Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Pj Ketua TP PKK Maidawati Retnoningsih Samsudin Resmikan Galeri UMKM Ikatan Keluarga Besar Bank Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pj Ketua TP PKK Provinsi Lampung Maidawati Retnoningsih Samsudin didampingi Pj Ketua Dharmawanita Provinsi Lampung Siti Fatimah Frendly dan Ketua Ikatan Keluarga Besar Bank Lampung (IKBL) Desiyanti Mahdi Yusuf meresmikan Galeri UMKM IKBL, Minggu (15/12/2024).

Peresmian galeri UMKM IKBL ini juga menjadi salah satu rangkaian Begawi IKBL yang digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-25 Ikatan Keluarga Besar Bank Lampung (IKBL’).

Pj Ketua TP PKK Provinsi Lampung Maidawati Retnoningsih Samsudin memberikan apresiasi kepada IKBL atas kepeduliannya terhadap kemajuan UMKM di Provinsi Lampung.

Ia juga berharap agar Galeri UMKM IKBL ini nantinya dapat mendorong pelaku UMKM untuk mempromosikan produk – produknya di galeri UMKM IKBL Bank Lampung

Sementara itu Ketua IKBL Desiyanti Mahdi Yusuf menjelaskan Galery UMKM IKBL ini, menjadi wadah yang inspiratif dan memberikan manfaat yang besar bagi para pelaku UMKM serta masyarakat Lampung secara keseluruhan.

“Melalui galeri ini, kami berharap dapat memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produk unggulan mereka, sehingga dapat lebih dikenal oleh masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema Begawi IKBL dalam rangkaian kegiatan HUT IKBL ke-25 tahun yaitu jalin silaturahmi, Kembangan kreatifitas menuju Indonesia Emas 2045.” katanya.

Begawi IKBL sendiri digelar dari pada tanggal 13- 15 Desember 2024. Dengan rangkaian kegiatan yaitu bhakti sosial mengunjungi janda – janda kurang mampu dan ke beberapa panti asuhan yang ada disekitar wilayah Teluk Betung Barat.

Kemudian melakukan cek kesehatan gratis dan papsmeart. Pound Fit, fun Game, peresmian Galeri UMKM IKBL dan puncak peringatan HUT IKBL sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2024 mendatang. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

BI Lampung Ungkap Ekonomi Tetap Tumbuh, Hilirisasi Jadi Kunci 2026

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung Semester I 2026 pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kebijakan serta meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terhadap kondisi dan prospek ekonomi daerah.

Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.

Dalam pemaparan, disampaikan bahwa perekonomian Provinsi Lampung tetap menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,54 persen (year-on-year), sementara secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,28 persen (cumulative to cumulative). Kinerja ini terutama ditopang oleh sektor pertanian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Lampung.

Mengusung tema “Penguatan Model Bisnis Komoditas Strategis dalam Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”, kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi ekonomi melalui penguatan sektor unggulan, khususnya pertanian, dengan pendekatan hilirisasi dan integrasi hulu hingga hilir.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyampaikan bahwa capaian tinggi sektor pertanian pada periode sebelumnya menjadi tantangan tersendiri ke depan. Basis pertumbuhan yang sudah tinggi menuntut upaya ekstra untuk mempertahankan kinerja, terlebih di tengah risiko global yang masih membayangi pada 2026.

Ke depan, perekonomian Lampung pada Triwulan I 2026 diprakirakan tetap kuat, didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan, serta peningkatan permintaan domestik pada periode long festive season seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026. Secara keseluruhan, ekonomi Lampung sepanjang 2026 diproyeksikan tumbuh solid dengan inflasi yang tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional.

Penguatan sektor pertanian dinilai perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas, yang didukung oleh penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya hingga pemasaran, melalui kolaborasi lintas sektor.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong program strategis, salah satunya melalui program unggulan Desaku Maju. Program ini mengembangkan ekosistem ekonomi desa secara terintegrasi dengan mengedepankan inovasi, guna mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal.

Dari sisi kebijakan nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan produksi dan hilirisasi komoditas hortikultura melalui peningkatan produktivitas, modernisasi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dan integrasi rantai pasok.

Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, termasuk melalui pengembangan sistem informasi komoditas seperti food hub untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga keseimbangan pasokan.

Di sisi lain, EPTILU menekankan pentingnya pengembangan model bisnis pertanian terintegrasi (closed loop), yang menghubungkan proses produksi hingga pemasaran melalui pendampingan dan monitoring. Model ini dinilai mampu menjaga kualitas, kepastian pasar, serta stabilitas harga, sekaligus memperkuat posisi strategis Lampung sebagai simpul perdagangan antara Sumatera dan Jawa.

Diskusi juga mengangkat sejumlah isu strategis, seperti masih tingginya aliran keluar komoditas dalam bentuk bahan mentah, keterbatasan kualitas lahan, serta belum optimalnya nilai tambah sektor pertanian. Selain itu, aspek pembiayaan dinilai belum sepenuhnya mendukung pengembangan usaha secara optimal.

Perbankan pun menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan sektor ini melalui peningkatan konektivitas antara petani dan pelaku pasar, dengan tetap menekankan pentingnya kelembagaan dan model bisnis yang kuat.

Sebagai tindak lanjut, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kelembagaan petani, pengembangan sistem informasi komoditas terintegrasi, percepatan hilirisasi, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi Lampung yang lebih berdaya saing dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading