Connect with us

Lampung Selatan

Pemkab Lamsel Gelar Haul Radin Inten II, Refleksi Perjuangan Pahlawan Nasional

Published

on

Alteripost Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) menggelar Haul ke-168 Pahlawan Nasional Radin Inten II. Acara ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ke-79, Minggu (10/11/2024).

Kegiatan yang digelar di halaman Benteng Cempaka, Makam Pahlawan Radin Inten II, di Desa Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, dihadiri langsung Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa.

Hadir juga Forkopimda Lampung Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten, Thamrin beserta jajaran perangkat daerah, serta Plt Ketua TP PKK Lampung Selatan, Nuri Maulida Pandu.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, Syaefuddin, selaku Ketua Penyelenggara menyampaikan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengenang dan menghormati jasa perjuangan para pahlawan nasional.

“Kegiatan haul ini juga untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan untuk meneladani Radin Inten II yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia,” kata Syaefuddin.

Syaefuddin menambahkan, acara Haul ke-168 Pahlawan Nasional Radin Intan II juga dirangkai dengan kegiatan tabur bunga dan doa bersama.

“Melalui kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenang jasa-jasa Radin Inten II dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sekaligus sebagai pengingat akan pentingnya meneladani semangat juang Radin Inten II,” ujar Syaefuddin.

Sementara, Plt Bupati Lampung Selatan, Pandu Kesuma Dewangsa menyampaikan, momentum Hari Pahlawan dan Haul Radin Inten II bukan hanya seremoni mengenang jasa dan pengorbanan jasa para pahlawan. Akan tetapi menurutnya, juga sebagai pengingat bagi generasi penerus bangsa bertekad bulat mempertahankan hasil dari perjuangannya.

“Oleh karenanya semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang insklusif untuk rakyat,” kata Pandu.

Oleh karena itu, Pandu mengajak, seluruh elemen masyarakat, ahli waris Radin Inten II dan para Pangeran Marga untuk menguatkan jalinan sinergitas dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama memelihara kerukunan masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada serentak.

“Mari kita jaga bersama kondusivitas daerah kita, jangan sampai terjadi perpecahan ditengah masyarakat akibat berbeda pandangan politik. Ini penting kita lakukan, karena kita semua mempunyai kewajiban yang sama untuk menyukseskan Pilkada serentak di Kabupaten Lampung Selatan,” imbuh Pandu.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading