Lampung Selatan
Bupati Egi Tutup Safari Ramadan 2025 di Kecamatan Katibung
Alteripost Katibung – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama (Egi) menutup rangkaian Safari Ramadan di 17 kecamatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan tahun 2025 di Kecamatan Katibung, Selasa (18/3/2025).
Safari Ramadan yang digelar di Masjid Babussalam Dusun Tanjung Jati 2, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, menjadi penutup rangkaian Safari Ramadan 1446 Hijriah yang sebelumnya telah dilaksanakan di kecamatan lain secara bergantian.
Meskipun dalam suasana hujan, tidak menyurutkan kegiatan Safari Ramadan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama yang didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar untuk ramah tamah dengan masyarakat di Masjid Babussalam Dusun Tanjung Jati 2 itu.
Seperti sebelumnya, dalam Safari Ramadan di Kecamatan Katibung, Bupati Egi kembali menyerahkan bantuan dana hibah untuk masjid sebesar Rp10 juta serta, serta bantuan 40 paket sembako untuk anak yatim piatu yang ada di kecamatan setempat.
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, Safari Ramadan perdana di era kepemimpinan Egi-Syaiful itu, menjadi momen penting bagi pemerintah daerah menyerap aspirasi dan mendengarkan keluhan langsung masyarakat.
Bupati Egi mengaku senang, karena selama kegiatan Safari Ramadan di kecamatan, dirinya bisa bersilaturahmi dan mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat.
“Tentunya saya senang sekali karena kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat nanti akan saya tindaklanjuti,” kata Bupati Egi. (*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

