Lampung Selatan
Ratusan Pemancing Ikuti Fishing Tournament Bupati Cup 2024
Alteripost Kalianda – Ratusan pemancing dari berbagai kecamatan di Lampung Selatan (Lamsel), mengikuti ajang Fishing Tournament Bupati Cup 2024 di Pantai Kalianda Beach, Kecamatan Kalianda, Minggu (25/8/2024).
Turnamen ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia, sekaligus sarana mempromosikan potensi wisata bahari Kabupaten Lampung Selatan.
Bupati Lamsel Nanang Ermanto, menyampaikan apresiasi kepada jajaran terkait atas terselenggaranya event ini. Menurutnya, selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini bisa menjadi sarana berkumpul bersama bagi sesama pecinta mancing di Lampung Selatan.
Tidak hanya itu, Nanang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta Fishing Tournament Bupati Cup 2024 yang begitu bersemangat dan berantusias tinggi untuk mengikuti kegiatan ini.
“Luar biasa sekali. Ada kenaikan jumlah peserta yang signifikan. Jika tahun lalu hanya berada di kisaran 50 peserta, tapi tahun ini lebih dari 200 peserta tergabung di turnamen ini,” ucap Bupati Nanang dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Nanang meminta kepada para peserta untuk bertarung penuh sportivitas, dan menjadikan ajang perlombaan ini sebagai bentuk perekat kebersamaan antarpemancing.
“Kalah menang itu hal yang biasa, yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga hubungan baik antarpemancing yang ada di sini,” imbuhnya.
Usia dibuka oleh Bupati Nanang Ermanto, para peserta mulai memadati pinggiran bibir pantai untuk mengambil tempat yang telah ditentukan sesuai nomor urut oleh panitia.
Dengan cuaca yang cerah dan angin laut yang sepoi-sepoi, para pemancing mulai menikmati tarikan target yang berhasil menyambar umpan. (*)
Lampung Selatan
Program Rumah Subsidi di Lampung Selatan Tawarkan Cicilan Hingga 40 Tahun
Alteripost Jati Agung – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendampingi kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait di Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026). Kunjungan tersebut membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program pembiayaan rumah subsidi dengan bunga ringan dan tenor kredit hingga 40 tahun.
Kegiatan dipusatkan pada acara Kredit Program Perumahan (KPP) bertajuk Kolaborasi Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang berlangsung di Gedung Parrona, Jalan Terusan Ryacudu, Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung.
Program itu menekankan kolaborasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui dukungan berbagai lembaga seperti Bank BTN, BP Tapera, PNM, SMF dan sejumlah mitra lainnya. Melalui program tersebut, masyarakat kini dapat mengakses kredit rumah dengan bunga mulai 5,59 persen per tahun serta skema cicilan yang lebih ringan.
Menteri PKP RI, Maruarar Sirait mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap sektor perumahan rakyat sebagai bagian dari pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
“Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya untuk mempersiapkan kota-kota baru di sekitar Jakarta, Medan, Makassar, Manado dan berbagai daerah lainnya agar tercipta pusat-pusat pertumbuhan baru,” ujar Maruarar.
Menurutnya, pemerintah juga terus memperluas kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar semakin mudah memiliki rumah layak huni. Salah satu kebijakan yang disiapkan yakni memperpanjang tenor kredit rumah subsidi dari 20 tahun menjadi 40 tahun.
“Presiden juga memerintahkan agar masa kredit diperpanjang menjadi 40 tahun sehingga cicilan masyarakat menjadi lebih ringan. Selain itu, BPHTB dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk MBR di Lampung juga sudah digratiskan,” katanya.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat yang selama ini kesulitan memiliki rumah akibat tingginya cicilan dan biaya administrasi.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama berharap program kolaborasi pembiayaan perumahan tersebut dapat membuka akses kepemilikan rumah yang lebih luas bagi masyarakat di daerahnya, khususnya kalangan pekerja dan keluarga muda.
Ia juga berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan dan pengembang dapat mempercepat pemerataan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau dan berkelanjutan. (*)

