Lampung Selatan
Kolaborasi Dengan Bandara Radin Inten II Pemkab Lamsel Bedah 2 Rumah Warga Natar
Alteripost Natar – Dua warga Desa Relung Helok, Kecamatan Natar, kini bisa bernafas lega. Itu setelah rumah mereka mendapat bantuan bedah rumah dari program pemerintah daerah yang digagas oleh Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto.
Kedua warga itu yakni, Kustanto dan Wagito Susanto. Mereka merasa sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Bandara Raden Inten II yang telah membantu pembangunan rumah mereka agar menjadi layak huni.
Salah satu penerima bantuan, Kustanto, yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan, merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak pak Nanang. Saya sangat bersyukur sekali karena sudah dibantu. Sehingga kami bisa punya rumah yang layak,” kata Kustanto.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengatakan, bantuan bedah rumah tersebut merupakan program pemerintah daerah dalam menangani kemiskinan ekstrem.
Dalam kesempatan itu, Nanang menyatakan akan terus berupaya agar tidak ada lagi masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan yang rumahnya tak layak huni.
“Alhamdulillah, bedah rumah ini kolaborasi antara Pemkab dengan Bandara Radin Inten II. Kita bersyukur ada kepedulian dari pihak Bandara untuk penanganan kemiskinan ekstrem,” kata Nanang.
Nanang mengatakan, masing-masing penerima bantuan akan mendapatkan dana bedah rumah sebesar Rp20 juta. Nantinya uang tersebut akan diserahkan kepada camat sebagai koordinator pembangunan.
“Ini uangnya Rp40 juta dipegang bu camat. Jadi bu camat sebagai koordinator untuk pembelanjaan material sampai jadi. Pak Kades minta bantuan gotong royong bangun rumah,” imbuh Nanang.
Sementara, Executive General Manager of KC Bandara Radin Inten II, Khaerul Assidiqi, menyampaikan rasa bangganya bisa berkolaborasi dengan Pemkab Lampung Selatan dibidang sosial.
Khaerul Assidiqi berharap, kedepannya Bandara Radin Inten II bisa terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.
“Alhamdulillah terima kasih, kami senang bisa berkolaborasi dengan Pemkab Lampung Selatan. Harapan kami Bandara Radin Inten II bisa lebih maju dan mendorong roda ekonomi di Lampung Selatan dan menambah kesejahteraan masyarakat,” kata Khaerul. (*)
Lampung Selatan
Pemkab Lampung Selatan Gandeng DAMRI, Rute Kalianda-Jakarta Kembali Dibuka
Alteripost Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.
Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.
Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.
Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.
Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.
Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.
Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.
Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.
Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.
Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).
Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).
Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.
Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.
“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.
Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.(*)

