Bandar Lampung
Pemkot Bandar Lampung Gelar Berbagai Kegiatan Untuk Meningkatkan Nilai-nilai Sritual Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai spiritual masyarakat.
Salah satu acara yang digelar adalah Gema Ramadhan, yang diadakan di 20 kecamatan se-Kota Bandar Lampung.
Dalam kegiatan Gema Ramadhan, berbagai perlombaan digelar dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan bahwa kegiatan Gema Ramadhan bertujuan untuk meningkatkan keimanan, kesadaran, dan pemahaman tentang Al-Qur’an.
“Kegiatan ini serentak dilakukan selama bulan suci Ramadhan. Semoga generasi muda di Bandar Lampung memiliki kualitas keagamaan yang baik,” jelas Eva Dwiana, Senin, 17 Maret 2025.
Pemerintah Kota juga berharap dengan adanya kegiatan-kegiatan ini, rasa kebersamaan dapat semakin kuat, ibadah semakin meningkat, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat kota.
Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bandar Lampung, Jhoni Asman, menjelaskan bahwa terdapat berbagai perlombaan dalam kegiatan Gema Ramadhan 2025.
“Ada lomba Tilawatil Qur’an, hafalan surat, surat pendek, dan lomba azan,” jelas Jhoni Asman.
Dokumentasi kegiatan bisa di lihat juga di instagram kominfo bandar lampung. (*)
Bandar Lampung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Alquran
Alteripost Bandar Lampung – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 resmi dimulai. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan agar kemeriahan kompetisi membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Alquran tidak berhenti sebatas panggung perlombaan.
Pesan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung di Stadion Mini Way Dadi, Sabtu malam (26/9/2026).
Menurut Eva, tantangan utama setelah pelaksanaan MTQ adalah bagaimana nilai-nilai Alquran benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia menegaskan, MTQ bukan sekadar arena untuk menentukan peserta terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membumikan Alquran sekaligus membentuk masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“MTQ bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca, menghafal, memahami dan menghayati Alquran. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar kita untuk membumikan Alquran dalam kehidupan,” ujar Eva.
Karena itu, Eva menilai tema MTQ ke-55, yakni “Dengan Semangat MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Berilmu, Berakhlak dan Cinta Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari”, sejalan dengan tujuan yang ingin dibangun Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, Camat Sukabumi sekaligus tuan rumah pelaksanaan MTQ, Sahrial, S.Sos., M.M., mengatakan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung Tahun 2026 diikuti sebanyak 402 kafilah dan 40 official dari 20 kecamatan.
Menurut Sahrial, sebanyak 77 dewan hakim turut dilibatkan dalam pelaksanaan MTQ. Para dewan hakim tersebut berasal dari Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, UIN Raden Intan Lampung, serta pimpinan pondok pesantren.
“Pelaksanaan MTQ berlangsung mulai 26 hingga 29 September 2026,” katanya.
Ia menambahkan, panitia telah menyiapkan sembilan mimbar yang akan digunakan untuk berbagai cabang perlombaan selama pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kota Bandar Lampung.
Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, diharapkan semangat mencintai dan mengamalkan Alquran tidak hanya terlihat selama perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Bandar Lampung. (Agus)

