Connect with us

Ruwajurai

Kanwil Kemenkumham Lampung Tekankan Penguatan Tugas dan Fungsi Notaris

Published

on

Alteripost Lampung – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung menghadiri kegiatan bertajuk “Penguatan Tugas dan Fungsi untuk Mewujudkan Notaris Berkualitas dan Berintegritas” yang diselenggarakan di Hotel Emersia, Bandar Lampung, pada Senin (28/04/2025).

Kepala Kantor Wilayah, Santosa, dalam kegiatan ini diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Benny Daryono, bersama Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Arlisa Noviriantono. Pada kesempatan tersebut, Benny Daryono memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

Kegiatan ini dihadiri oleh para notaris, majelis pengawas, serta para narasumber yang turut mendukung upaya peningkatan kualitas dan integritas notaris di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Benny Daryono menekankan pentingnya peran notaris sebagai pilar dalam penegakan hukum dan pelayanan hukum kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa tugas notaris tidak hanya sebatas membuat akta otentik, namun juga menjamin kepastian hukum, keadilan, serta perlindungan terhadap hak-hak sipil. “Seorang notaris yang berkualitas tidak hanya memahami ketentuan peraturan perundang-undangan secara mendalam, tetapi juga memiliki integritas tinggi untuk menjaga kepercayaan publik,” ujar Benny di hadapan para peserta.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman notaris tentang tugas dan fungsinya, sekaligus mengingatkan kembali kewajiban-kewajiban mereka sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Jabatan Notaris. Salah satu kewajiban penting yang disampaikan adalah pemberian bantuan hukum secara cuma-cuma kepada masyarakat tidak mampu, sesuai ketentuan Pasal 37 ayat (1) UUJN. Benny mengingatkan, “Tanggung jawab kita sebagai bagian dari profesi hukum adalah memberikan pelayanan terbaik, termasuk kepada masyarakat kurang mampu.”

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Lampung, sebagaimana dijelaskan Benny Daryono, terus menjalankan fungsi pengangkatan, pemberhentian, pembinaan, serta pengawasan terhadap notaris di seluruh provinsi. Saat ini, terdapat 466 notaris di Lampung yang diawasi melalui 8 Majelis Pengawas Daerah di 15 kabupaten/kota, serta melalui Majelis Pengawas Wilayah dan Majelis Kehormatan Notaris tingkat provinsi.

Dalam penjelasannya, Benny juga menyoroti pentingnya sinergi antara Kantor Wilayah dan Majelis Pengawas Notaris yang memiliki kewenangan langsung dari undang-undang. Ia menegaskan bahwa pengawasan eksternal yang independen adalah bagian penting dalam menjaga kualitas, profesionalisme, dan marwah profesi notaris di mata masyarakat. “Pengawasan bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk menjaga standar profesi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap notaris,” tegasnya.

Pembekalan ini juga menjadi momen untuk mendorong seluruh notaris memperkuat kompetensi, meningkatkan etika profesi, serta menjauhi praktik yang dapat mencederai martabat profesi. Selain itu, Benny mengajak seluruh jajaran kenotariatan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat hukum, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan hukum yang adil dan merata.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran dan fungsi notaris di tengah masyarakat. Benny Daryono menegaskan pentingnya membangun komitmen bersama dalam menjaga integritas dan profesionalisme notaris guna mewujudkan pelayanan hukum yang berkualitas.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Bandar Lampung

Eva Dwiana Hadiri Konferensi Pers Rakernas APEKSI XVIII, Soroti Mitigasi Banjir Perkotaan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara. Setibanya di Medan, Eva Dwiana langsung mengikuti konferensi pers bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Wali Kota Solo, dan Wali Kota Ternate di Ruang Rapat Pemerintah Kota Medan, Selasa (30/6/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 diikuti oleh 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi Kota Medan hingga sekitar Rp17 miliar melalui sektor penyelenggaraan acara, perhotelan, UMKM, kuliner, dan transportasi.

Rakernas APEKSI XVIII menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman, serta bertukar inovasi dalam pembangunan daerah. Sejumlah agenda turut digelar, di antaranya Indonesia City Expo, forum tematik, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, hingga bazar UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Karnaval Nusantara yang diikuti puluhan delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Kegiatan tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi daerah sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menegaskan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas APEKSI XVIII merupakan wujud komitmen untuk memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk membahas strategi mitigasi banjir di kawasan perkotaan.

“Melalui Rakernas APEKSI XVIII ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen memperkuat kolaborasi antardaerah, memperluas jejaring kerja sama, serta mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eva Dwiana.

Selain itu, Eva menyebut pembahasan mengenai penanganan banjir di wilayah perkotaan menjadi salah satu fokus penting, mengingat persoalan tersebut menjadi tantangan bersama yang dihadapi banyak kota di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkepala daerah, diharapkan lahir solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi pembangunan perkotaan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading