Connect with us

Lampung

Pj. Gubernur Samsudin Terima Bantuan 500 Unit Tabung Oksigen dari Rotary Club, Siap Disalurkan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pj. Gubernur Lampung Samsudin menerima 500 unit tabung oksigen bantuan dari Rotary Club di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kamis (22/8/2023).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Rotary International President Elect (RIPE) Mario Cesar Martins de Camargo.

Pj. Gubernur Samsudin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Rotary Club atas kepedulian dan komitmen luar biasa dalam mendukung upaya memperkuat sektor kesehatan di Provinsi Lampung.

“Atas nama masyarakat Lampung mengucapkan terima kasih. Bantuan ini semoga bermanfaat buat masyarakat di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Samsudin menyampaikan bahwa 500 tabung oksigen yang telah diberikan akan disalurkan ke Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Ia menuturkan bahwa pembagian tabung oksigen ke Kabupaten dan Kota tersebut juga bertujuan untuk memperkenalkan Rotary Club kepada masyarakat di Kabupaten/Kota.

“Walaupun jumlahnya bisa jadi tidak maksimal 1 Kabupaten, yang penting sama rata, merasakan semua bantuan dari Rotary Club” ujarnya.

Samsudin berharap Rotary Club dapat menjadi bagian dari membangun dan membesarkan Provinsi Lampung.

“Kami bangga dengan apa yang sudah dilakukan oleh Rotary Club,” ujarnya

Selain memberikan tabung oksigen, Rotary Club Lampung Raden Inten juga memberikan bantuan proyek pembangunan Irigasi sepanjang 4,11 km di Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah (Desa Rama Dewa, Rama Nirwana, Rama Gunawan, Rukti Harjo) dan Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran (Desa Gedong Tataan dan Bogorejo) yang telah didanai The Rotary Foundation dan Rotary Partner International.

Saluran irigasi ini bermanfaat untuk mengairi 634 hektar sawah dan menyejahterakan lebih dari 687 keluarga petani di daerah tersebut.

Samsudin berharap ke depan Rotary Club bisa terus menempatkan program-program strategisnya di Provinsi Lampung.

Lebih dari itu, ia juga berharap Rotary Club dapat membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Lampung sehingga dapat menyokong pembangunan dan kemajuan Lampung di Masa Depan.

“Dan tentu ini sangat berharga, sangat berarti meningkatkan kualitas dari program yang ada itu, tentu kita ingin Lampung menjadi target, jika nanti Rotary Club ingin berkegiatan, Lampung mempersilahkan, Lampung akan terima Rotary Club dengan tangan berbuka,” pungkasnya.

Rotary Club sendiri merupakan organisasi non-politik yang bergerak di bidang kemanusiaan dan mempromosikan perdamaian dunia.

Rotary Club bertujuan untuk menyatukan para pemimpin bisnis dan profesional untuk memberikan layanan kemanusiaan, mendorong standar etika yang tinggi dalam semua pekerjaan dan untuk memajukan niat baik dan perdamaian di seluruh dunia.

Rotary Club yang didirikan oleh Paul Harris pada tahun 1905 di Chicago, Amerika Serikat ini memiliki lebih dari 1,2 juta anggota yang disebut Rotarian di seluruh dunia di lebih dari 150 negara.

Rotary International President Elect (RIPE) Mario Cesar Martins de Camargo mengatakan bahwa Rotary Club memiliki motto yaitu “Service above Self”.

Motto tersebut menurutnya memiliki filosofi yang sangat penting, yaitu Mengutamakan Kepentingan Orang Lain di Atas Kepentingan Pribadi.

“We always giving, we are not taking, and that’s why we do our mission,” ujarnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Tata Organisasi untuk Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung selalu berupaya memperkuat tata kelola organisasi dan kinerja pemerintahan guna memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara efektif, adaptif, terukur, serta sesuai dengan regulasi.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat terkait Tata Organisasi Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan di Ruang Kerja Sekda, Rabu (19/08/2026).

Dalam arahannya, Sekdaprov Marindo menegaskan pentingnya peran Biro Organisasi dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan pada jalur yang tepat.

Menurutnya, sebagai organisasi besar, Pemprov Lampung membutuhkan pengelolaan organisasi yang baik agar seluruh perangkat daerah mampu mencapai tujuan pemerintahan secara optimal.

“Saya menganggap penting Biro Organisasi ini karena kita ini sebuah organisasi. Pemerintah daerah secara rumah besarnya, lalu dinas-dinas itu namanya OPD, Organisasi Perangkat Daerah. Lalu siapa yang mengurusi organisasi itu? Ya Biro Organisasi,” ujar Marindo.

Ia menyebut Biro Organisasi sebagai ‘jantung organisasi’ di lingkungan Pemprov Lampung. Karena itu, Biro Organisasi diharapkan mampu bergerak lebih modern, cepat, adaptif, dan agile dalam menjalankan tugasnya.

“Saya ingin Biro Organisasi berjalan di atas rel dengan teknologi yang modern, sehingga cepat, adaptif, agile. Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita semua mencapai tujuan bersama yang akan diraih oleh Biro Organisasi,” katanya.

Salah satu fokus utama yang disoroti Marindo adalah peningkatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Ia mengapresiasi peningkatan predikat SAKIP Pemerintah Provinsi Lampung dari B menjadi BB pada penilaian sebelumnya.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses dan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah. Namun, capaian BB tidak boleh menjadi titik akhir. Marindo menetapkan target yang lebih tinggi, yakni meraih predikat A.

“Targetnya tetap A. Kalau targetnya tetap mempertahankan BB, rasanya bukan target namanya. Tapi itu semua adalah buah dari proses yang benar. Seperti ketika kita naik menjadi BB, kita menjalani proses itu dengan benar,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Marindo meminta Biro Organisasi memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Inspektorat. Menurutnya, peningkatan SAKIP tidak dapat dilakukan oleh Biro Organisasi seorang diri karena keberhasilannya merupakan hasil dari seluruh siklus penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menekankan bahwa perencanaan menjadi fondasi utama dalam membangun kinerja pemerintahan yang akuntabel. Karena itu, pohon kinerja harus disusun secara jelas dan selaras dengan RPJMD maupun RPJMN.

“Semua diawali dari perencanaan. Kalau perencanaannya sudah benar sesuai dengan syarat-syarat LAKIP, sekarang kita fokus ke penilaian. Yang diminta oleh penilaian itu apa? Kita to the point saja,” ujarnya.

Selain aspek perencanaan, sisi pengawasan juga menjadi perhatian. Marindo meminta agar tindak lanjut atas temuan, kesalahan, maupun rekomendasi pengawasan dilakukan secara nyata dan sesuai ketentuan.

Ia menjelaskan, capaian SAKIP pada dasarnya bukan semata-mata persoalan menyusun laporan yang baik. Laporan akuntabilitas harus menggambarkan kinerja nyata yang telah dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah.

“Yang namanya laporan itu adalah laporan yang ditulis berdasarkan kisah nyata yang terjadi. Jadi, yang harus dilakukan adalah OPD-OPD benar dulu kerjanya, sesuai dengan aktivitasnya,” jelasnya.

Marindo juga mengaitkan penguatan SAKIP dengan reformasi birokrasi (RB) dan pembangunan Zona Integritas (ZI). Menurutnya, ketiganya merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Ia menilai, keberhasilan tata kelola pemerintahan pada akhirnya tidak hanya tercermin dalam capaian administratif, tetapi juga berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“SAKIP dan RB itu menjadi modal bagi kita untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah daerah layak dipercayai oleh masyarakat,” katanya.

Kepercayaan tersebut, lanjutnya, akan mendorong masyarakat untuk semakin yakin bahwa pajak dan berbagai kewajiban yang dibayarkan kepada pemerintah dikelola secara baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika mereka melihat pemerintah daerah ini SAKIP-nya sudah A, sudah berintegritas, mereka yakin uang yang mereka serahkan kepada pemerintah ini dikelola dengan baik oleh pemerintah,” jelas Marindo.

Selain SAKIP, Marindo meminta Biro Organisasi memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk melalui penguatan Indeks Pelayanan Publik (IPP), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), serta Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP).

Ia juga menyoroti capaian Pemerintah Provinsi Lampung yang masuk tiga besar nasional dalam penilaian Ombudsman. Namun, capaian tersebut diharapkan tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.

Menurut Marindo, tujuan utama bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan memastikan seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai regulasi dan memberikan pelayanan yang bebas dari maladministrasi.

Untuk itu, ia meminta Biro Organisasi bersama perangkat daerah terkait mendorong budaya pelayanan yang cepat, transparan, mudah, responsif, dan sesuai standar pelayanan.

Marindo juga mendorong pemanfaatan kanal pengaduan Lampung-in sebagai media pelaporan dan pengaduan masyarakat yang perlu disosialisasikan secara lebih luas kepada perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Marindo juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, digitalisasi tidak sekadar ditandai dengan penggunaan aplikasi, tetapi harus dibangun sebagai pola pikir dalam bekerja dengan memanfaatkan data yang terintegrasi.

“Yang namanya digitalisasi itu adalah pola pikir bagaimana bekerja menggunakan database yang terintegrasi sehingga data itu menjadi sebuah instrumen pengambilan keputusan dan kebijakan,” jelasnya.

Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Marindo mengibaratkan jajaran Biro Organisasi sebagai dokter yang bertugas mendiagnosis berbagai persoalan organisasi pemerintahan, kemudian mencari solusi agar seluruh perangkat daerah mampu bekerja sesuai dengan ketentuan.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan bukan hanya terletak pada hasil akhir berupa nilai atau penghargaan, tetapi pada proses kerja yang dilakukan secara benar dan konsisten.

Marindo berharap penguatan tata organisasi dapat membangun pola pikir baru di kalangan aparatur sipil negara (ASN), bahwa menjadi ASN bukan sekadar pilihan pekerjaan, melainkan bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui penguatan tata organisasi, peningkatan akuntabilitas kinerja, reformasi birokrasi, pembangunan Zona Integritas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta digitalisasi berbasis data, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen membangun pemerintahan yang semakin efektif, berintegritas, adaptif, dan dipercaya masyarakat. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading