Connect with us

Ruwajurai

Polda Lampung Pastikan Stok Ketersediaan Dan Harga Stabil

Published

on

Alteripost Lampung – Polda Lampung sidak ke pasar cek ketersediaan bahan pokok sekaligus pastikan harga bahan pokok di pasaran normal dan sesuai menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025. Rabu(12/3/2025)

Pengecekan dadakan ini di pimpin oleh Dir Reskrimsus Polda Lampung, Kabid Humas Polda Lampung, Kapolresta Bandar Lampung bersama dengan pemerintah Prov. Lampung stakeholder dan Dinas terkait.

Sidak ini dilakukan di 5 pasar terbesar di Bandar Lampung seperti, Pasar Way Halim, Pasar Tugu, Pasar Kangkung, Pasar Panjang, dan Pasar Pasir Gintung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari dalam sidak ini mengatakan, “Tujuan sidak pasar ini untuk melakukan pengecekan harga bahan pokok penting sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi) dan HAP (harga acuan penjualan) dalam rangka menjelang Hari besar Hari Raya Idul Fitri tahun 2025”, ucapnya

Tambahnya, “Dalam giat ini ada beberapa bahan pokok yang di cek ketersediaan dan harga nya seperti beras, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang merah, bawang putih dan telur”.

Didapati hasil yang di peroleh dari pengecekan 5 pasar tersebut tidak terjadi perbedaan yang signifikan dan masih tergolong stabil dimana perbedaan harga di setiap pasar sekitar 1.000 rupiah.

“Alhamdulillah hasil pengecekan bahan pokok dan harga pasar di wilayah Bandar Lampung masih aman dan tergolong stabil selama di bulan Ramadhan ini”, tegasnya

Kepada masyarakat untuk ketersediaan bahan pokok yang ada di pasar Bandar Lampung sudah tersedia dan tidak langka diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan selama bulan Ramadhan, lalu untuk kenaikan harga di pasar tidak terlalu tinggi atau normal dan masih dalam kategori stabil.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ruwajurai

BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global

Published

on

Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.

Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).

Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.

Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading