Tulang Bawang
Momen Silaturahmi Ramadhan Kedua, Bupati Tuba Ajak Masyarakat Banjar Baru Makmurkan Masjid dan Mushola
Alteripost Tulang Bawang – Bupati Tulangbawang Drs. Hi. Qudrotul Ikhwan, M.M mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama lebih menggalakan shalat berjamaah guna memakmurkan masjid dan mushola.
Hal tersebut disampaikan dirinya saat momen silaturahmi ramadhan kedua di Masjid Nurul Iman, Kampung Jaya Makmur, Kecamatan Banjar Baru, Jumat (7/3/2025).
Bahkan Guna mendorong kebiasaan shalat berjamaah masyarakat dalam upaya memakmurkan masjid dan mushola tersebut, tepat pada Ramadhan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang juga telah menerbitkan surat edaran nomor B/000/3/TB/1.2/III/2025 tentang himbauan melaksanakan sholat berjamaah.
“Shalat merupakan salah satu ibadah yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim. Terkhusus bagi kaum muslimin shalat berjamaah di masjid atau mushola sangatlah dianjurkan,” papar Qudrotul Ikhwan.
Apalagi dirinya menuturkan di bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, selain membentangkan ampunan yang luas bagi hambanya yang sungguh-sungguh ingin bertobat, pada bulan ini juga Allah SWT bahkan melipatgandakan pahala ibadah hambanya.
“Maka dari itu besar harapan kami kepada segenap masyarakat di kabupaten Tulangbawang, khususnya Kecamatan Banjar Baru untuk secara konsisten melaksanakannya. Kebiasaan shalat berjamaah di masjid atau mushola tersebut juga harus terbawa dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan kedepan nantinya,” harapnya.
Selain itu menurutnya masyarakat yang gemar dan secara konsisten melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushola juga mencerminkan kehidupan masyarakat yang sangat agamis.
Sebagaimana yang tertuang dalam brand Udang Manis (unggul, damai aman, nyaman, guyub, mandiri, agamis natural, inovatif dan sejahtera) akan dapat benar-benar segera terealisasi.
Tidak lupa pula Bupati juga berpesan kepada segenap masyarakat untuk senantiasa menjaga Kamtibmas selama bulan suci Ramadan. Mengingat momen ibadah di bulan Ramadhan terkadang dinodai oleh orang yang tidak bertanggung jawab (oknum) dengan mencuri kendaraan maupun harta benda lainnya.
“Saya harap seluruh masyarakat dapat semakin peduli dan waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar, sehingga dapat menekan angka kejahatan sekaligus membuat ibadah menjadi lebih tenang dan khusyu dimanapun berada,” tandasnya.
Dalam momen silaturahmi ramadhan kedua itu, dilakukan juga penyerahan bantuan hibah masjid, santunan kepada sejumlah anak yatim, dan penyerahan mukena kepada sejumlah masyarakat wilayah Banjar Baru setempat. (Can).
Tulang Bawang
Bersama Masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati Tuba Laksanakan Shalat Idul Adha di Islamic Center Menggala
Alteripost Tulang Bawang – Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan dan Hankam Hasan melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 H/2026 M di Masjid Baiturrahman Islamic Center Menggala, Rabu (27/5/2026).
Selain melaksanakan shalat bersama masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati juga ikut serta menyaksikan proses pemotongan hewan kurban di Islamic Center setempat.
Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan saat sambutannya menuturkan Hari Raya Idul Adha mengandung nilai sejarah, spiritual, dan kemanusiaan yang sangat mendalam.
Idul Adha berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapatkan perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putranya tercinta, Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi simbol kesempurnaan iman, keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan manusia kepada Sang Pencipta.
Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS juga menjadi cikal bakal pelaksanaan ibadah kurban. Kurban mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.
“Kemudian jika kita renungkan lebih dalam, nilai-nilai Idul Adha juga sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah, nilai-nilai Idul Adha memiliki makna yang sangat besar. Pembangunan tidak akan berhasil tanpa adanya pengorbanan, kerja keras, keikhlasan, dan kedisiplinan,” tuturnya.
Dirinya juga mengungkapkan dalam pembangunan, pemerintah tentu tidak mungkin bekerja sendiri. Kemajuan daerah membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, pelaku usaha, para petani, nelayan, tenaga pendidik, aparatur pemerintah, serta seluruh lapisan masyarakat.
“Maka dalam kesempatan ini mari kita meneladani semangat pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS melalui pengabdian nyata kepada masyarakat dan daerah sesuai dengan kewenangan dan kapasitas masing-masing,” terangnya. (Can)

