Tulang Bawang
Bupati Qudrotul Ikhwan Hadiri Muskab 1 Serikat Media Siber Indonesia Kabupaten Tuba
Alteripost Tulang Bawang – Bupati Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M menghadiri Musyawarah Kabupaten 1 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tulangbawang yang berlangsung di ruang rapat Hotel Le’man Kecamatan Banjar Agung, Jumat (3/7/2026).
Hadir juga pada kesempatan itu, Ketua SMSI Provinsi Lampung, Doni Irawan, Kajari Tulangbawang Rolando Ritonga, perwakilan DPRD Tulangbawang, Kodim 0426, Polres Tulangbawang, Pimpinan Muhammadiyah, Pimpinan NU, Ketua PWI Tulangbawang, Kadis Kominfo, serta sejumlah pejabat setempat lainnya dilingkup Pemkab Tulangbawang setempat.
Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan saat sambutannya mengungkapkan Muskab ini memiliki makna yang sangat penting bagi SMSI Tulangbawang.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar untuk memilih jajaran pengurus periode mendatang, namun lebih dari itu juga merupakan sarana untuk menentukan arah perjalanan organisasi, telah mengevaluasi berbagai program yang dilaksanakan, menyerap aspirasi seluruh anggota, sekaligus menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi dinamika perkembangan media yang semakin pesat.
“Perkembangan media yang sangat pesat juga pastinya dibarengi dengan tantangan yang semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi yang belum tentu benar, maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, hingga meningkatnya tuntutan terhadap profesionalisme perusahaan pers,” ucapnya.
Oleh karena itu, lanjutnya pemerintah daerah berharap kepada pengurus yang nantinya terpilih untuk mampu membawa SMSI Tulangbawang menjadi wadah yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme membina dan anggotanya.
“Agar seluruh tujuan organisasi tercapai dengan baik tentu dibutuhkan pengurus yang berkualitas. Maka dari itu, saya berharap kiranya Muskab ini dapat berjalan sesuai dengan mekanisme organisasi,” harapnya.
Ditempat yang sama, Ketua SMSI Tulangbawang Abdulrohman saat sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam Muskab hari ini. Khususnya kepada Bupati Tulangbawang.
“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang ikut serta mensupport dan mendukung sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” tandasnya. (Can)
Tulang Bawang
Sekda Tuba Ferli Yuledi Raih Gelar Doktor, Hasilkan Model Tipologi Implementasi Kebijakan P4GN Berbasis Kearifan Lokal
Alteripost Tulang Bawang – Sekretaris Daerah Kabupaten Tulangbawang, Ferli Yuledi, berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor Program Studi Doktor Studi Pembangunan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung, Rabu (15/7/2026).
Dalam sidang terbuka tersebut, Ferli Yuledi mengangkat disertasi berjudul Tipologi dan Model Implementasi Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Berbasis Kearifan Lokal di Provinsi Lampung.
Sidang promosi dipimpin oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M. selaku Ketua Tim Penguji. Penguji eksterna adalah Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Tim penguji juga terdiri atas Dr. Arif Sugiono, S.Sos., M.Si., Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D., Dr. Suripto, S.Sos., M.AB., Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.I.P., M.A., dan Dr. Dra. Dian Keagungan, M.H. Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. sebagai promotor dan Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. sebagai ko-promotor.
Ujian promosi turut dihadiri Bupati Tulangbawang beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Tulangbawang sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur pemerintah.
Kontribusi utama disertasi ini adalah menghasilkan tipologi implementasi kebijakan P4GN yang menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga oleh tingkat integrasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan kearifan lokal.
Penelitian ini merumuskan model implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal yang menempatkan nilai-nilai budaya, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, serta organisasi sosial sebagai bagian integral dari sistem pencegahan narkotika. Model tersebut memperkuat pendekatan kolaboratif (collaborative governance), sehingga kebijakan P4GN tidak lagi bersifat sektoral, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Secara akademik, disertasi ini memberikan kontribusi berupa pengembangan teori implementasi kebijakan melalui penyusunan tipologi implementasi yang mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan kelembagaan daerah. Sementara secara praktis, model yang dihasilkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta para pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan P4GN yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Disertasi ini juga menjadi salah satu kajian doktoral yang secara khusus membahas implementasi kebijakan P4GN berbasis kearifan lokal di Provinsi Lampung, sehingga diharapkan mampu memperkaya khazanah ilmu kebijakan publik sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan strategi penanggulangan narkotika di Indonesia. (Can)

