Ruwajurai
Warga Urban Sambut Positif Program Taring Peduli Berbagi di Lampung
Alteripost Bandar Lampung – Program Taring Peduli Berbagi dilakukan Organisasi Pers Pewarta Dalam Jaringan (Daring) atau di singkat Taring Provinsi Lampung disambut positif masyarakat urban.
Peduli berbagi bertujuan berbagi perasaan bahagia dengan orang lain, ini menjadi program Taring untuk memberikan bantuan kepada yang orang-orang yang membutuhkan.
Seperti pada Jumat (24/1/2024), Taring Lampung kembali hadir di tengah masyarakat Kota Bandar Lampung memberikan bantuan berupa makanan kotak sehat kepada warga.
Sasaran Taring seperti pengemudi aplikasi daring, tukang becak, pedagang kecil, penjaja koran, buruh lepas, dan lainnya, merupakan langkah kongkrit membantu sesama.
Salah satu warga Bandar Lampung, Hengki, mengaku senang dan gembira karena masih ada organisasi seperti Taring yang memperdulikan kesejahteraan masyarakat kecil.
“Taring Peduli Berbagi seperti membagikan nasi kotak sehat hari ini kami harap terus dilakukan kontinyu demi membantu warga miskin,” ujarnya saat melintas di Jalan Hasanudin.
Senanda dengan Hengki, warga lain Warman, pun menyambut baik program yang dilakukan Taring. Katanya, meberi banyuam dapat memberikan rasa empati dan solidaritas sosial.
Sementara itu, Wakil Ketua I Taring Slamet Hendri Tjaja, mengatakan program berbagi untuk menumbuhkan rasa empati dan meningkatkan rasa kesadaran lingkungan sekitar.
Pada kali ini, kata dia, pihaknya melakukan pembagian nasi kota sehat di pertigaan Jalan Diponegoro -Jalan Hasanudin – Jalan Dr Susilo Kota Bandar Lampung.
“Tadi pembagiannya nasi kota kepada warga yang melintas tepat di depan Kantor Pemerintah Kota dan Masjid Al Furqan,” ujarnya didampingi Wakil Sekretaris, Zaldi Ferdian. (Taring).
Bandar Lampung
Eva Dwiana Hadiri Konferensi Pers Rakernas APEKSI XVIII, Soroti Mitigasi Banjir Perkotaan
Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara. Setibanya di Medan, Eva Dwiana langsung mengikuti konferensi pers bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Wali Kota Solo, dan Wali Kota Ternate di Ruang Rapat Pemerintah Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
Dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 diikuti oleh 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi Kota Medan hingga sekitar Rp17 miliar melalui sektor penyelenggaraan acara, perhotelan, UMKM, kuliner, dan transportasi.
Rakernas APEKSI XVIII menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman, serta bertukar inovasi dalam pembangunan daerah. Sejumlah agenda turut digelar, di antaranya Indonesia City Expo, forum tematik, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, hingga bazar UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Karnaval Nusantara yang diikuti puluhan delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Kegiatan tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi daerah sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menegaskan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas APEKSI XVIII merupakan wujud komitmen untuk memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk membahas strategi mitigasi banjir di kawasan perkotaan.
“Melalui Rakernas APEKSI XVIII ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen memperkuat kolaborasi antardaerah, memperluas jejaring kerja sama, serta mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eva Dwiana.
Selain itu, Eva menyebut pembahasan mengenai penanganan banjir di wilayah perkotaan menjadi salah satu fokus penting, mengingat persoalan tersebut menjadi tantangan bersama yang dihadapi banyak kota di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkepala daerah, diharapkan lahir solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi pembangunan perkotaan.(*)

