Connect with us

Lampung Selatan

Bupati Radityo Egi Pratama Sampaikan Pidato Perdana di Rapat Paripurna DPRD Lampung Selatan

Published

on

Alteripost Kalianda – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, didampingi Wakil Bupati, Muhammad Syaiful Anwar, menyampaikan pidato sambutan pertamanya dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang DPRD setempat, Rabu (5/3/2025).

Rapat paripurna yang digelar dalam rangka penyampaian pidato sambutan perdana Bupati Lampung Selatan periode 2025-2030 dipimpin Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, didampingi Wakil Ketua I Merik Havit, Wakil Ketua II Benny Raharjo dan Wakil Ketua III Bela Jayanti.

Hadir juga, Staf Khusus Kementerian Perhubungan RI, Teddy Kurniawan, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Forkopimda Lampung Selatan, Sekda Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati, beserta para Kepala Perangkat Daerah, dan Tokoh Adat Sai Batin 5 Marga.

Dalam sambutannya, Radityo Egi Pratama menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah turut serta menyukseskan proses Pilkada 2024, seperti KPU, Bawaslu, TNI, Polri, serta seluruh lapisan masyarakat Lampung Selatan.

“Kami sangat beryukur pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan berjalan dengan aman, damai dan kondusif,” kata Bupati Egi.

Dalam pidatoya, Egi juga memperkenalkan visi kepemimpinannya bersama Syaiful Anwar, yaitu “Mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan yang Maju Menuju Generasi Emas 2045”.

Egi mengatakan, visi tersebut akan diperkuat dengan tujuh misi yang disebut dengan Pitu Vista. Yang pertama, mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila, mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum dengan aman dan damai.

Kemudian, mewujudkan tata kelola pemerintahan dengan prinsip-prinsip good goovernance, memajukan dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan, mewujudkan pemerataan pembangunan dengan berkeadilan dan berkelanjutan.

Selanjutnya, mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan sebagai wilayah pantai dan pegunungan yang maju, dan mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan untuk berperan aktif dalam pergaulan antar daerah, nasional dan dunia internasional.

Egi bilang, visi dan misi tersebut akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2025-2029.

“Lamsel Maju bukan hanya sebuah kiasan. Kemarin saya sampaikan, setiap dinas nanti bikin judul programnya Lamsel maju pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Karena saya meyakini setiap judul adalah doa, keyakinan dan optimisme dalam mewujudkan cita-cita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Egi juga mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi dan saling dukung dalam mewujudkan cita-cita Kabupaten Lampung Selatan maju dan sejahtera.

“Kami yakin visi dan misi kami akan berhasil dengan kunci, tiap program harus memiliki dampak untuk masyarakat, berkelanjutan, dan cepat dalam merespon,” kata Radityo Egi. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading