Connect with us

Lampung

Pj. Gubernur Samsudin Minta OPD Pemprov Lampung dan Pemkot Bandar Lampung Berkolaborasi Tangani Sampah

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pj. Gubernur Lampung Samsudin meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Kota Bandarlampung berkolaborasi dalam penanganan sampah di Pantai Payang Panjang, Bandarlampung.

Dia meminta agar persoalan sampah di lokasi tersebut dapat terselesaikan hingga bulan Desember 2024.

Hal itu disampaikan Pj. Gubernur Samsudin saat memimpin rapat pembahasan rencana perbaikan kondisi lingkungan pesisir Pantai Payang Panjang, di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa (22/10/2024).

Rapat ini juga sebagai tindaklanjut dari pelaksanaan aksi bersih-bersih pesisir pantai dan laut atau Coastal Clean Up (CCU) di Pantai Payang Panjang, Kecamatan Sukaraja, Bandar Lampung beberapa waktu lalu.

Samsudin mengatakan, dalam jangka pendek hingga Desember 2024, lokasi tersebut sudah harus ada perubahan dengan tidak adanya lagi tumpukan sampah dibibir pantai.

“Kita jangka pendek sampai Desember 2024 kita lokalisir apa yang harus bisa kita kerjakan. Saya ingin sampai Desember disitu sudah berubah, sudah bersih,” ujar Samsudin.

Untuk kondisi saat ini, di Pantai Payang Panjang terdapat tumpukan sampah dipinggir pantai sekitar sepanjang 70 meter dan lebar 10 meter dengan kedalaman 1 hingga 2 meter.

Sebagian pinggir pantai sudah ditimbun warga dengan dana swadaya masyarakat menggunakan tanah dan pasir.

Samsudin meminta agar OPD bekerjasama dengan para pihak terkait untuk segera bergerak melakukan langkah-langkah membersihkan tumpukan sampah dan diganti dengan pasir.

Seperti diketahui, pinggir pantai ini digunakan sebagai lokasi sandaran perahu nelayan dan penarikan payang oleh nelayan dalam menangkap ikan.

“Sehingga kapal tetap sandar dan tidak merusak bagian bawah kapal, kita lakukan upaya bersama,” katanya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

Bank Lampung dan Pemprov Lampung Bersinergi Majukan Pertanian Mesuji

Published

on

Alteripost Mesuji – Bank Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha dan sektor pertanian. Dalam rangka mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung, Desaku Maju, Bank Lampung menyalurkan kredit alat dan mesin pertanian (Alsintan) dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Mesuji.

Pada Rabu (24/6/2026), Bank Lampung Sub Branch Unit Simpang Pematang menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp512 juta, sementara Bank Lampung Sub Branch Unit Rawajitu Selatan menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp562 juta.

Penyerahan kredit dilakukan secara simbolis dalam rangkaian kunjungan kerja program Desaku Maju yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami, Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami juga melakukan pelepasan sebanyak 33.000 bibit ikan di kawasan Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur.

Program restocking perikanan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Mesuji. Pemprov Lampung menyalurkan 20.000 bibit ikan yang terdiri dari 5.000 ekor benih nila, 13.000 ekor benih ikan mas, 1.000 ekor benih baung, dan 1.000 ekor benih bawal. Sementara itu, Pemkab Mesuji turut melepas 13.000 bibit ikan yang terdiri dari 10.000 ekor benih lele dan 3.000 ekor benih nila.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa program restocking tersebut bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai penyangga ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Selain itu, pada sektor hilir pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan teknologi bed dryer di 500 desa sebagai solusi untuk mengatasi persoalan pengeringan gabah yang selama ini menyebabkan turunnya kualitas dan harga jual hasil panen. Upaya penguatan sektor agribisnis juga didukung melalui kerja sama permodalan dengan Bank Lampung melalui skema Kredit Usaha Alsintan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur dan Bupati Mesuji turut meninjau proses pembuatan pupuk hayati cair serta menyaksikan simulasi penyemprotan lahan persawahan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur.

Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberdayakan sektor usaha produktif dan UMKM di Provinsi Lampung melalui berbagai program pembiayaan dan pendampingan.

“Penyaluran kredit hari ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Lampung dalam mendorong perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha, sehingga ke depan mereka dapat memperluas dan mengembangkan usahanya,” ujar Indra Merviana.

Melalui dukungan permodalan yang berkelanjutan, Bank Lampung berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendukung keberhasilan program pembangunan daerah di Provinsi Lampung.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading