Connect with us

Ruwajurai

Warga Urban Sambut Positif Program Taring Peduli Berbagi di Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Program Taring Peduli Berbagi dilakukan Organisasi Pers Pewarta Dalam Jaringan (Daring) atau di singkat Taring Provinsi Lampung disambut positif masyarakat urban.

Peduli berbagi bertujuan berbagi perasaan bahagia dengan orang lain, ini menjadi program Taring untuk memberikan bantuan kepada yang orang-orang yang membutuhkan.

Seperti pada Jumat (24/1/2024), Taring Lampung kembali hadir di tengah masyarakat Kota Bandar Lampung memberikan bantuan berupa makanan kotak sehat kepada warga.

Sasaran Taring seperti pengemudi aplikasi daring, tukang becak, pedagang kecil, penjaja koran, buruh lepas, dan lainnya, merupakan langkah kongkrit membantu sesama.

Salah satu warga Bandar Lampung, Hengki, mengaku senang dan gembira karena masih ada organisasi seperti Taring yang memperdulikan kesejahteraan masyarakat kecil.

“Taring Peduli Berbagi seperti membagikan nasi kotak sehat hari ini kami harap terus dilakukan kontinyu demi membantu warga miskin,” ujarnya saat melintas di Jalan Hasanudin.

Senanda dengan Hengki, warga lain Warman, pun menyambut baik program yang dilakukan Taring. Katanya, meberi banyuam dapat memberikan rasa empati dan solidaritas sosial.

Sementara itu, Wakil Ketua I Taring Slamet Hendri Tjaja, mengatakan program berbagi untuk menumbuhkan rasa empati dan meningkatkan rasa kesadaran lingkungan sekitar.

Pada kali ini, kata dia, pihaknya melakukan pembagian nasi kota sehat di pertigaan Jalan Diponegoro -Jalan Hasanudin – Jalan Dr Susilo Kota Bandar Lampung.

“Tadi pembagiannya nasi kota kepada warga yang melintas tepat di depan Kantor Pemerintah Kota dan Masjid Al Furqan,” ujarnya didampingi Wakil Sekretaris, Zaldi Ferdian. (Taring).

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ruwajurai

BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global

Published

on

Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.

Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).

Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.

Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading