Connect with us

Tulang Bawang

Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun, AKBP James H Hutajulu : Angka Kriminalitas di Tuba Turun 15 Persen Tahun 2024

Published

on

Alteripost Tulang Bawang – Angka kriminalitas di Kabupaten Tulangbawang mengalami penurunan sebanyak 15 persen pada tahun 2024. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolres Tulangbawang AKBP James H Hutajulu, SIK, SH, MH, MIK didampingi jajaran saat konferensi pers akhir tahun 2024 di Mapolres setempat, Selasa (31/12/2024).

Dimana berdasarkan data sebelumnya jumlah tindak pidana pada tahun 2023 sebesar 660 kasus dan tahun 2024 sebesar 560 kasus yang mana mengalami penurunan kasus sebesar 15 persen.

Untuk penyelesaian perkara tahun 2023 sebesar 683 kasus dan tahun 2024 sebesar 414 kasus mengalami penurunan sebesar 40 persen di tahun 2024.

Sedangkan untuk pengungkapan kasus tahun 2023 sebanyak 105 kasus dan tahun 2024 sebesar 151 kasus. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 43 persen di tahun 2024.

Adapun untuk kasus terbanyak pada tahun 2024 yaitu pertama terkait kasus Curhat, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penganiayaan, persetubuhan thd anak, pencurian biasa, penipuan, kekerasan seksual serta kasus curas.

Kapolres Tulangbawang AKBP James H Hutajulu, SIK, SH, MH, MIK saat konferensi pers mengatakan bahwa kegiatan rilis akhir tahun 2024 ini dilakukan bertujuan untuk menyampaikan kepada publik, khususnya kepada masyarakat mengenai kinerja yang telah dilakukan oleh Polres Tulangbawang selama kurun waktu tahun 2024, terhitung sejak Januari sampai dengan Desember 2024.

“Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, bahwa terjadi penurunan jumlah kriminalitas pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023 sekitar 15 persen,” jelas Kapolres.

Adanya penurunan angka kriminalitas di Tulangbawang itu berkat kerja keras seluruh anggota dengan melakukan peningkatan upaya pencegahan atau preventif.

Namun terlepas dari itu ia mengungkapkan Polres Tulangbawang melalui Satreskrim telah berhasil melakukan pengungkapan-pengungkapan kasus khususnya kasus tindak pidana umum.

Dimana telah berhasil melakukan pengungkapan sebanyak 414 kasus selama kurun waktu terhitung sejak Januari sampai dengan Desember 2024.

“Kemudian terkait dengan pengungkapan tindak pidana narkoba sebagaimana kita sampaikan bahwa kami berkomitmen untuk melakukan pemberantasan narkoba secara komprehensif baik pemberantasan pada supply maupun demand sehingga pada tahun 2024 ini Polres Tulangbawang berhasil mengungkap dan menangkap 179 tersangka narkoba yang telah kita proses secara penyidikan dan telah berproses juga di pengadilan,” papar dia

Kapolres juga menjelaskan guna semakin menekan angka kasus penyalahgunaan narkoba itu, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya-upaya pencegahan, seperti dengan melakukan pembentukan kampung bebas dari narkoba di 5 titik yang ada di wilayah Kabupaten Tulangbawang.

Selain itu, untuk kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2024 juga terjadi penurunan yang signifikan dibandingkan tahun 2023.

“Kurang lebih sebanyak 30 persen angka kecelakaan mengalami penurunan, dimana diikuti dengan penurunan pada jumlah kematian akibat dari kecelakaan lalu lintas tersebut,” tandasnya. (Can)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Tulang Bawang

Bersama Masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati Tuba Laksanakan Shalat Idul Adha di Islamic Center Menggala

Published

on

Alteripost Tulang Bawang – Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan dan Hankam Hasan melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 H/2026 M di Masjid Baiturrahman Islamic Center Menggala, Rabu (27/5/2026).

Selain melaksanakan shalat bersama masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati juga ikut serta menyaksikan proses pemotongan hewan kurban di Islamic Center setempat.

Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan saat sambutannya menuturkan Hari Raya Idul Adha mengandung nilai sejarah, spiritual, dan kemanusiaan yang sangat mendalam.

Idul Adha berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapatkan perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putranya tercinta, Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi simbol kesempurnaan iman, keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan manusia kepada Sang Pencipta.

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS juga menjadi cikal bakal pelaksanaan ibadah kurban. Kurban mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

“Kemudian jika kita renungkan lebih dalam, nilai-nilai Idul Adha juga sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah, nilai-nilai Idul Adha memiliki makna yang sangat besar. Pembangunan tidak akan berhasil tanpa adanya pengorbanan, kerja keras, keikhlasan, dan kedisiplinan,” tuturnya.

Dirinya juga mengungkapkan dalam pembangunan, pemerintah tentu tidak mungkin bekerja sendiri. Kemajuan daerah membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, pelaku usaha, para petani, nelayan, tenaga pendidik, aparatur pemerintah, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Maka dalam kesempatan ini mari kita meneladani semangat pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS melalui pengabdian nyata kepada masyarakat dan daerah sesuai dengan kewenangan dan kapasitas masing-masing,” terangnya. (Can)

Facebook Comments Box
Continue Reading