti pasar.

Selain itu, Samsudin menyarankan agar denah Pasar Pasir Gintung agar turut ditampilkan secara jelas di beberapa lokasi strategis dalam pasar.

“Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Dia menyampaikan pemerintah daerah sendiri berkomitmen untuk terus mendukung proyek-proyek yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, pembangunan Pasar Pasir Gintung ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal dan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang strategis di Bandarlampung.

“Peresmian Pasar Pasir Gintung nantinya diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah,” katanya.

Sementara itu, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan kesiapan Pemerintah Kota Bandarlampung untuk bekerja sama dengan semua pihak terkait guna mempercepat proses pembangunan dan memastikan semua aspek berjalan sesuai dengan rencana.

Eva menargetkan penyelesaian pasar terutama jalan depan pasar dalam waktu dekat.

“Bagian depan pasar diproyeksikan akan rampung dalam tiga hari mendatang, sehingga akses masuk menuju pasar akan lebih lancar dan memadai,” ujar Eva.

Eva menjelaskan pada pasar ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas umum yang telah disiapkan. Meliputi kamar mandi, musholla, ruang untuk ibu menyusui, serta sistem keamanan berbasis CCTV yang akan memantau aktivitas di seluruh area pasar.

Kemudian, adanya denah pada pasar melalui smart TV atau papan informasi yang mudah diakses oleh pengunjung pasar.

“Semua fasilitas ini disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung pasar,” katanya.

Eva berharap Pasar Pasir Gintung ini akan menjadi contoh pasar modern yang tidak hanya menyediakan fasilitas yang memadai, tetapi juga mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan.

Selama kunjungan, Pj. Gubernur Samsudin berkesempatan memeriksa langsung fasilitas yang sudah dibangun, termasuk basement parkir, ruang mesin dan ruang keamanan yang dilengkapi dengan CCTV.

Samsudin ingin memastikan bahwa semua fasilitas telah memenuhi standar yang ditetapkan dan siap digunakan oleh masyarakat serta aspek keamanan dipersiapkan dengan baik dan siap untuk dioperasikan ketika pasar sudah resmi dibuka.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Bandar Lampung

Eva Dwiana Hadiri Konferensi Pers Rakernas APEKSI XVIII, Soroti Mitigasi Banjir Perkotaan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara. Setibanya di Medan, Eva Dwiana langsung mengikuti konferensi pers bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Wali Kota Solo, dan Wali Kota Ternate di Ruang Rapat Pemerintah Kota Medan, Selasa (30/6/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 diikuti oleh 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi Kota Medan hingga sekitar Rp17 miliar melalui sektor penyelenggaraan acara, perhotelan, UMKM, kuliner, dan transportasi.

Rakernas APEKSI XVIII menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman, serta bertukar inovasi dalam pembangunan daerah. Sejumlah agenda turut digelar, di antaranya Indonesia City Expo, forum tematik, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, hingga bazar UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Karnaval Nusantara yang diikuti puluhan delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Kegiatan tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi daerah sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menegaskan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas APEKSI XVIII merupakan wujud komitmen untuk memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk membahas strategi mitigasi banjir di kawasan perkotaan.

“Melalui Rakernas APEKSI XVIII ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen memperkuat kolaborasi antardaerah, memperluas jejaring kerja sama, serta mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eva Dwiana.

Selain itu, Eva menyebut pembahasan mengenai penanganan banjir di wilayah perkotaan menjadi salah satu fokus penting, mengingat persoalan tersebut menjadi tantangan bersama yang dihadapi banyak kota di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkepala daerah, diharapkan lahir solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi pembangunan perkotaan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading