Connect with us

Ruwajurai

Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.

Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.

Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ruwajurai

BM PAN Lampung Gelar Unity Forum 2026, Satukan Kader Jelang Kongres Nasional

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Provinsi Lampung menggelar Unity Forum 2026 di Els Coffee Roastery, Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi kader sekaligus menyatukan gagasan menjelang Kongres BM PAN yang akan digelar pada 10 Juli 2026 di Serang, Banten.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD BM PAN dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung periode 2026–2031 oleh Sekretaris DPW BM PAN Lampung. Selanjutnya, SK diserahkan kepada masing-masing pengurus dan disaksikan langsung oleh Ketua DPW PAN Lampung, M. Hazizi.

Ketua DPW BM PAN Provinsi Lampung, Naufal A. Caya, menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPW PAN Lampung yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap perjalanan organisasi BM PAN di daerah.

Menurut Naufal, Kongres BM PAN di Serang akan menjadi momentum penting untuk memilih Ketua Umum BM PAN periode berikutnya. Sejumlah kader dari berbagai daerah di Indonesia akan bersaing memperebutkan posisi tersebut.

Ia mengatakan, momentum kongres juga menjadi titik kebangkitan BM PAN Lampung yang sempat mengalami kevakuman setelah wafatnya tokoh yang selama ini menjadi panutan kader, Joko Santoso.

“Lampung cukup lama vakum karena berbagai kondisi yang ada dan secara mendadak ditinggalkan panutan kita, Joko Santoso yang meninggal dunia. Karena itu, kita hadir di sini untuk melanjutkan cita-cita para pendahulu BM PAN Lampung,” ujarnya.

Naufal menjelaskan, Unity Forum digelar sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar gagasan antarcalon Ketua Umum BM PAN.

“Unity Forum adalah forum persatuan, tempat beradu gagasan para calon Ketua Umum BM PAN. Namun melalui silaturahmi ini kita ingin menyatukan seluruh gagasan tersebut demi kemajuan organisasi,” katanya.

Ia juga menegaskan BM PAN harus mampu menjawab keraguan banyak pihak terhadap kapasitas generasi muda dalam dunia politik.

“Selama ini BM PAN selalu diragukan, apakah anak muda bisa? Dari keraguan itulah lahir semangat. Kita akan buktikan bahwa BM PAN mampu menjadi lokomotif pemenangan PAN pada Pemilu dan Pilkada 2029,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Lampung, M. Hazizi, kembali mengingatkan pesan Ketua Umum PAN agar seluruh kader fokus mewujudkan target partai menjadi tiga besar pada Pemilu dan Pilkada 2029.

Menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh kader mampu menjaga soliditas organisasi dan menghindari konflik internal.

“Yang paling penting adalah menjaga kekompakan. Jangan sampai ada konflik internal. Kalau sudah ribut-ribut di dalam, dipastikan tidak akan mendapatkan kursi,” ujar Hazizi.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk menerima hasil Kongres BM PAN dengan lapang dada serta tetap bersatu, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum BM PAN.

“Siapa pun nanti yang terpilih sebagai Ketua Umum BM PAN, mari kita dukung bersama dan tetap menjaga kekompakan,” katanya.

Hazizi berharap kepengurusan BM PAN di seluruh kabupaten/kota di Lampung mampu menjadi motor penggerak kader muda yang penuh semangat, optimistis, dan pantang menyerah.

Menurutnya, BM PAN memiliki peran strategis dalam menarik pemilih pemula, khususnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang selama ini masih banyak bersikap apatis terhadap politik.

“Padahal hampir semua aspek kehidupan berkaitan dengan politik. Bahkan dalam menjalankan ibadah pun membutuhkan situasi politik yang kondusif agar masyarakat merasa tenang. Karena itu, tugas BM PAN adalah mengajak anak muda agar tidak alergi terhadap politik,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Hazizi berharap Kongres BM PAN berlangsung kondusif dan seluruh kader dapat menerima hasilnya dengan sikap dewasa.

Selain agenda konsolidasi organisasi, Unity Forum 2026 juga diisi dengan pemaparan visi dan misi enam calon Ketua Umum BM PAN yang akan bertarung dalam kongres mendatang, dilanjutkan sesi diskusi bersama peserta.

Adapun enam calon ketua umum yang memaparkan gagasannya yakni Slamet Riyadi, Mora Harahap, Ryan Hidayat, Mitra Fakhrudin, Agam Maulana, dan Husmaludin. Pemaparan diawali oleh Sekretaris Jenderal DPP BM PAN, Slamet Riyadi, kemudian dilanjutkan secara bergantian oleh para calon lainnya. (Lena)

Facebook Comments Box
Continue Reading