Lampung Selatan
Bupati Nanang Ermanto Melakukan Kunker ke Kecamatan Natar
Alteripost Natar – Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Natar, Jumat (6/9/2024). Dalam kunjungannya, Nanang menyerahkan secara simbolis e-KTP kepada siswa berumur diatas 17 tahun dan masyarakat di MAS Daarul Ma’arif.
Bupati Nanang Ermanto Melakukan Kunker ke Kecamatan Natar
Nanang mengatakan, pelayanan jemput bola hingga tingkat kecamatan dan desa tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan yang merata dan optimal.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas di Kabupaten Lampung Selatan dalam pencapaian layanan administrasi kependudukan bagi warga. Sehingga anak-anak umur 17 tahun bisa mendapatkan e-KTP lebih cepat.
“Pemerintah daerah memberikan pelayanan langsung yang disentuh oleh masyarakat, ini percepatan pelayanan. Maka, kita punya program pelayanan harus sampai ke tingkat kecamatan dan desa, bahkan sekolah. Sehingga masyarakat bisa merasakan pelayanan yang optimal dan baik,” ujarnya.
Nanang juga menjelaskan, pentingnya memiliki e-KTP dan dokumen kependudukan lainnya sebagai identitas diri dan warga negara Republik Indonesia.
“KTP sangat penting sebagai identitas, apalagi memasuki usia 17 tahun. Semoga melalui jemput bola Disdukcapil bisa memberikan pemerataan pelayanan dengan baik,” kata Nanang.
Sementara itu, Kepala MAS Daarul Ma’arif, Syarifah Nia Nabila, menyampaikan rasa bangga dan bersyukur karena sekolahnya telah dipilih sebagai tempat pelakananaan perekaman e-KTP dan berkas kependudukan lainnya.
Syarifah mengungkapkan, pelayanan jemput bola tersebut sangat bermanfaat dan memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.
“Suatu kehormatan bagi kami bisa menyambut bapak di sekolah kami seperti hari ini. Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mempercayai MAS Daarul Maarif sebagai tempat untuk menyediakan fasilitas pelayanan,” kata Syarifah Nia Nabila. (*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

